Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
waktunya memberikan hukuman


__ADS_3

Setelah puas bertemu dengan Alicia kini Alice memeluk kembali kekasihnya, dia menatap Nicholas dengan wajah yang begitu menyedihkan.


"Kamu nangis?" tanya Alice pada kekasihnya saat tangan yang masih kotor dengan krim coklat mencoba menyentuh pipi Nicholas.


Alice baru tersadar jika Nicholas menangis dan itu untuk oertama kalinya dia melihat soerang anak mafia menangis, sungguh momen yang sngat langka membuat pria berdarah dingin mennagis.


Nichola hanya terseyum sembari dia sandarkan pipinya pada telapak tangan Alice, air mata nya kembali menetes saat kekasihnya ternyata bukan wanita yang disentuh oleh pria lain di depan matanya.


Perasaan yang begitu lega Nicholas tumpahkan pada sebuah kecupan ringan di kening Alice dan pelukan hangat, tidak lupa juga dia membisikan kata rindu pada kekasihnya itu.


"I miss you too, Al ...lice." Nicholas langsung mencium bibir manis kekasihnya yang masih belepotan dengan krim coklat.


Begitu manis dan penuh membara, Nicholas melampiaskan rasa bersyukur karena kekasihnya tidak tersentuh oleh pria yang dia benci dalam hidupnya, sampai Grey pun merasa kesal saat melihat adegan tersebut lantas melempar bantal sofa ke arah mereka yang tengah asik menyesap manisnya krim coklat.


Sementara Alicia, dia ppun menunduk saat wanita yang mirip dengannya mendapatkan pria yang begitu setia, bahkan sampai rela memangis dan memohon pada suaminya agar dia bisa bebas, kehidupan Alice juga sanangat beruntung memiliki keluarga yang begitu sangat menyayanginya.


Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan yang Alicia rasakan, sangat, sangat, sangat jauh berbeda. Bahkan dia menikah bukan dengan orang yang dia cintai, suaminya pun juga memiliki seorang kekasih.


Sehingga tanpa sadar Alicia menenteskan air mata, memalingkan wajahnya menjauh dari Grey agar tidak bisa terlihat oleh suaminya.


"Kau sungguh beruntung Alice, dia sangat setia dan mencintaimu, terlihat bagaimana dia mengorbankan segala apa yang dia punya untuk dirimu," gummam Alicia dalam hati lantas dia pun memilih untuk bangun dan meninggalkan ruangan tersebut di mana Alice masih melepas rindu dengan kekasihnya.


Pada saat itu pula, ternyata tubuhnya langsung di angkat oleh Grey, membuat dia terkejut dan panik.


"Aaaak, Grey!" Alicia tahu pasti Grey meminta pertanggung jawabkan atas apa yang dia perbuat. "Grey turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri!"


"Aku sudah tidak percaya denganmu kucing nakal! Waktunya memberikan hukuman padamu!" Grey membanting Alicia di atas tempat tidur usai mengunci pintu kamar, dia membuka dasi dan kancing kemejanya secara bergantian.


Aliciia menelan salivanya saat melihat bentuk otot kekar Grey apalagi perut sixpack, untuk beberapa detik Alicia terpesona.

__ADS_1


Alicia mundur secara perlahan bersamaan dengan Grey yang merangkak naik di atas kasur mendekatinya, dia melihat sorot mata itu begitu intens saat melihat wajahnya yang sedang ketakutan.


"Aaak!" pekik Alicia saat kakinya ditarik oleh Grey secara mendadak, saat itu juga Pria berparas tampan berada di atasnya.


"Mulai sekarang, kamu tawananku selama 24 jam, selama itu kamu akan terus berada di sisiku, Alicia!" ucap Grey yang tersenyum sinis. " tidak akan aku ijinkan kau menjauh sejengkalpun."


Alicia menelan salivanya kembali saat tangan kekar Grey perlahan mengusap bibirnya, pandanganya juga melihat bagaimana pria itu memejamkan mata dan mulai menyesap bibirnya.


Penuh kelembutan yang dirasakan oleh Alicia, jemarinya juga merasakan cengkraman kuat dari jemari Grey saat lidah itu terus menari di dalam mulutnya.


Sementara tangan kekar satunya lagi mulai masuk ke dalam baju dan meremas dada Alicia, membuat leguhan di dalam mulut Grey saat pria itu tidak mau melepaskan ciumannya.


Grey tidak ada henti-hentinya memberikan lummatan yangbegitu lembut dan manis membuat Alicia terhanyut dengan permainan ciumannya, membuat rasa senang itu muncul saat ternyata Alicia membalas pergulatannya.


Satu persatu baju yang dikenakan oleh Alicia dibuka, hingga tubuh itu polos di mata Grey. Menampakan pemandangan yang indah, apalagi saat melihat Alicia memasang pipi merona karena malu.


Membuat Grey tambah gemas dibuatnya, dia pun mendekat ke arah wajah Alicia lalau berkata, "Waktunya memberikanmu sebuah hukuman, Honey!"


Tenntu alicia menghirup udaranya dalam-dalam, saat melihat alat tempur yang akan dipakai sebagai hukumannya.


"No, Grey!" ucap alicia yang ingin kabur tapi ditarik kakinya lebih dulu oleh Grey.


"Why? Apa kau takut?" tanya Grey yang membogrol lengan sang istri.


Tangan Alicia pun berada di atas kepala memperlihatkan ketiak yang putih dan mulus, serta dada yangn semakin menantang lantas menutup mata Alicia dengan kain.


"Grey!" panggil Alicia yang benar-benar takut akan hukuman yang dia dapat.


"Rileks, Honey! Kau pasti akan menyukainya dan aku akan menghukumu sampai kau tidak bisa jalan dengan benar besok pagi!" ucap Grey yang membuka lebar kedua kaki Alicia.

__ADS_1


Benda panjang dan bergetar iitu bermain sesuai dengan arahan dari sang empu, menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya dan berhasil membuat si pemilk tubuh memberikan reaksi alaminya.


"Hmmm... Grey," rintih Alicia yang tiidak karuan.


"Apa kau menyukainya?" tanya Grey yang dianggukan oleh Alicia secara tidak sadar. "Ini baru permulaan, Sayang!"


Grey langsung mengambil wine dari gelas, dia meminumnya sedikit lantas dia tuang tepat di atas tubuh yang polos dari aatas sampai bawah.


Membuat Alicia menggeliat saat llidah Grey langsung menyesap wine tersebut, leguhan manja pun terdengar di telinga Grey.


Sesekali mata Grey melihat ke arah Alicia, dia terus menelusuri sampai pada aset yang di tunggu-tunggu, dia tuang kembali sisa Wine lantas menikmatinya secara buas.


"Hmmm, Grey!" rancau Alicia saat dia merasakan Sesuatu di tubuhnya, lebih tepatnya dibagian bawah.


Grey sungguh pemain yang handal, dia mengetahui letak titik kelemahan Alicia, berhasil menguasai tubuh putih mulus itu dalam hitunngan beberapa menit.


Puas dengan permainan pembukaan, Grey langsung menyantap hidangan uutama. Dia buka penutup mata Alicia kemudian perlihatkan bagaimana perkasanya si Joni, saat keluar dari kandangnya.


Alicia menarik tangannya membuat bogrol tersebut berbunyi saat Grey telah berhasil meyatukan mereka, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata hanya suara rintihan seksi yang saling sahut menyahut satu sama lain.


Berkali-kali Alicai membusungkan dadanya saat terus menerus dibuat oleh Grey melambung tinggi, sampai terdengar suara manja yang keluar dari bibir Alicia.


"Grey, aku sungguh lemas!" rengek Alicia yang memohon tapi pria itu tidak menggubrisnya dan masih terus asik dengan kerja kerasnya.


Sampai leguhan panjang terdengar bagiamana Grey telah smapai pada titik puncak surgawi, dia membenamkan semua sembari melummat bibir yang menjadi candunya.


"Alicia ...."


Grey pun tumbang, selama permainan dia terus memuja tubuh istrinya denngan penuh bangga. deru napas yanng masih tersengal Grey melepas bogrolnya dan menarik tubuh alicia agar masuk kedalam pelukkannya.

__ADS_1


"Good night!" ucap Grey usai mengecup kening Alicia.


"Good nigth too." Alicia langsunng tertidur dengan memeluk tubuh suaminya.


__ADS_2