Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
lelang


__ADS_3

"Nic, sakit!" ucap Alicia ketika tangannya ditarik paksa oleh Nicholas, hingga kini mereka masuk ke dalam kamar.


"Apa sih sikap kamu itu? Hah!" Nicholas tidak percaya bila Alicia begitu hangat membalas jawaban dari Grey.


Alicia hanya bisa terdiam mendengar apa yang kekasih kembarannya itu katakan, masalahnya apa salahnya dianya menjawab pertanyaan dari orang lain? Apakah Nicholas membenci Grey? Sekenal itukah mereka, sampai suaminya pun juga tahu siapa itu Alice.


"Kenapa diam? Oh, jadi sikap dia ke kamu waktu itu membuat kamu jatuh cinta sama dia? Iya?" tanya Nicholas dengan cemburu.


Alicia bingung harus menjawab apa tapi dia harus memerankan posisi Alice sebagaimana mestinya, karena kalau boleh jujur dia bingung sikap Alice seperti apa.


Ya, meskipun kembar sikap Alicia dan Alice sangat berbeda, Alicia yang lebih mudah sepuluh menit dari Alice memiliki karakter lemah lembut, lugu, ramah dan memiliki jiwa keibuan, berbanding terbalik dengan karakter Alice, yang berani, kuat, tidak kenal takut, cuek dan sedikit bar-bar.


"Sudah kuduga! Kamu pasti marah sama aku dan melakukan hal seperti itu karena aku sudah memundurkan jadwal liburan kita kan? Iya kan?" Nicholas berdecak pinggang melihat ke arah Alicia.


"Maaf," ucap Alicia dengan lembut serta buliran air mata pun keluar.


Deg, Nicholas sungguh tidak bisa dipercaya apa yang dia dengar, kekasihnya meminta maaf dengan lembut sembari mengeluarkan air mata? Sungguh tidak bisa dipercaya.


"Hai, a–aku ... tidak ada maksud buat kamu menangis!" Nicholas maju perlahan memeluk tubuh manusia dalam mengusap rambut pirang yang memang sudah menjadi ciri kas Alice. "Maaf, aku terlalu cemburu, Sayang!"


"Maaf kalau hari ini dan kedepannya buat kamu bingung dengan sikap aku yang tidak seperti biasanya! Maaf," ucap Alicia harus bicara apa karena dia sendiri saja tidak tahu ketika bertemu dengan Grey yang ternyata benar pergi berlibur dengan wanita simpanan suaminya.


Ternyata Alicia menangis bukan karena posisi dia sebagai Alice, melainkan tidak menyangka bila dia bertemu dengan sang suami bersama selingkuhannya.


Sehingga Alicia menumpahkan rasa sedihnya dalam pelukan Nicholas, sampai dia pun berbicara pada hatinya, "Kenapa Sesakit ini melihatmu dengan wanita itu Grey? Kamu jahat, aku sudah berusaha untuk membalas pengkhianatan kamu tapi kenapa aku begitu bodoh masih terus merasakan sakit!"


Nicholas yang semakin bingung dengan sikap kekasihnya, hanya bisa menghela napas lalu menyuruhnya untuk istirahat, karena nanti malam akan mengikuti acara lelang itu.


"Istirahatlah, aku akan menemanimu, di sini!" Nicholas mengajak Alicia untuk tidur di sampingnya usai mengganti celananya.


Alicia yang bingung untuk menerima tawaran di lebar tidur di samping pria itu atau tidak, jelas kalau dia menolak pasti pria itu tambah curiga padanya tetapi jika dia menerimanya itu sangat canggung bagi dia.


"Al, jangan sampai aku menyerang mu sekarang juga!" tegur Nicholas yang ingin menarik Alicia tetapi wanita itu dengan perlahan naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Nicholas.


Nicholas langsung memiringkan tubuhnya memeluk Alicia, dia pun menepuk lembut bahu kekasihnya dengan penuh kasih sayang. Sungguh beruntung Alice memiliki kekasih sebaik Nicholas.

__ADS_1


"Mereka saling mencintai satu sama lain, seandainya Grey pun juga sama seperti Nicholas," ucap Alicia dalam hati. "Maaf Alice, aku sudah berpelukan dengan kekasihmu!"


Tepukan lembut yang diberikan dari Nicholas membuat Alicia terhanyut dalam mimpi, dia pun tertidur dalam pelukan pria berparas tampan sampai tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang melihatnya.


"Sial, gue yang kasih ide, gue sendiri yang kena getahnya! Bisa-bisanya Alicia tidur dalam pelukan cowok itu!" gumam Jacob yang berada di teras balkon kamar Alicia, menghadap ke arah hamparan laut yang luas.


Ya, Jacob bersembunyi karena tahu kalau Grey melihatnya pasti bisa mengetahui bahwa wanita itu adalah Alicia bukan Alice.


"Apa hubungan Grey dengan Nicholas dan Alice?" batin Jacob saat pikirannya terus menerka-nerka.


***


Malam pun tiba, semua kalangan pembisnis mulai berkumpul di tempat aula terbesar, di mana semua orang sudah berkumpul di kursi dan meja masing-masing. Alicia dengan penampilan anggunnya begitu feminim, menggunakan dress selutut berwarna putih rambut pirang di Curly, make up natural dengan perona pipi membuat sisi manis Alicia semakin mempesona.


Semua mata memandang tertuju pada sosok wanita cantik dengan meja nomor lima, di samping meja kedua orang tua Alice sebagai bintang tamu spesial pemilik acara lelang. Ya, ternyata Hans sebagai donatur dalam acara tersebut yang nantinya akan dibagi dua dalam keuntungan bersama Axel.


Sementara Nicholas hanya sebagai tamu biasa seperti tamu-tamu lainnya yang akan ikut pelelangan malam itu, tentu saja Alicia memilih duduk di meja bareng dengan Nicholas karena ajakan dari pria itu sebagai Dewi keberuntungan.


Berbeda dengan Grey, dia duduk di bangku meja nomor sembilan sedang menahan rasa cemburu yang sudah meluap bagaikan kobaran api besar, pria itu sudah susah payah agar istrinya tidak ikut dan menjadi mangsa para tatapan buaya lapar, justru malah datang sebagai kembarannya dengan suka rela.


"Peter, di mana macam tutulnya?" tanya Grey sembari berbisik di telinga Peter.


Sangat mudah bagi Grey membawa Alice untuk masuk ke dalam kapal pesiar meski kapal itu sudah berjalan, dia akan mengambil miliknya setelah malam ini dia mendapatkan apa yang dia mau. Usai itu dia akan memberi hukuman pada tawanan wanitanya.


"Bermainlah dulu sepuasmu, Sayang! Setelah itu, aku akan mengajarimu masuk ke duniaku!" batin Grey, tangannya mencengkram kuat papan nomor miliknya.


Acara lelang pun dimulai, pembukaan utama yang akan dilelangkan adalah sebuah lukisan abstrak dengan harga pembukaan yang cukup fantastic membuat Alicia terkejut mendengar harganya, sulit untuk percaya baru beberapa detik pun yang lain sudah pada menawar dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga penawaran utama, sampai tiba dengan harga yang tertinggi jatuh pada nomor urut 15.


"Ya Tuhan, itu serius lukisan itu harganya ...?"


"Iya, apa kamu mau? Kalau mau aku ambilka untukmu!" Nicholas ingin mengangkat papannya tetapi sudah dicegah oleh Alicia.


"No, tidak usah! Hanya bertanya," ucap Alicia yang tertawa.


"Cantik," bisik Nicholas yang ingin mencium Alicia tapi Jacob dengan penampilan baru yang duduk di samping Nicholas siap siaga melindungi Alicia dari serangan Nicholas. "Sial, lagian ngapain sih Alice nyewa pengawal segala? apa tidak percaya sama aku?"

__ADS_1


Batin Nicholas terus mengomel tidak jelas, karena kehadiran Jacob yang selalu mengganggu saat dia ingin bermesraan dengan kekasihnya. Sampai-sampai bodyguard itu duduk satu meja dengannya.


"Oke kita lanjut ya, kedua ada cincin berlian, kira-kira siapakah pemilik cincin berlian ini?" tanya pembawa acara yang langsung membuka harga jauh tiga kali lipat dari sebuah lukisan abstrak.


"300!" tawar meja nomor 32.


"400!" tawar meja nomor 54.


"700!" tawar meja nomor seratus.


Alicia langsung terkejut mendengar semua itu, harga yang sama sekali menurut dia tidak ada dalam kamusnya karena buat makan sesuai nasi pun Alicia masih perhitungan.


"1500!" ucap seseorang yang Alicia kenal yaitu Grey.


Sontak semua orang langsung takjub dibuatnya, apakah Grey akan memberikannya untuk Alicia? Atau untuk Flora? Pikiran Alicia terus berkecamuk, ingin rasanya dia mengangkat papan nomor dan melebihkan tawaran Grey, tapi apalah dia yang tidak memiliki uang, hingga Alicia hanya bisa menunduk sedih.


"2500!" Nicholas mengangkat papan membuat Alicia tercengang.


"Ka–kamu ...?"


"Ya, for you!" Nicholas mencium tangan Alicia sembari mengedipkan satu matanya, membuat Jacob tidak bisa berkutik apa-apa.


"Grey!" rengek Flora ketika incaranya di tawar oleh Nicholas.


"3500!" Grey pun mengangkat kembali menawarkan lebih tinggi daripada Nicholas.


Mendengar bahwa wanita itu merengek meminta pada suaminya membuat Alicia pun kesal sehingga dia mengangkat papan nomor. "5000!"


"Wwooow!" seru semua orang ketika lelang dan kali ini begitu sengit dan panas antara kedua maskot yang sering menjadi topik terhangat.


Alicia pun menggigit bibir bawahnya sembari meminjamkan mata, dia merasa menyesal sudah berbuat tindakan ceroboh. "Mampus dah! Dodol bingits si kamu, Al!"


Grey pun tertawa, ketika mengetahui sang istri menawar dengan cukup fantastik. Bersamaan hal itu membuat Nicholas pun tertawa sembari mengusap pucuk kepala kekasihnya, membuat Grey yang melihatnya kembali memanas dan telinganya pun mendengar suara Flora yang menawar lebih tinggi dari Alicia.


"10.000!" Flora yang tidak mau incaranya lepas begitu saja langsung memberanikan diri.

__ADS_1


Grey terkejut bersamaan dengan Alicia, saat Nicholas ingin mengangkatnya lagi, Alicia menahannya lebih dulu. Sehingga pelelangan cincin berlian tersebut jatuh ke tangan Flora.


"Kamu gila?" bentak Grey meski nadanya pelan di telinga Flora.


__ADS_2