Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
masalalu jacob dengan Alicia dan alice


__ADS_3

Setelah Nyonya Grey telah di make over dari ujung kepala hingga kaki, kini mereka pun menikmati liburan honeymoon secara mendadak. Mengelilingi tempat wisata berada di NY, soping, makan sekaligus menonton bersama, mereka lalui bak pasangan remaja pada umumnya.


Grey menunjukkan sikap lembutnya menemani Alicia, bersabar dalam berbelanja bahkan rela menunggu antrian walau hanya sekedar membeli popcorn dan minuman.


Alicia yang merasakan semua itu dari sosok suaminya masih meragukan sesuatu, ragu akan sikap Grey yang kerap kali gampang berubah. Sampai dalam hatinya dia berkata, "Apakah aku boleh senang menikmati bulan manduku saat ini? Meski hanya untuk saat ini? Bolehkah aku menganggapnya kita adalah pasangan suami istri yang saling mencintai?"


Alicia masih menatap punggung suaminya untuk membayar eskrim yang dia pinta, tidak menyangka bahwa Grey mau melakukannya sendiri tanpa menyuruh Peter yang jelas-jelas ada mengikuti ke mana mereka pergi.


Senyum Alicia melebar saat Grey membawakan dua eskrim untuknya, dia pun menyambut hangat uluran tangan sang suami saat memberikannya pada dia, kemudian langkah mereka masuk ke dalam studio bioskop untuk menonton bersama.


Grey sengaja memilih bangku tengah dan menyuruh Peter untuk menyewa beberapa bangku untuk mereka kosongkan, agar Alicia tidak terlalu curiga saat hanya ada mereka berdua.


"Loh, ko cuma ada beberapa orang?" tanya Alicia yang hanya diangkat bahu oleh Grey menandakan tidak tahu.


Film pun di mulai, menceritakan sebuah film horor romantis yang Grey pilih agar Alicia bisa memeluknya. Lampu pun di matikan, pria berjenggot tipis itu langsung melihat ke arah sang istri yang masih menjillat es krim di tangannya saat film sudah mulai berputar.


Jakun Grey pun naik turun saat matanya masih terfokus melihat cara makan Alicia memakan es krim, pikirannya menjadi berkelana membuat senyum jahilnya melebar.


"Why? Mau cobain?" tanya Alicia saat tahu Grey trus memperhatikannya, Grey pun mengangguk membuat dia mengulurkan tangan untuk menyodorkan es krim ke arah sang suami, tapi dengan sekali lahap eskrimnya langsung habis membuat Alicia kesal. "Grey!"


Grey pun tertawa kecil saat mulutnya penuh es krim, dia pun menyodorkan kembali es krim miliknya agar sang istri tidak merajuk, saat itu juga dia menjahilinya supaya lebih dekat dengannya.


"Grey!" tegur Alicia membuat melempar tatapan tajam.


Grey tertawa, begitu mudahnya hatinya senang hanya karena menjahili sang istri. "Iya, ya, ya, nih!"


Alicia pun menjillat es krim yang menyerupai bentuk Monas dari tangan Grey, bergantian dengan sang pemilik es krim untuk menjillatnya. Mereka pun secara berulang terus menikmati satu es krim bersama, sampai pandangan mereka bertemu dan Grey pun menjauhkan es krim yang hanya tinggal sedikit, kemudian sebuah kecupan pun terjadi.


Masing-masing dari mereka saling memberikan lummatan manis hingga Grey pun menahan tengkuk leher sang istri untuk memperdalam ciuman mereka, begitu manis dan lembut membuat keduanya justru terhanyut pada ciuman yang mereka ciptakan.


Alicia merasakan bila tangan Grey mulai menyelusup masuk ke dalam bajunya di bawah sana, membuat dia menahan tangan itu.


"Why?" tanya Grey yang sudah penuh dengan hasrat membara.


"Kita masih di dalam bioskop, Tuan Grey," bisik Alicia.


"Tapi aku sudah tidak tahan, Al! Seharian aku memanjakanmu, sekarang giliran aku yang ingin dimanja," ucap Grey memohon.

__ADS_1


Alicia hanya terdiam, haruskah dia menuruti kemauan sang suaminya di tempat seperti itu? Akan tetapi, ada beberapa orang dalam bioskop tersebut.


"Aku malu, Grey!" mohon Alicia agar mereka tidak melakukannya di sana.


"Mereka tidak akan melihatnya, Al!" ucap Grey yang mengangkat Alicia dalam pangkuannya lantas berbisik, "Asal kau tidak mengeluarkan suara yang memancing mereka untuk melihat!"


Grey langsung membuka cela pada kain di bawah sana membuat sang istri langsung memeluk punya dengan erat, hal itu justru membuat Grey semakin tersenyum puas. Tidak mau menyia-nyiakan sesuatu, dia pun juga menikmati yang ada persis di depan matanya.


Alicia sungguh tidak percaya bila mereka benar-benar melakukannya di dalam bioskop tersebut, meski ternyata orang-orang yang berada di dalam bioskop tersebut adalah orang-orang bayaran Grey hingga dengan sekali gerakan tangan, mereka pun langsung pergi sesuai intruksi dari Peter.


Permainan pun berlangsung beberapa menit, membuat napas Alicia memburu tidak beraturan. Dia mencengkram kepala Grey ketika merasakan sesuatu yang membludak di dalam dirinya.


"Grey!" ucap Alicia dengan sangat pelan.


"I coming, Honey!" Grey semakin berusaha keras untuk mengejar Alicia hingga akhirnya dia pun meraih apa yang sudah lebih dulu dirasakan oleh sang istri.


Grey langsung memeluk erat tubuh Alicia saat rahangnya mengeras menahan gelora asmara yang membuatnya lega, dia menghirup udara dalam-dalam saat berada di bagian dada sang istri.


Ditatapnya penuh lekat wajah Alicia dari posisinya membuat Grey tersenyum senang seraya merapihkan anak rambut sang istri, dia kembali mengecup bibir manis itu lantas merapihkan seperti semula.


***


Suara mesin pada alat pendeteksi organ tubuh begitu nyaring mengisi ruangan kamar mewah tersebut, seseorang yang tengah terbaring lemah akibat tembakan peluru di bagian punggung, membuatnya masih belum sadarkan diri.


Seorang pria bekumis tebal serta serta tingkat yang selalu dibawa, menatap penuh dengan dendam melihat cucunya berada ditahap kritis.


"Tuan, ini data wanita yang diinginkan oleh Tuan Muda Jacob." Seorang asisten pria tua berkumis itu menyerahkan dokumen.


Orang tersebut langsung mengambilnya dan membuka isi dalam dokumen, pria tua itu membaca setiap detail data diri seorang wanita cantik yang menyebabkan cucunya membantah asusila keluarga sendiri.


"Alice Delmora? Keluarga Hans? Cih! Hanya keluarga lemah ternyata!" ucap Pablo.


"Tapi, Tuan. Dia ...."


Pablo langsung melihat ke anak buahnya untuk mendengar langsung apa yang diucapkan, bahwa kekasihnya Alicia adalah Nicholas—anak mafia dari black blood. Musuhnya sendiri.


Pablo meremas kuat data diri Alice lalu menyerahkannya kembali pada anak buahnya itu dan berkata, "Persiapkan untuk membalas dendam!"

__ADS_1


"Baik, Bos."


Ya, Jacob ternyata seorang cucu dari mafia berdarah dingin, dia rela keluar dari wilayahnya dan mencoba menyamar dari orang biasa demi seorang wanita yang sudah dia cintai sejak lama. Bahkan jauh sebelum Jacob dan Alicia bertemu di falkutas yang sama.


Jacob sudah lebih dulu jatuh cinta saat usia mereka menginjak sekolah menengah pertama, saat dirinya dipukuli oleh sekelompok anak jalanan. Pada saat itu, Alice yang tengah berlibur bersama orang tuanya membantu dan menolong Jacob yang tengah terluka parah.


Alicie yang notabenenya sangat pemberani melempar petasan agar sekelompok anak jalanan pergi meninggalkan Jacob, lantas menolong dengan mengobati luka-luka pada cucunya Pablo.


Jacob langsung terpanah dengan kelembutan yang dimiliki oleh Alice, tapi dia tidak melihat seberapa bar-barnya Alice mengusir kelompok itu.


Mereka berdua sempat berkenalan usai Alice mengobati Jacob, tapi siapa sangka pertemuan mereka yang pertama ternyata juga untuk terakhir kalinya karena Alice harus segera pergi dan kembali kekota asalnya.


Keesokannya Jacob mencari wanita berambut pirang yang sudah membantunya, tetapi sayangnya tidak bertemu jua membuat dia pun merasa sedih dan kecewa. Sampai seminggu sudah, ternyata orang yang dia tunggu satu sekolah dengannya.


Jacob pun senang karena anak baru pindahan sekolah tempat dia belajar, ternyata wanita yang dia cari dan dinanti selama semingguan ini. Dia berusaha mendekat secara perlahan-lahan, saat wanita itu diganggu oleh teman lainnya.


Sehingga perkenalan pun semakin lama semakin dekat, Jacob diam-diam membuntuti wanita itu sampai ke rumah. Akan tetapi, alangkah terkejutnya saat melihat wanita itu mendapatkan perlakuan yang kejam dari wanita paruh baya yang diduga adalah ibunya.


Ya, dia adalah Alicia pindahan dari kotanya saat sang ayah dipindahtugaskan. Jacob pun menjadi teman yang paling akrab dengan Alicia saat itu, membuat mereka semakin dekat satu sama lain tetapi hanya bertahan sebentar hingga kenaikan kelas Jacob dibawa oleh keluarganya.


Sampailah pertemuan kedua Jacob dengan Alicia di sebuah fakultas ternama, cucu dari Pablo merasa senang bisa bertemu dengan sang pujaan hati tetapi sayangnya saat itu Alicia sudah menjadi milik Marvel.


Puncak dari intinya saat ini Jacob benar-benar melawan keluarganya sendiri hingga dia memilih untuk menjalani hidupnya mengejar Alicia, sampai rela harus menyamar sebagai pengawal pribadi wanita pujaan hatinya.


***


Di dalam sebuah kamar hotel, Grey yang berdiri di balkon tengah berbicara pada Peter melalui telepon genggam. Matanya melihat Alicia yang tengah tertidur lelap karena seharian mengelilingi wisata yang ada di kota NY.


"Bagaimana? Apa kau sudah menukar informasi Alicia dengan Alice?" tanya Grey yang menatap pemandangan di malam hari dari lantai 68.


"Sudah, Bos!" ucap Peter.


Grey pun menghembuskan asap rokoknya kemudian mematikan puntung rokok tersebut. "Bagus! Bonusmu akan ditransfer besok pagi!"


Grey langsung mematikan sambungan telepon dan masuk ke dalam kamar, dia naik ke atas tempat tidur secara perlahan lalu memeluk tubuh sang istri dengan erat.


"Maafkan aku, Al, jika caraku mencintaimu terlalu kasar dan membuatmu takut padaku. Tapi ketahuilah, aku sungguh mencintaimu, meski caraku membuatmu menangis untuk selalu berada di sisiku!" Grey mengecup kening Alicia, lantas ikut masuk ke dalam alur mimpi bersama sang istri.

__ADS_1


__ADS_2