
Pagi hari Alicia terbangun dari tidur nyenyaknya, dia merasakan kehangatan tubuh serta aroma wangi yang sudah dia hafal tentunya. Ya, wangi aroma tubuh Grey yang kini menjadi candunya di pagi hari saat bangun tidur.
Senyuman senang terukir jelas di wajah Alicia saat kedua bola matanya masih terpejam tetapi dirinya sudah terjaga, jemari lentik itu pun menyentuh lembut pada bidang sang suami.
Perlahan tapi pasti kedua kelopak mata itu pun terbuka, dia melihat wajah sang suami yang telah tertidur pulas di samping seraya memeluknya. Membuat Alicia semakin tersipu malu saat mengingat bahwa saat ini mereka tengah melakukan perjalanan honeymoon.
"Good morning, Mr. Grey, love you so much," ucap Alicia yang begitu sangat pelan agar tidak membangunkan suaminya tersebut karena tentunya dia akan malu jika Grey sampai mendengarnya.
Tidak lupa juga sebuah kecupan manis diberikan oleh Alicia untuk Grey dengan pelan-pelan dan sangat hati-hati agar tidak mengusiknya, tapi saat bibir mereka bertemu tiba-tiba saja manik mata berwarna biru safir terbuka lebar, membuat dirinya terkejut dan langsung menjauh.
Akan tetapi, Grey langsung menahan tengkuk leher Alicia terlebih dahulu lalu mengubah posisi mereka di mana kini sang istri berada di dalam kungkungannya.
"Good morning too." Grey kembali mencium Alicia dengan lembut di pagi hari saat baru pertama bangun tidur. Dia meremas kuat jemari Alicia saat penyatuan bibir mereka semakin mendalam. Sampai dia pun kini melepaskan ciumannya dan berbisik, "I love you to so much, Mrs. Grey!"
Alicia tersipu malu mendengar ungkapan perasaan cinta dari suaminya. "Really?"
"Yea, of course! Apakah engkau meragukanku?" tanya Grey yang mengerutkan keningnya. Dia melihat ekspresi wajah dari sang wanita yang menunjukkan bahwa belum mempercayai sepenuhnya. "Kau ingin aku melakukan apa? Aku akan menunjukkannya padamu, agar kamu benar-benar percaya bahwa aku sangat mencintaimu."
Alicia nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya dia berkata, "Aku ingin kamu putus dengan kekasihmu dan ... aku tidak mau kamu terlalu genit dengan wanita manapun!"
Suara tawa Grey langsung pecah mengisi ruangan kamar hotel tersebut, membuat Alicia bingung dengan dirinya. "Hanya itu?"
"Kenapa? Apakah ada yang salah?" Alicia masih tidak mengerti dengan sikap suaminya yang tertawa mendengar persyaratan dan permintaannya.
"No, no, bukan itu maksudku. Aku hanya tidak menyangka kau mengajukan permintaan seperti itu," tutur Grey yang masih berusaha untuk mengontrol tawanya kemudian dia kembali berkata, "Honey, dengarkan aku. Aku sama dia sudah tidak ada hubungan apapun sejak beberapa tahun yang lalu, sebelum kita bertemu, dan untuk diluaran sana juga aku tidak pernah genit sama siapapun, hanya mereka saja yang terus menempel padaku. Ya, berati jangan salahkan aku dong."
"Tuh kan, Grey!" ucap Alicia yang merajuk seperti anak kecil.
Grey pun semakin tertawa ketika Alicia begitu menggemaskan saat cemburu. "Iya, iya, Sayangku... Aku hanya bercanda! Tentu aku tidak akan tergoda dengan wanita diluar sana! Karena di hatiku sudah ada kamu!"
__ADS_1
"Cih, gombal!" umpat Alicia yang membuang wajah.
"Lantas, bagaimana denganmu? Apakah hanya ada aku di hatimu?" tanya Grey, saat tangan kekar itu menarik dagu Alicia agar sang empu melihat ke arahnya. "Apa saja yang sudah kalian lakukan bersama? Hmm!"
Alicia menatap mata Grey penuh rasa bersalah yang teramat dalam, ketika menyadari bahwa ternyata sang suami tidak menjalin kasih di belakangnya. Akan tetapi, justru dia yang sudah bermain api di belakang Grey.
"Katakanlah! Aku ingin menghapus semua memorimu bersama dia, sehingga hanya ada aku seorang di hatimu bersama kenangan kita!" Grey menjatuhkan kepalanya tepat di ceruk leher sang istri.
Alicia mengusap rambut sang suami dengan lembut, air mata nya menetes. "Maaf."
Hanya kata itu mampu keluar dari mulut Alicia, membuat Grey meremas kencang pada sprei menyalurkan rasa sakitnya ketika mendengar ucapan Alicia.
"Aku dan dia—"
Grey yang tidak sanggup mendengar ucapan dari sang istri yang membuat hatinya terluka, langsung mengajaknya untuk sarapan.
"Tunggu dulu, Grey! Aku dan dia tidak memiliki perasaan apapun! Aku hanya ingin mencoba untuk mencintainya karena aku tahu hubungan rumah tangga kita tidak akan bertahan lama, tapi kenyataannya ... ternyata aku sudah jatuh cinta sama kamu lebih dulu! Aku dan dia pun tidak melakukan hal apapun, sumpah! Hanya satu kali," ucap Alicia dengan wajah menunduk.
Alicia dengan ragu dan rasa takut dia berkata, "Ki–kissing!"
"Hanya itu?" tanya Grey yang sebenarnya sedang menahan marah, tetapi masih ditahan olehnya, matanya melihat sang istri mengangguk lantas kembali berkata, "Siapa yang duluan?"
"Di–dia—"
Pada saat itu juga Grey langsung menyambar bibir Alicia dengan brutal dan mengangkat tubuh sang istri agar berada di dalam pelukannya, rasa emosinya dia salurkan melalui ciuman itu.
Meskipun ada rasa kesal yang tidak terhindar dia tetap senang, karena bukan Alicia yang lebih dulu mencium Jacob. Selebihnya dia tidak mau mendengar apapun mengenai masalah sang istri membalas atau tidak ciuman Jacob, yang jelas saat ini meskipun dia begitu kasar mencium Alicia melampiaskan rasa emosinya tapi sang empu justru tetap membalasnya.
"Lupakan ciumannya, kau hanya boleh mengingat hanya aku seorang, Al!" ucap Grey dengan dominan saat berhenti mencium dan dianggukan oleh Alicia, lantas matanya terkejut saat sang istri justru lebih dulu memulai kembali ciumannya secara agresif.
__ADS_1
Grey pun tersenyum lantas membalas ciuman sang istri, dia mendekap dengan erat tubuh seksi itu lantas pergulatan ciuman di pagi hari semakin panas sampai suara perut keroncongan berbunyi. Grey menghentikan ciuman dan terkekeh, membuat sang empu merasa malu.
"Kita mandi dulu! Setelah itu kita sarapan," ucap Grey yang menggendong tubuh Alicia untuk masuk ke dalam kamar mandi bersama lantas menikmati sarapan romantis mereka usai selesai mandi.
Alicia nampak begitu cantik dengan dres berwarna salmon bermotif kupu-kupu pada bagian rampel , serta rambut panjang yang di tata secantik mungkin. Membuat sisi faminin dan anggun pada Alicia memancarkan pesonanya.
Di meja makan tersebut, Grey menyuapi Alicia tak lupa juga untuk canda dan tawa mereka bersama menghiasi manisnya sarapan pagi mereka. Setelah selesai sarapan bersama, kini keduanya pergi menikmati liburan honeymoon mereka dengan mengunjungi beberapa tempat wisata mulai dari patung yang menjadi maskot kota NY, central park, Empire state building dan masih banyak lainnya selama beberapa hari sebelum akhirnya Alica harus mulai kembali masuk kuliah.
***
Sementara Alicia sendang menikmati liburan honeymoon yang begitu romantis, berbanding terbalik dengan kondisi Alice yang saat ini menjadi target pembalasan dendam dari Pablo—sang ketua mafia.
"Apakah dia orangnya?" tanya Pablo yang melihat Alice tengah menikmati kota NY bersama Nicholas sebelum kapal pesiar kembali pulang ke tanah air.
"Iya, Bos! Dan itu adalah Nicholas, orang yang sudah menembak Tuan Muda Jacob!" ucap anak buah Pablo.
Ya, posisi Pablo yang berada di dalam mobil tidak jauh dari posisi Alice dan Nicholas berada, keduanya tengah asyik berbincang seraya tertawa bersama di sebuah cafe ternama kota NY.
"Tunggu mereka keluar dari cafe tersebut, lantas tembak di tempat orang yang sudah berani menembak cucuku!" ujar Pablo yang menutup kaca mobil.
"Baik, Bos!" ujar anak buah yang kini memerintahkan penembak bayaran jarak jauh bersiap menembak Nicholas di tempat.
Benar saja, selang beberapa menit keduanya keluar dari dalam Cafe dengan wajah yang masih ceria, tapi sayangnya itu tidak bertahan lama setelah suara tembakan membuat semua orang yang ada di sekitar turut berteriak dan berjongkok mengamankan diri masing-masing.
Muncratan darah yang keluar dari mulut begitu mengerikan mengenai tepat wajah yang masih tengah tertawa, membuat tawa itu langsung berhenti seketika dan berubah menjadi panik.
Di posisi lain, Alicia yang tengah bersama Grey di sebuah tempat wisata, langsung mengeluarkan darah dari mulut Alicia yang tidak banyak mengenai dada Grey yang tengah memakaikan aksesoris bando di kepalanya. Mulutnya langsung terbuka seraya mematung dengan wajah pucat, tangannya meremas kuat bagian dadanya yang terasa sakit.
Tentu hal itu membuat pria yang memiliki nama asli Keenan panik seketika. "Sayang, kamu kenapa? Al, Al! ALICIA!"
__ADS_1
Grey berteriak panik saat sang istri tiba-tiba pingsang usai menunjukkan ekspresi wajah yang pucatnya, di tambah beberapa tetes darah keluar dari dalam mulutnya.