Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Bolehkah aku memonopolimu ?


__ADS_3

Setelah berada di dalam kamar, Alicia pun melangkah untuk pergi mengganti bajunya yang diikuti oleh Grey, membuat dia terkejut ketika sang suami justru memeluknya dari belakang.


"Astaga!" ucap Alicia yang menengok ke arah belakang.


"Bantu aku untuk mengganti pakaian!" Grey melepaskan pelukannya dan merentangkan tangan membelakangi sang istri. "Cepatlah, Alicia! Aku sudah mengantuk!"


Alicia pun hanya menuruti keinginan sang suami. Dia membuka jas dan kemeja dari tubuh kekar itu, terlihat perut sixpack tersusun rapi yang kerap sekali berada di atas tubuhnya. Membuatnya berdebar, andai pria itu lembut seperti Nicholas mungkin dia akan selalu secara terang-terangan melayaninya dengan baik.


"Apa yang kau lakukan? Cepatlah sedikit! Apa kau ingin aku tidur sini?" tanya Grey yang melihat Alicia yang terdiam usai membuka bajunya.


Alicia berdeham untuk menetralkan rasa gugup, pandangan matanya dia arahkan ke arah yang lain ketika tangannya perlahan membuka gesper dan resleting pada celana hitam panjang.


Grey menahan senyumannya saat melihat ekspresi wajah dari sang istri yang membuang muka, hingga terpampang lah celana pendek berwarna abu-abu dengan ukiran yang memperlihatkan jelas sesuatu dari balik kain itu.


Alicia memejamkan matanya dengan ekspresi wajah yang berhasil membuat Grey hanya menahan tawanya, dia mengambil satu style baju tidur lantas dia pakaikan pada pemilik tubuh kekar itu.


"Alicia, buka matamu!" tegur Grey tapi sang istri masih saja memakainya seraya memejamkan mata. "Alicia!"


"Apa?" tanya Alicia yang sudah ketakutan.


"Kau tanya kenapa? Lihatlah apa yang sudah kau lakukan!" Grey memperlihatkan kepada Alicia pakaian yang dia pakai, hingga membuat Alicia langsung tertawa terbahak-bahak.


Tawa Alicia lepas begitu saja di depan Grey, seakan tanpa ada rasa takut, beban atau bersalah atas perbuatannya. Membuat Grey langsung mematung melihat wajah wanita yang dia cintai bisa tertawa lepas di depannya.


Bagaimana Alicia tidak tertawa, ternyata dia memakaikan lingerie pada Grey hingga sangat lucu di tubuh kekar itu.


"Kau senang?" tanya Grey yang terpaku melihat sang istri tertawa, rasa terharu dalam dirinya membuat air matanya sedikit keluar.


"Iya, kau sangat lucu!" ucap Alicia masih tertawa lepas, tapi beberapa detik kemudian dia tersadar dan langsung menghentikan tawanya. "Ma–maaf! A–aku akan ... menggantinya!"

__ADS_1


Alicia tertunduk dan memasang wajah ketakutan akan dimarahi, kakinya melangkah mendekat dan tangannya terulur untuk membuka kembali pakaian yang dipakai oleh Grey.


Namun, belum sempat Alicia membuka pakaian, Grey sudah lebih dulu menahannya. Terlihat jelas di raut wajah yang memiliki rahang kokoh tersebut kecewa, karena baru saja sang pria melihat wajah cantik dari pemilik nama lengkap Alicia Delmora tertawa kini kembali melihat wajah murung.


"Jika ini membuatmu selalu tertawa, maka malem ini aku akan memakai baju ini untukmu, asal jangan kau tunjukan tawamu pada pria manapun selain aku! Apa kau mengerti?" Grey menarik pinggang Alicia dan menahan dagu itu agar si wanita menatapnya.


Alicia menganggup sebagai tanda mengerti, membuat Grey langsung mengusap wajah cantik si wanita dengan lembut. Lantas tangan kekar itu perlahan membuka baju yang dikenakan Alicia, kemudian menggantinya dengan pakaian tidur.


Setelah selesai barulah Grey membawa Alicia ke tempat tidur dengan cara menggendongnya, dia menyelimuti tubuh mereka lalu memeluknya bak bantal guling.


"Grey, bisa longgarkan sedikit? Aku sulit bergerak," ujar Alicia yang memohon.


Akan tetapi, Grey tidak memperdulikannya dia justru bertanya pada sang istri. "Apa kau pernah menunjukkan tawa di hadapannya?"


"Tidak!" jawab Alicia.


"Benarkah?" tanya Grey kembali melihat Alicia.


"Aku akan membuatmu selalu tertawa mulai saat ini!" Grey mengecup lembut bibir itu kemudian kembali memeluk Alicia dengan hangat. "Tidurlah, persiapkan dirimu untuk besok, karena kita akan menikmati perjalanan honeymoon kita!"


Alicia hanya terdiam mendengar ucapan dari Grey, jujur hatinya masih bingung dengan sikap suaminya yang sulit untuk dia tebak. Terkadang kasar, membuatnya menangis, sakit, kecewa, takut tapi kadang pula Grey menunjukkan sisi yang tidak terduga.


"Grey, kau sulit untuk kutebak orang seperti apa dirimu! Jelas kau tahu aku menjalani kasih dengan pria lain, tapi kau begitu mudah melupakannya, apakah karena kita seimpas? Lalu kalau kita impas saling menyakiti, apakah saat ini aku boleh menaruh hati padamu sepenuhnya? Dan menyuruhmu menjauhi wanita manapun agar aku bisa memonopoli dirimu?" tanya Alicia dalam hati yang perlahan mulai memejamkan mata.


***


Kota NY salah satu kota terbesar di negara tersebut yang padat akan penduduk. Kota yang dikenal dengan julukan The Big Apple. Kota metropolitan ini telah memberi pengaruh perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan bagi dunia.


Tempat salah satu yang dipilih oleh Grey untuk memadu kasih dengan sang istri, merajut cinta untuk mengenal satu sama lain lebih dalam lagi. Dia ingin agar Alicia tahu betapa cintanya dia terhadap wanita yang sudah berhasil menghidupkan rasa yang telah mati karena Flo.

__ADS_1


Ya, setelah kapal pesiar itu telah menepi di sebuah dermaga, Grey dan juga Alicia bersiap untuk turun dari kapal. Akan tetapi, dari arah belakang seseorang tengah memanggil nama sang pemilik nama William.


"Grey!" Flo sudah lebih dulu mengejar pria itu dan menggandeng tangan Grey.


"Flo?" Grey begitu bingung ketika tiba-tiba mantan kekasihnya justru mendekat ke arahnya. "Bukannya kau bersama Tuan—”


"Kau ingin meninggalkanku? Tidak ingat perjanjian kita? Aku sudah mengikuti kemauanmu!" ujar Flo, matanya melihat ke arah Alicia. "Bukankah dia kekasihnya Nicholas? Kenapa selalu mengikutimu! Kenapa kalung itu bisa ada di dia?"


Flo langsung menarik kalung yang dipakai oleh Alicia, tetapi Grey justru menahan tangannya seraya berteriak memanggil namanya.


"Flo! Apa-apaan kamu?" ujar Grey dengan sarkas.


"Apa! Kamu membentakku demi wanita musuh kamu?" tanya Flo yang memang belum tahu siapa wanita yang menjadi istri dari mantan kekasihnya.


"Balikin kalungnya!" Pinta Grey dengan ketus.


"Gak!" tolak Flo.


"Aku bilang, balikin kalungnya!" Grey memasang tatapan tajam ke arah Flo seraya mencengkram tangan sang gadis.


"Gak mau! Kamu kenapa jadi kasar dan bentak aku si! Kamu barter aku hanya karena demi kalung ini di kasih ke wanita Nicholas? Kamu lupa? Dia musuh kamu!" Flo masih tidak terima jika dia melayani Tuan Bernard demi kalung yang akan diberikan oleh kekasih Nicholas. "Dan kamu, kamu tuh gak tahu diri banget ya!"


"Flo!" bentak Grey.


"Apa!" balas Flo yang masih belum menerima kenyataan.


Alicia yang sedari tadi hanya diam kini dia angkat bicara, tangannya mencoba menggapai kalung yang dipegang oleh Flo—mantan kekasih suaminya.


"Nona Flo, sorry! Apa yang sudah menjadi milik saya, tidak akan mudah untuk direbut oleh sembarang orang seperti Anda!" Alicia yang sudah berhasil mengambil kalung dari tangan Flo, ternyata dia pun berhasil menarik Grey agar meninggalkan wanita itu.

__ADS_1


Flo langsung tercengang saat wanita yang dia duga sebagai kekasih Nicholas, begitu berani merampas kalung yang dia inginkan dari tangannya. Bukan hanya itu, dia juga terkejut saat Grey begitu menurut ditarik oleh wanita tersebut.


Grey tertawa melihat istrinya kini begitu berani melawan mantan kekasihnya, membuat perasaannya senang. Mungkin suatu saat dia akan menggunakannya sebagai senjata itu untuk melihat seberapa cintanya sang istri padanya.


__ADS_2