Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Jangan salahkan aku!


__ADS_3

"Apa kamu mau menjalani hubungan denganku diam-diam?" tanya Jacob yang perlahan memaksa membuka pintu sampai Alicia pun menangis dan pintu kebuka.


Jacob langsung memeluk tubuh Alicia, menenangkan perasaan wanita yang berada dipelukkannya sembari mengecup kening putih mulus itu.


"Aku janji akan membuatmu bahagia di sisiku!" ucap Jacob pada Alicia tapi wanita itu sama sekali tidak memberikan tanggapan padanya.


Tangan Jacob mengusap air mata Alicia, membuat jarak begitu dekat dengan mereka sampai kini kedua bola mata mereka saling menatap satu sama lain, menyisikan jarak yang begitu dekat sampai deru napas terasa di masing-masing wajah mereka.


Perlahan Jacob membuka mulutnya sembari terus mendekatkan kepalanya sampai hampir bibir mereka bertemu Alicia sudah memalingkan wajahnya terlebih dahulu, Jacob pun memejamkan matanya seraya menahan kesal.


Tangan Jacob terus menahan agar Alicia tidak menjauh darinya, dia pun berkata, "Aku akan membuatmu selalu bahagia di sisiku Alicia, itu janjiku! Jadi beri aku kesempatan untuk menunjukkannya padamu!"


Jacob memeluk tubuh Alicia dari belakang, lalu berbisik, "Istirahatlah, lupakan kejadian yang membuatmu sedih hari ini, aku akan mem—"


"J, aku ingin istirahat di kamar, biarkan aku sendiri dulu!" ucap Alicia yang melepaskan pelukan secara perlahan dari tubuh Jacob dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


"Istirahatlah, hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu," ucap Jacob yang perlahan keluar dari apartemen Alicia.


***


Malam yang begitu dingin ketika hujan tidak berhenti-hentinya turun, Grey pun masuk ke dalam apartemen dengan keadaan gelap gulita, dia menyalakan saklar dan melihat barang belanja bulanan yang belum dibereskan oleh Alicia.


Grey dengan penasaran masuk ke dalam kamar Alicia dan menyalakannya lampu kamar, terlihat Alicia masih meringkuk dalam selimut.


"Apakah dia sakit?" tanya Grey pada dirinya sendiri yang kemudian berkata, "Hai, bangun!"


Namun, Alicia sama sekali tidak menjawab panggilan dari Grey. sampai pria itu pun perlahan masuk mendekat ke arah wanita yang masih tertidur pulas.


Tangan Grey terulur untuk menggoyangkan tubuh Alicia sampai wanita itu terusik dari tidurnya, terlihat wajah sembab seperti menangis pada wajah sang istri membuat Grey pun mengerutkan keningnya.


"Apakah kau habis menangis?" tanya Grey yang duduk di samping Alicia. "Cepatlah bangun, aku lapar!"


Kali ini bukan seperti Alicia pada biasanya, wanita itu tanpa bicara langsung turun dari atas tempat tidur, kemudian berjalan menuju ke arah dapur.

__ADS_1


Grey yang melihatnya pun sedikit bingung dengan tingkah Alicia, tetapi dia tidak mau mengambil pusing untuk saat ini sampai selesai mandi dan menghampiri Alicia yang sudah menyiapkan makan malamnya. Grey masih terus memperhatikan wajah sembab itu.


"Apa aku yang membuatmu menangis?" tanya Grey ketika dia mulai memasukkan makanan ke dalam mulut, tetapi telinganya sama sekali tidak mendengar suara dari bibir itu.


Alicia hanya terdiam kemudian ingin kembali masuk ke dalam kamar meninggalkan Grey, tetapi tangannya sudah dicegah lebih dulu oleh pemilik dirinya yang sudah resmi.


"Apa karena aku akan pergi selama tiga hari dan meninggalkanmu?" tanya Grey yang entah kenapa hatinya sakit kalau mendapat diaman dari sang istri. "Hey, bicara lah! Apa aku harus memaksamu untuk bicara?


Grey langsung menarik tubuh Alicia kemudian memaksa untuk mencium bibir Alicia, sampai dadanya mendapat pukulan dari tangan lembut itu.


"Hhhmmmp ... aaakkhh!" keluh Alicia ketika ciuman terlepas tapi mendapatkan gigitan manis dileher. Alicia pun ingin menampar Grey tapi suaminya sudah lebih dulu menahan tangan dia.


"Aku akan pergi sebentar!" Grey menatap mata Alicia saat istrinya menatap dengan kebencian, kemudian menarik untuk masuk ke dalam pelukannya.


Kali ini Alicia menangis dalam pelukan Grey dengan membalas pelukan dari suaminya, lalu berkata, "Kalau aku tidak mengijinkan kamu pergi, apakah kamu akan tetap pergi?"


Untuk beberapa saat Grey terdiam mendengar ucapan dari Alicia, apa maksud dari perkataan Alicia? Walaupun dia tidak mengerti tapi berhasil membuat hatinya senang.


Lama mereka terdiam sampai akhirnya, Grey pun membuka suaranya terlebih dahulu. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Alicia, tapi karena ini menyangkut perusahaannya dia harus melakukannya.


"Aku tidak bisa," sahut Grey yang masih menganggap Alicia menangis karena tidak mau ditinggal sendiri olehnya.


Deg, Alicia begitu merasakan sakit luar biasa dia pun mengendurkan pelukannya secara perlahan, bibirnya dia paksa untuk tersenyum sambil menahan rasa sedihnya.


"Kalau begitu, makanlah yang banyak! Aku akan menemanimu!" ucap Alicia yang duduk dan ikut mengambil makanan.


Seketika suatu menjadi hening dalam raungan makan tersebut, Grey yang memang memiliki sifat dingin masih belum mengetahui bahwa perasaannya apakah sudah cinta dengan Alicia atau belum tidak terlalu memikirkan hal yang aneh.


Sampai tiba Alicia langsung masuk ke dalam kamar setelah mereka makan malam bersama, sedangkan Grey memperhatikan tingkah Alicia saat dia menjawab telepon dari Peter.


"Bagaimana? Apakah sudah kamu urus?" tanya Grey pada Peter tapi katanya terus memperhatikan pintu kamar Alicia. "Bagus, usahakan nanti di sana kita bisa memenangkannya!"


Grey mematikan sambungan teleponnya kemudian melihat pesan notifikasi pengeluaran Alicia yang jauh dari ekspektasinya, jauh dari kata wanita pemboros seperti Flora. Sampai senyum di bibir melengkung menghiasi wajah pria tampan tersebut.

__ADS_1


Di dalam kamar Alicia, wanita yang memiliki paras cantik meneteskan air mata. Tidak menyangka bahwa Grey benar akan pergi berlibur dengan wanita lain, meskipun dia berusaha memberi kesempatan pada lelaki berparas tampan untuk tidak pergi dari dia.


Namun semua sudah membuktikan, bawa Alicia akan mencoba menjalani hubungan secara diam-diam bersama Jacob, hingga tiba perpisahan dia dengan Grey.


Dalam tangisannya Alicia pun masih berharap bahwa semua hanyalah mimpi, berharap Grey masih mau membatalkan kepergiannya bersama wanita itu.


Sampai tidak terasa, wanita berkulit putih dengan rambut panjang hitam terpejam masuk ke dalam mimpi, menunggu hari esok datang dengan membawakan kebahagiaan untuk dirinya.


***


Pagi hari menyambut Alicia dengan cuaca yang cerah, selepas kepergian Grey bekerja, Alicia bergegas untuk berkencan dengan Jacob, mungkin pria yang menjadi Bodyguard saat ini adalah lelaki yang sudah dia tunggu-tunggu.


"Hai," sapa Alicia lebih dulu pada Jacob ketika dia membuka pintu apartemennya pria itu sudah berdiri menunggunya.


Jacob memasang senyumnya dengan lebar karena begitu senang, ketika Alicia memutuskan untuk menjalani hubungan secara diam-diam dibelakang Grey.


Bukan senang lagi, tetapi sangat bahagia sampai Jacob ingin rasanya segera memeluk dan mencium Alicia sekarang juga. Namun, dia akan berusaha untuk bersabar, tidak mau membuat Alicia takut dan berfikir dia seperti orang messum.


"Sudah siap?" tanya Jacob yang mengulurkan tangan, Alicia pun tersenyum walau tidak begitu semangat, tetapi tetap saja dia akan menjalani secara bertahap dan perlahan.


Tangan Alicia pun menyambut tangan Jacob dengan ragu, tapi lelaki itu selalu lebih dulu untuk menggapai tangannya. Sampai kini mereka masuk ke dalam lift dengan tangan yang masih bergandengan.


Penampilan Jacob kali ini sungguh berbeda, seperti bukan pada Bodyguard biasanya. Melainkan seperti seorang pemuda kaya dengan style yang sangat modis, berbeda dengan Alicia dengan penampilan sederhana menggunakan dress purple pastel serta make up natural.


Membuat kesan Jacob seorang keturunan kaya yang tengah mengencani seorang wanita biasa, sampai Alicia pun ragu untuk berdiri di samping bodyguardnya.


"Why?" tanya Jacob yang kemudian melangkahkan kakinya lebih dekat dengan Alicia. "Jangan gugup, kita pelan-pelan secara bertahap!"


Jacob mencubit hidung Alicia dengan gemas, membuat sang empu pun merasa tidak nyaman. Jacob tersenyum kemudian kembali berkata, "Kamu cantik hari ini!


"Grey, jangan salahkan aku selingkuh!" ucap Alicia yang memejamkan matanya saat jarak di antara mereka begitu dekat.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2