Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
aepisode 10


__ADS_3

Seorang pria yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, ia dihubungi oleh keluarga asisten Bu Mariam untuk segera melihat kondisi Bu Mariam.


"Saya akan segera kesana!" ucapnya.


Arshaka leonardo mulai mengemasi barang-barangnya untuk dibawa ke Indonesia. Dia adalah adik dari Mariam Leonardo. Arshaka penerus perusahaan Leonardo yang berada di Prancis. Sedangkan Mariam penerus perusahaan Leonardo yang berada di Indonesia. Mereka berdua kakak beradik yang sukses di masa mudanya. Sedangkan Arshaka baru terjun ke dunia bisnis di usianya yang masih 28 tahun.


"Kira-kira penerbangan kesana berapa lama?" tanyanya.


"Sekitar 15 jam tuan."


"Lumayan memakan waktu yang sangat lama." ucapnya dengan memainkan ponsel ditangannya.



Aina duduk disamping Bu Mariam, ia tak lepas mendoakannya. Bahkan ia belum sarapan dari pagi membuat bi Asti mengkhawatirkannya.


"Non sarapan dulu,"


"Aku belum lapar bi, bibi makan saja duluan." bi Asti menarik nafasnya dengan kasar. Ia tak tahu harus bagaimana untuk merayu Aina. Bahkan ia sudah memberitahu kondisi Aina pada Adam. Namun, Adam tak peduli tentang istrinya.


Aina benar-benar sedang terpuruk, sehingga ia tak ingin jauh dari Ibu mertuanya. Bahkan air matanya masih belum kering, ia terus saja menangisi nasibnya.


"Bu, aku akan menemanimu disini. Ibu cepat sadar ya, semoga Ibu bisa mendengar ucapanku."


"Mas Adam sudah menikah lagi Bu, aku tahu Ibu sudah mengetahui semua ini. Kenapa Ibu memendam sendirian tanpa memberitahuku sehingga kondisi Ibu semakin memburuk


Aku ikhlas dengan pernikahan Mas Adam, asal Ibu segera sadar. Aku menyayangimu Bu. Aku tak punya siapa-siapa lagi didunia ini." ucapnya lagi dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


"Bi Asti," panggilnya.


"Ya non, ada apa?"


"Mana sarapanku yang tadi, aku mau sarapan. Aku tak mau sakit bi. Aku harus kuat menjaga Ibu disini." bi Asti mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Aina. Lalu ia memberikan sarapannya pada Aina.


"Ini non, makan ya. Bibi senang kalau non Aina mau makan."


"Terima kasih bi."

__ADS_1


Suap demi suap Aina memasukkan makanannya kedalam mulut. Makanan yang ia makan itu adalah makanan ternikmat baginya. Namun kali ini ia tak merasakan kenikmatan itu, rasanya sangat hambar di lidahnya.


"Non kenapa? apa makanannya sudah tidak enak?"


"Ini enak kok bi, terima kasih sudah membawakan ku sarapan."


"Sama-sama Non."


Tiba-tiba Adam datang kembali untuk menjenguk sang Ibu. Sedangkan Erina tidak ikut menemaninya karena Erina sangat kelelahan dengan aktifitas semalam.


"Kau baru sarapan Aina?" tanyanya.


"Iya Mas, Mas sudah makan." Adam mengangguk sebagai jawaban.


"Setelah ini kau pulang saja. Aku akan menunggu Ibu disini. Jadi kau bisa istirahat dirumah." dengan cepat Aina menggelengkan kepalanya, ia tidak setuju dengan perintah Adam.


"Tidak Mas, aku akan tetap disini. Aku juga bisa istirahat disini." ucapnya.


"Aina, lihatlah kantung matamu. Apa kau tidak sadar? aku tahu kau sangat kelelahan jadi aku menyuruhmu untuk istirahat."


"Lalu bagaimana dengan istri barumu Mas? apa ia akan ditinggal sendirian." Aina bukannya menjawab ucapan suaminya, ia malah mengkhawatirkan Erina sebagai madunya.


"Ya sudah Mas, aku akan pulang. Tolong jaga Ibu ya."


"Iya aku akan menjaganya, Pulanglah." kemudian Aina pergi meninggalkan ruangan itu lalu ia pulang diantar oleh pak sopir. Disepanjang jalan Aina menangis membayangkan wajah suaminya yang ia rindukan namun ia kembali teringat bahwa Adam buakn hanya miliknya tapi milik orang lain juga.


'Mas, kemana sikapmu yang lembut. Kenapa kamu sedingin itu padaku. Apa memang mungkin aku sudah tak ada di hatimu lagi. Apa karena wanita itu yang baru kau nikahi lalu kau melupakan aku yang sudah lama menemanimu.' lirihnya dalam hati.


Aina kembali membayangkan kisah cintanya bersama Adam. Walaupun awalnya Adam tak mencintai Aina, tapi ia memperlakukan Aina dengan lembut sehingga Aina semakin menambah getaran cintanya pada Adam. Selama pernikahan Adam tak pernah menyatakan cinta sekali pun pada Aina, namun Aina tak mempermasalahkan hal itu karena dengan perlakuan Adam yang lembut membuat Aina yakin bahwa Adam memiliki rasa cinta padanya. Akan tetapi sekarang ia sudah tak merasakan perhatiannya lagi. Adam tak seperti dulu lagi bahkan setelah ia menikahi wanita barunya, kini perlakuan Adam semakin berubah seperti orang asing bagi Aina.


Waktu tidak begitu terasa, akhirnya Aina telah sampai dikediaman utama. Ia melihat mobil mewah yang terparkir dihalaman.


"Pak! apakah ada tamu?"


"Iya non, ada tamu dari Prancis."


"Prancis?" ucapnya dengan bingung. "Siapa dia?"

__ADS_1


"Namanya Arshaka, dia adik dari nyonya Mariam."


"Adiknya? kok aku baru tahu ya Pak."


"Iya non, tuan shaka baru kembali kesini setelah sekian lama."


"Oh begitu." ucapnya dengan menganggukkan kepalanya, ia mengerti dengan ucapan Pak sopir.


Kemudian Aina masuk kedalam dengan jalan perlahan, ia melihat keadaan rumah utama.


'Tapi kok gak ada orang ya?' pikirnya dalam hati. Lalu Aina pun segera melangkah kelantai atas.


Setelah sampai kamar, Aina langsung merebahkan badannya. Rasanya ia sangat lelah karena semalaman ia tak tidur. Aina segera bangkit dari tempat tidurnya lantaran ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


'Siapa yang berada disana?' ucapnya. Aina penasaran lalu ia membuka paksa pintu kamar mandinya.


Aina berteriak! ia melihat seorang pria dengan balutan handuk di pinggangnya.


"Siapa kamu? kenapa masuk kedalam kamar saya." tegasnya dengan perasaan berkecamuk. Baru kali ini ia melihat pria asing yang berada diruang kamarnya.


"Kau siapa? kenapa berteriak seperti itu?" kata Shaka.


"Kau yang punya kamar ini. Kamu siapa?" Shaka melirik ke sekitar ruangan.


"Bukankah ini tempat kamar Adama ya?" Aina segera mengangguk atas jawabannya.


"Lalu kau siapa?" tanya Shaka.


"Aku istrinya." Shaka mengerutkan keningnya, ia baru tahu kalau Adam sudah menikah.


"Jadi Adam sudah menikah dengan mu?" Aina mengangguk kembali.


"Kau istrinya?"


"Iya aku istrinya. Jadi tolong kamu segera pergi dari sini, karena tidak baik wanita dan pria yang tak dikenal berada di satu ruangan.


"Ah iya kau benar juga." kemudian Shaka pergi meninggalkan kamar Aina tanpa bertanya lagi.

__ADS_1


Hampir saja Aina memukul Shaka, lantaran ia terkejut tiba-tiba ada pria asing yang berada di kamar mandinya. Ia juga baru mengenal pria yang bernama Shaka. Karena sebelumnya Aina tak pernah tau tentang keluarga Bu Mariam.


__ADS_2