Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
Episode 29


__ADS_3

Akhirnya Aina kembali pulang ke kediaman Bu Mariam, ia terpaksa harus tinggal disana dari pada ia di cap pelakor di kampungnya. Bahkan ia sangat trauma dengan kata-kata itu.


"Aina sebenarnya apa yang terjadi disana? kenapa kamu murung sekali." tanya Shaka penasaran.


"Awal aku datang kesana, aku bertemu dengan teman priaku namanya Aksa. Dia teman ku waktu dibangku sekolah dulu, kemarin dia menyapaku dan dia ikut bersamaku ziarah ke orang tuaku. Bahkan aku tak tahu dia sudah menikah," Aina menarik nafasnya dengan kasar.


"Setelah pulang dari ziarah, aku melihat ada beberapa warga yang berada di halaman rumahku. Disana ada wanita yang sedang menggendong seorang anak kecil, dan wanita itu istri dari Aksa." ucapnya dengan bibir bergetar, namun Shaka mencoba menguatkannya. Ia masih penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


"Lalu setelah itu?" ucapnya dengan mengelus punggung tangan Aina.


"Wanita itu marah-marah padaku, dan dia menganggap aku sebagai pelakor. Kau tahu aku sangat benci dengan nama itu." Aina mulai mengeluarkan air matanya, ia tak kuat untuk mengingat kejadian kemarin siang.


"Mereka semua ingin membakar rumah peninggalan orang tuaku, bahkan aku sampai ditendang oleh wanita itu dan aku memohon padanya untuk tidak melakukan apapun pada rumah peninggalan orang tuaku." Aksa yang mendengarnya pun ia ikut geram pada teman pria Aina yang tidak bertanggung jawab. Jika saja ia ada disana mungkin ia akan menyelamatkan Aina. Shaka tak tega melihat kesedihan Aina lalu ia memeluk dan menguatkannya agar Aina tak mengingat kejadian kemarin.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis lagi, sekarang ada aku disini. Maaf, karena aku tak ikut bersamamu. Kau jadi mengalami semua ini." ucapnya. Aina semakin menangis sesenggukan di pelukan Shaka, ia semakin mengeratkan pelukannya membuat Shaka semakin tidak tega.


Adam mengepalkan tangannya, melihat Aina dan Shaka saling berpelukan. Hatinya ikut nyeri mendengar cerita Aina, namun ia tak suka melihat mereka berpelukan.


"Mas," panggil Erina.


"Ya, ada apa Erina."


"Iya," jawab Adam singkat.


"Kenapa Mas masih berharap padanya? aku istrimu Mas, dan dia mantan istrimu. Kenapa kamu masih mencarinya." ucap Erina dengan bibir bergetar menahan rasa sakit hati dan cemburunya.


"Erina, kau tahu Aina itu seseorang kepercayaan Ibuku? aku tak bisa membiarkannya pergi begitu saja."

__ADS_1


"Berarti kau tak menghargai perasaanku Mas, aku rela menikah dengan mu demi untuk mengandung anakmu." teriaknya.


Adam menarik tangan Erina membawa masuk ke kamarnya, ia tak mau Aina dan Shaka mendengar pertengkarannya.


"Apa maksud mu hah? apa kau menyesal mengandung anakku. Asal kau ingat, aku telah menyelamatkan mu dari kakek tua itu. Jika saja kamu tak menikah denganku maka kau akan hidup dalam penderitaan dengan kakek tua. Kau mau?"


Erina terdiam dengan kata-kata Adam, apa yang di katakan adam memang benar adanya. Namun ia juga tak bisa menerima jika Adam masih mengharapkan mantan istrinya. Ia cemburu dengan semua itu, karena dirinya bukan semata-mata untuk menikah dengan Adam namun ia memang benar-benar mencintai Adam.


"Kenapa kau diam. Ingat! kita menikah hanya untuk memiliki anak saja."


"Apa maksud mu Mas? kau menikahi ku karena kau mencintaiku. Kau janji padaku untuk menjadikan aku satu-satunya. Sampai kapan aku tak akan rela jika kau kembali pada mantan istrimu itu!" tegasnya. Erina tak menyangka pada sikap Adam yang semakin hari semakin berubah padanya. Padahal sebelum cerai dengan aina, ia sangat di manjakan oleh Adam. Berbeda dengan sekarang, ia sering bertengkar hanya karena mantan istri dari suaminya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2