Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
Episode 8


__ADS_3

Aina masih setia menunggu kepulangan suaminya, namun sudah pukul 2 dini hari Adam belum menunjukkan batang hidungnya. 'Mas kau kemana? kenapa masih belum pulang.' sedangkan Bu Mariam marah besar menerima laporan dari orang suruhannya bahwa Adam telah menikah tanpa persetujuan darinya.


Bu Mariam semakin gelisah, kesehatannya kembali terancam memikirkan Adam anak satu-satunya. "Nyonya, kenapa anda belum tidur? ini sudah pukul 2 dini hari. Kesehatan anda nanti terganggu."


"Kalau kau ngantuk lebih baik kau tidur saja Asti, saya tidak bisa tidur." katanya. "Tapi nyonya? bagaimana dengan kesehatan anda?" Asti terpaksa harus memberitahu Aina , ia tak bisa meluluhkan hati Bu Mariam.


Tok tok tok...


"Non Aina!" panggilnya dari luar pintu kamar Aina. Aina yang mendengar ada memanggilnya ia langsung membukakan pintu. "Bi asti, ada apa?"


"Nyonya belum tidur non, ini sudah dini hari tapi nyonya masih belum tidur. Bibi takut kenapa-kenapa."


"Ya sudah, aku kesana bi." ucapnya, Aina mengikuti bi Asti dari belakang menuju kamar Ibu mertuanya. Aina merasa sedih melihat kondisi Bu Mariam yang semakin hari semakin kurus.


"Ibu, kenapa belum tidur?" sapanya.


"Ibu belum ngantuk Aina. Kenapa kamu kesini Aina? harusnya kamu juga tidur."


"Aina baru bangun Bu," ucapnya berbohong padahal dirinya juga tidak bisa tidur karena memikirkan suaminya yang masih belum pulang. "Kau kembalilah, Ibu sedang ingin sendirian." Aina terpaksa meninggalkannya, ia tak bisa membantah keinginan Ibu mertuanya. Hanya Adam lah yang berani membantah perintah Bu Mariam.



Pasangan pengantin yang telah sah menjadi suami istri sedang menikmati indahnya malam. Terutama Adam seorang pria normal yang baru merasakan kembali nikmatnya surga dunia membuatnya menginginkan lagi dan lagi. Erina wanita muda yang masih gadis bisa membuat Adam seperti orang yang baru merasakan kenikmatan. Setelah lama ia tak menyentuh istri pertamanya, bahkan kenikmatan dalam diri Adam pun hilang setelah lama ia tak melakukannya dengan Aina. Namun sekarang ia menemukan kembali rasa yang telah hilang.


"Erina kenapa nikmat sekali," bisiknya pada telinga Erina. Erina tersenyum bahagia, ia bisa memuaskan suaminya bahkan ia tak peduli dengan rasa sakit pada intim bagian bawah. Adam yang melakukan berkali-kali membuat Erina kewalahan. Namun, Erina tak ingin mengecewakan suaminya. Ia tetap memberikan yang terbaik untuk Adam sehingga Adam menikmati malam pertama dengan dirinya.


"Sayang, kenapa kau meringis? apa kau merasa kesakitan." Erina hanya mengangguk sebagai jawabannya, ia takut jika dirinya berbicara jujur pada Adam. Ia tak ingin mengecewakan Adam jadi ia menahan rasa sakit yang amat perih.

__ADS_1


"Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini, tapi jujur aku sangat menikmati mahkotamu. Terima kasih sudah menjaganya untukku. Aku mencintaimu Erina." Erina tersenyum, akhirnya pria yang baru ia kenal dan menikahinya kini ia bisa mendapatkan hati Adam dengan sepenuhnya. Adam memeluk Erina dengan erat, hingga pada akhirnya mereka tidur pulas dengan nyaman setelah bercinta.


Namun tidak dengan Erina, ia tidak bisa memejamkan matanya sampai pagi hari. 'Mas, semarah inikah kau padaku sehingga tak pulang untuk menemuiku. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu.' tanpa disadari air mata Aina lolos begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"Nona Aina!" teriak bi Asti dari luar. Dengan cepat Aina menghapus air matanya lalu ia membukakan pintu untuk bi Asti.


"Ada apa bi?"


"Nyonya pingsan nona, bagaimana ini." seketika Aina terkejut dengan ucapan bi Asti, ia langsung berlari kekamar Ibu mertuanya yang berada dilantai bawah.


"Ibu! Ibu bangun Bu."


"Bagaimana ini nona? bibi takut nyonya kenapa-kenapa." ucapnya dengan nada yang ketakutan. "Kita telpon dokter saja!" Aina segera mengambil ponsel dari sakunya lalu ia menghubungi dokter dengan tangan bergetar.


"Hallo ada apa Aina?" tanya dokter Putri.


"Ibu pingsan dok, apa dokter bisa segera kesini?"


"Iya dok benar, aku akan segera membawanya kesana dok." lalu Aina mematikan ponselnya. Ia segera memanggil supir pribadi Bu Mariam untuk segera dibawa kerumah sakit.


'Semoga Ibu baik-baik saja.' ucapnya dalam hati dengan penuh harap.


Setelah sampai rumah sakit, Bu Mariam segera dibawa keruang gawat darurat. Sedangkan Aina tak bisa masuk kedalam, ia hanya bisa menunggu diluar dengan perasaan takut dan cemas.


"Nona, sebaiknya anda beritahu tuan Adam."


"Iya bi, terima kasih sudah mengingatkanku. Hampir saja aku melupakannya." Aina segera menghubungi suaminya namun tak ada jawaban dari Adam setelah kesekian kalinya.

__ADS_1


"Bagaimana nona? apakah tuan Adam sudah mengetahuinya." Aina menggelengkan kepalanya dengan perasaan sedih. "Mas Adam tak mengangkat panggilanku bi, aku tak tahu kenapa Mas Adam semakin sulit untuk dihubungi." ucapnya dengan nada bergetar. Aina sudah tak tahan lagi untuk menahan air matanya. Ia benar-benar sedang dalam masa sulit.


"Yang sabar ya non, semoga tuan Adam segera mengetahuinya."


"Iya bi." Tak lama kemudian seorang dokter yang memeriksanya telah selesai, ia memberitahu Aina bahwa Bu Mariam mengalami koma.


"Tidak! tidak mungkin dok. Kenapa Ibu harus mengalami semua ini hiks hiks." hati Aina benar-benar hancur menerima kenyataan bahwa Bu Mariam mengalami koma. Ia hanya bisa menangis dalam pelukan bi Asti.


"Sabar non, kita berdoa bersama-sama untuk kesembuhan nyonya."


"Kenapa Ibu harus mengalami ini semua bi. Aku hanya punya Ibu satu-satunya yang selalu menyayangiku. Kalau Ibu begini siapa yang akan menyemangatiku bi."


"Sabar non, kita berdoa semoga nyonya segera sadar." Aina mengangguk dengan jawabannya, ia sudah tak bisa berkata-kata lagi. Hatinya begitu sakit mengharapkan suaminya, bahkan sekarang ia harus menerima kenyataan pahit dari Ibu mertuanya. Sungguh hidup Aina sedang berada diujung tanduk.


Namun tidak dengan Adam, ia sedang berbahagia dengan istri barunya sehingga ia melupakan istri dan Ibunya yang sedang sakit. Cinta memang membutakan segalanya, ia terlalu menikmati belaian istri mudanya yang membuat ia melupakan segalanya.


Jack sebagai asisten Adam ia mendapatkan informasi dari sopir pribadi Bu Mariam bahwa pemilik perusahaan Leonardo mengalami koma. Seketika Jack shock mendengar informasinya, ia segera menghubungi Adam namun sama sekali tak ada jawaban.


"Sial! kemana dia?" kesalnya dengan mengeratkan jari tangannya. Kemudian Jack menelpon Aina untuk memastikan informasi yang beredar.


"Iya benar Jack, Ibu mengalami koma. Apa kau sedang bersama Mas adam? tolong beritahu dia tentang Ibu. Dari semalam Mas Adam tak mengangkat panggilanku."


"Baik Aina, aku akan segera menemui tuan Adam untuk memberitahukan kondisi Ibu Mariam."


"Terima kasih Jack," ucapnya dengan suara lemah Aina.


Jack mencoba menghubungi Adam, namun masih tak ada jawaban. Ia sangat kesal pada tuannya dan ia berniat untuk mendatangi apartemennya walaupun ia telah dilarang kesana.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih yang sudah mampir ke ceritaku. Jangan lupa like, serta komen, dan subscribe ya.


__ADS_2