Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
Episode 40


__ADS_3

Adam tak bisa berkata-kata lagi setelah Aina jujur bahwa dirinya sangat mencintai Shaka. Ia hanya bisa merelakan mantan istrinya yang ia cintai kini harus menikah dengan orang lain. Adam benar-benar menyesal telah mengabaikan dan menyia-nyiakan istri sebaik dan secantik Aina. Ia tidak menemukan wanita yang seperti Aina lagi.


Walaupun Aina akan menerima Shaka sebagai suaminya, ia tetap akan menceraikan Erina yang kini masih menyandang status istri.


Adam menarik nafasnya dengan kasar, lalu ia menghampiri Erina yang sedang berada di hadapannya.


Adam menatap wajah Erina dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Erina, maaf jika ucapanku akan menyakiti hatimu. Sungguh ini ucapanku dari hati," Erina kembali menatap manik mata Adam dengan tatapan sendunya, ia tahu berbicara Adam mengarah ke suatu yang ia tidak inginkan.


"Erina, awalnya aku menikahimu untuk memiliki seorang anak, tapi kau malah membunuhnya. Aku sangat marah padamu, karena kamu tidak bisa menahan janin yang ada dikandunganmu. Mungkin jika anak itu lahir, aku pasti akan mencintaimu dengan tulus. Aku menyesal telah meninggalkan Aina demi kamu. Maaf ucapanku sudah lantang, Erina. Aku harap kamu mengerti dengan apa yang aku katakan saat ini." Adam kembali menarik nafasnya dengan kasar, ia tak tega akan mengatakannya pada Erina. Tapi hatinya tak bisa bohong bahwa dirinya sudah tak mencintai Erina.

__ADS_1


"Mari kita bercerai, Erina." ucapan Adam sangat menusuk hati Erina, air mata Erina kini tumpah dihadapan semua orang. Aina, Shaka, dan juga Bu Mariam melihat dan mendengar apa yang sedang Adam bicarakan.


"Kamu setega itu padaku, Mas."


"Maaf, Erina. Aku bukan pria yang baik untukmu. Jadi carilah pria yang benar-benar mencintai kamu,"


"Kamu jahat, Mas." Erina menangis, bahkan ia marah dan kecewa pada Adam.


"Maaf, aku benar-benar minta maaf," ucapnya lagi.


Erina membereskan bajunya satu persatu kedalam cover. Ia juga membawa sejumlah uang dan perhiasan yang telah diberikan Adam untuk menyambung hidupnya. Ia harus kembali ke desa dengan serba kekurangan.

__ADS_1


Erina membawa covernya menuju lantai bawah.


Aina tidak tega melihat Erina yang telah diceraikan suaminya, entah terbuat dari apa hatinya sehingga ia sering mengasihani orang yang pernah menyakitinya.


"Aku menerima perceraianmu, Mas. Mari kita bercerai, aku akan pergi dari sini. Terima kasih kau sudah menolongku waktu itu, maaf karena aku tak bisa seperti yang kamu inginkan," ucapnya, kemudian Erina meninggalkan kediaman Bu Mariam dengan tangisan yang masih terdengar di telinga Adam.


Aina ingin mengejarnya, namun Shaka menahannya. Ia tak ingin Aina kembali dalam masalah.


"Adam apa benar dengan keputusanmu?" tanya Bu Mariam.


"Iya, Bu. Maafkan aku sudah membuat ibu sedih, maafkan kata-kata dulu karena tidak pernah menurut pada ibu."

__ADS_1


"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Semoga kamu menemukan wanita yang sesuai dengan keinginmu. Ibu tak akan ikut campur dengan urusanmu. Jalani hidupmu dengan benar, jangan terlalu egois pada wanita. Setelah kau gagal yang ke dua kalinya, ibu tak mau kau gagal lagi yang ke tiga kalinya. Ibu harap kau mengerti dengan apa yang ibu ucapkan. Perbaiki sikapmu, dan buang sikap egoismu itu." ucapnya.


"Baik Bu," kemudian Adam pergi meninggalkan rumah ibunya, entah kenapa saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja. Ia ingin menyendiri untuk menenangkannya.


__ADS_2