Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
Episode 28


__ADS_3

Adam baru sadar ternyata Aina pergi kerumah orang tuanya, ia segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi untuk mencapai kesana. Sedangkan Shaka menggunakan google maps karena ia belum pernah tahu kediaman orang tua Aina.


'Aina, jadi kau pulang ke kampungmu, kenapa aku tak kepikiran sama sekali.' ucap Adam dalam hatinya. Ia semakin semangat untuk menemui Aina, walaupun sudah menunjukan pukul 3 pagi ia tak merasakan kantuk sama sekali.


Tak lama kemudian akhirnya mobil Adam sampai dihalaman rumah peninggalan orang tuanya, ia melihat rumah itu sepi yang jauh dari tetangga.


Tok tok tok.


Aina mendengar suara ketukan pintu dari luar, ia yakin itu pasti Shaka. Aina segera menghapus air matanya lalu ia membuka pintu untuk bertemu dengan Shaka. Namun apa yang ia kira ternyata salah.


"Aina!" panggilnya dengan perasaan bahagia, Adam langsung memeluk erat tubuh Aina. Ia sangat merindukan mantan istrinya itu padahal belum satu hari ia ditinggalkan oleh wanita yang telah ia ceraikan.


"Lepaskan aku! kenapa Mas Adam kesini?" tegasnya, Aina kecewa pada dirinya sendiri karena sudah berharap pada Shaka namun ternyata Adam lah yang datang.

__ADS_1


"Aina, kenapa kau tak memberi tahu aku. Aku sangat merindukanmu."


"Lepaskan aku Mas! kau bukan siapa-siapa aku. Untuk apa kau datang menemuiku." ucapnya dengan memberontak meminta Adam untuk segera melepaskan pelukannya.


"Maaf, aku minta maaf." Adam sadar, lalu ia melepaskan pelukannya.


"Aku datang kesini untuk menjemputmu Aina, pulanglah bersamaku. Aku minta maaf jika aku ada salah padamu." sambungnya lagi.


"Sudah Mas, tak perlu minta maaf. Kau tak salah, aku kesini hanya rindu pada kedua orang tuaku. Aku tak berniat untuk kabur. Jadi pergilah dari sini, aku bisa pulang sendiri."


"Harus kau menyambut ku dengan baik, bukan mengusirku seperti ini. Hargai perjuanganku." ucapnya lagi.


"Terima kasih sudah menjemput aku kesini. Tapi maaf aku tak bisa pulang bersamamu." ucapnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Shaka datang, ia melihat Adam yang sudah berada di depan pintu rumah Aina. Ia baru sadar bahwa Adam telah mengikutinya.


"Kak Shaka!" kata Aina, dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka ternyata Shaka juga datang menjemputnya.


"Aina, kau tak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja Mas, terima kasih sudah datang untuk menjemput ku." ucapnya, lalu Aina segera memeluk tubuh Shaka dengan erat. Shaka terdiam tiba-tiba mendapat pelukan dari Aina. Lalu ia pun membalas pelukannya walaupun ada sepasang mata yang tidak suka.


"Ayo kita pulang Aina, kau sudah tak nyaman tinggal disini?"


"Iya kak, aku ingin pulang. Aku tak ingin tinggal disini lagi, semua orang disini jahat padaku kak." ucapnya dengan air mata yang membasahi pipi. Aina mengingat kembali kejadian siang tadi.


Adam yang melihat Aina dan Shaka sedang berpelukan, ia merasakan hatinya sakit melihat kedekatan mereka berdua.

__ADS_1


'Beginikaj rasanya melihat orang yang dicintai bersama orang lain?' ucap Adam dalam hatinya. Ia tak ingin melihat kedekatan mereka berdua jadi ia pergi dari rumah peninggalan orang tua Aina dengan perasaan sakit hatinya. Awalnya Adam ingin marah pada Shaka, namun karena ia melihat kenyamanan Aina dengan Shaka membuat dirinya sadar


Bersambung.


__ADS_2