
Bu Mariam dan juga Adam telah sampai ditempat tujuan, yaitu rumah sakit tempat dimana Erina dirawat. Bu Mariam berjalan masuk ke ruang rawat dengan diikuti oleh Adam.
ceklek...
Erina yang sedang mengupas buah pun terkejut dengan kedatangan Ibu mertuanya yang selama ini tak menyetujui pernikahan dirinya bersama Adam.
"Selamat pagi," ucap Bu Mariam. Erina buru-buru menyimpan buahnya yang belum sempat ia makan.
"Pagi Bu," jawabnya dengan gugup, entah kenapa ia sangat takut jika berhadapan dengan Ibu mertua.
Tak lama kemudian Adam masuk keruangan itu, Erina yang tadinya gugup kini tersenyum melihat kedatangan Adam.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Bu Mariam.
__ADS_1
"Sudah mendingan Bu, mungkin besok sudah diizinkan pulang. Bagaimana dengan keadaan Ibu?"
"Seperti yang kau lihat, saya lebih sehat dari sebelumnya."
"Saya ikut senang atas kesembuhan Ibu." ucapnya, Erina menatap Adam dengan tersenyum. Akan tetapi Adam tak menanggapinya, ia malah fokus pada ponselnya.
"Mas, apa kau sudah sarapan?" tanya Erina pada Adam.
"Sudah!" jawabnya singkat. Erina mengangguk atas jawabannya, ia sangat malu dengan sikap Adam yang telah berubah tak seperti biasanya yang selalu memanjakan.
"Sama-sama, tentu saja saya harus menjenguk menantu saya."
"Apa kata Ibu? menantu?"
__ADS_1
"Ya, kau menantu saya. Memangnya kenapa?" Erina senang ternyata Bu Mariam sudah menganggap ia sebagai menantu. Tapi tidak dengan Adam, ia tak ingin Ibunya menganggap Erina sebagai menantu karena ia berniat akan segera menceraikan Erina.
'Kenapa setelah aku tak mencintainya lagi, Ibu malah menyetujui pernikahanku.' kesalnya dalam hati.
Semakin hari perasaan Adam pada Erina semakin hilang setelah tahu Erina menggugurkan kandungannya. Adam telah menyimpulkan bahwa Erina tidak baik untuk dijadikan seorang istri. Ia baru menyadarinya sekarang setelah tahu sikap Erina.
Adam kembali memikirkan kata-kata Ibunya dulu, menyarankan untuk mengadopsi anak sebagai penerus dan sebagai penghangat dalam rumah tangga. Akan tetapi dulu Adam menolaknya karena ia tak Sudi mengadopsi anak yang bukan darah dagingnya.
Setelah kejadian kemarin, ia berpikir untuk kembali pada Aina. Wanita yang baik yang tidak pernah ia cintai dan selalu ia abaikan, kini wanita itu ternyata separuh hidupnya. Ia baru menyadari perasaannya setelah Aina pergi dari rumah utama dan pulang ke kampungnya. Ia seperti kehilangan separuh nyawa bahkan ia tak bisa tidur karena selalu memikirkan, Aina.
"Terima kasih, Ibu sudah menganggap saya sebagai menantu." ucapnya dengan penuh syukur.
"Ya, Ibu harap pernikahan mu langgeng bersama Adam. Ibu ingin kalian bahagia sampai tua nanti dan Ibu juga berharap ini terakhir kali Adam menikah lagi." ucap Bu Mariam dengan mendoakan anaknya. Ibu mana yang ingin melihat anaknya bahagia tanpa menyakiti perasaan wanitanya. Bu Mariam sudah membuka hatinya untuk Erina sebagai istri dari anaknya. Bu Mariam tak ingin Adam mengejar Aina kembali, karena rencananya sekarang ia ingin menjodohkan Aina bersama Shaka. Bu Mariam berharap Shaka segera menikah dengan pilihannya, walaupun Aina sudah menjadi janda bukan penghalang bagi Shaka. Karena selama ini Shaka pernah di bohongi oleh wanita yang mengaku gadis namun ternyata wanita itu pemain handal yang melayani banyak pria. Dari pengalaman itulah Shaka tak pernah mengencani wanita yang mengaku gadis namun ternyata pemain pria, ia lebih suka wanita yang berstatus janda dan jelas asal-usulnya.
__ADS_1
Bersambung.