Wanita Yang Kau Abaikan

Wanita Yang Kau Abaikan
Episode 39


__ADS_3

Shaka dan Aina kembali ke rumah utama. Bu Mariam yang sedang duduk tersenyum pada mereka berdua. Bu Mariam tahu apa yang telah terjadi pada Shaka dan Aina.


"Shaka kenapa kau kembali lagi? Bukankah sebentar lagi pesawatmu akan segera terbang."


"Aku tidak jadi untuk pulang kak," Adam yang mendengar suara Shaka, ia langsung turun kebawah untuk melihatnya. Adam melihat Shaka yang menggandeng tangan Aina.


"Kenapa tidak jadi? Bagaimana dengan perusahaan mu di sana?"


"Aku sudah menyuruh asistenku untuk menghandle semuanya. Aku dan Aina akan segera menikah, nanti aku akan membawa Aina ke negaraku." seketika Adam terkejut mendengar penuturan Shaka. Ia langsung menghampiri Shaka.


"Apa maksud mu akan membawa Aina?"


"Aku akan menikah dengan Aina, memangnya kenapa. Itu hak ku."


"Kau boleh menikah tapi tidak dengan Aina, dia mantan istriku." Shaka tersenyum sinis menanggapi ucapannya.


"Aina sudah menjadi mantanmu, dan aku berhak memungutnya. Bukankah begitu?" tiba-tiba Adam menarik kerah baju Shaka, membuat Aina dan Bu Mariam panik.


"Adam hentikan!" teriak Bu Mariam.

__ADS_1


"Kau tak boleh menyakiti Shaka, apa yang dikatakan Shaka memang benar. Kenapa kau marah?" teriaknya lagi.


"Aku tak terima dia menikah dengan Aina Bu,"


"Tapi kenapa? Aina bukan istrimu lagi, Adam."


"Aku masih mencintai Aina, aku juga akan segera menceraikan Erina dan kembali pada Aina." ucapnya dengan jujur.


Kemudian Aina menatap Adam dengan serius.


"Maaf, Mas. Aku sudah tak mencintaimu lagi, dan hubungan kita sudah selesai. Aku akan menikah dengan kak Shaka. Jadi, tolong izinkan kami dan jangan pernah mengganggu hubungan kami."


"Tidak Aina," Adam membantahnya.


Adam langsung berlutut di kaki Aina, ia berharap Aina akan kembali lagi padanya.


"Tolong maafkan kesalahanku dulu, Aina. Aku masih mencintaimu, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Aku janji akan menceraikan Erina demi hidup kita."


Erina yang baru saja pulang dari rumah sakit, ia mendengar ucapan suaminya. Hatinya sangat sakit mendengar pengakuan Adam yang akan menceraikannya.

__ADS_1


"Apa maksud ucapanmu Mas?" mereka semua menatap pada Erina yang baru saja datang.


"Maaf Erina, aku menyudahi hubungan kita sampai disini. Jujur aku masih menaruh perasaan pada mantan istriku." jelas Adam.


"Kenapa Mas, bukankah kau berjanji akan selalu mencintaiku, kenapa kau mengingkari janji itu mas?" Erina mulai meneteskan air matanya, ia sudah tak kuat lagi menerima kenyataan.


"Maaf, keputusanku sudah bulat. Mari kita bercerai." kata Adam. Bu Mariam menghampirinya lalu ia menasihati Adam.


"Adam, kau ini seorang pria. Kenapa kau selalu menyakiti setiap hari wanita. Dulu kau meninggalkan Aina demi Erina, kenapa sekarang kau membuangnya. Bukankah kau mencintai Erina sehingga kau menyia-nyiakan Aina."


"Aku baru sadar Bu, ternyata selama ini, Aina lah yang ada dalam hatiku. Aku baru menyadarinya." Shaka hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Adam yang menurutnya tak masuk akal dan egois.


"Kamu tega, Mas." kata Erina.


"Maafkan aku Erina."


Aina mengangkat tubuh Adam untuk tidak berlutut padanya, apapun yang Adam lakukan padanya, ia tetap teguh pada pendiriannya. Aina tak akan pernah kembali pada mantan suaminya.


"Aina aku mohon,"

__ADS_1


"Maaf, mas. Aku tidak bisa. Aku mencintai kak Shaka. Tolong jangan berharap padaku lagi. Jalani rumah tanggamu dengan baik, Mas. Aku yakin Erina wanita terbaik untukmu." kemudian Aina pergi dari hadapan Adam dengan menarik tangan Shaka untuk mengajaknya kembali pada kamar Shaka.


'Tuhan, aku sungguh menyesal telah menyianyiakan Aina, wanita yang baik dan cantik.' lirihnya dalam hati.


__ADS_2