Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 20


__ADS_3

Pagi ini untuk pertama kalinya Tisya berstatus menjadi menantu di rumah suaminya. Tapi Wilson tidak membuatkannya untuk melakukan apapun karena Wilson masih sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Makanlah dan minum obatnya!" Wilson meletakkan sepiring nasi lengkap dengan lauk dan segelas besar air putih di samping tempat tidur Tisya.


"Cuma gitu aja nyuruhnya?" protes Tisya membuat Wilson mengerutkan keningnya dan menatap sang istri.


"Ada apa?"


"Nggak romantis!" Tisya melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah kesalnya membuat Wilson tersenyum. Ia pun segera duduk di tepi tempat tidur dan mengambil piringnya lagi.


"Duduklah!"


Tisya tersenyum dan membetulkan duduknya. Wilson dengan telaten menyuapi Tisya.


"Selamat pagi!" sapaan seseorang yang sudah mereka kenal berhasil menghentikan kegiatan mereka.


"Nara!" ucap Tisya dan Wilson bersamaan.


"Bagaimana keadaan kamu Tisya?" Nara bersikap biasa saja seolah-olah semalam tidak terjadi apa-apa.


"Sudah lebih baik!"


"Kak Wil, biar Nara aja yang suapi Tisya! Siniin piringnya!" Nara mengacungkan tangannya meminta piring yang ada di tangan Wilson.


Tisya mengangukkan kepalanya agar Wilson menyetujui permintaan Nara.


"Baiklah!"


Wilson pun akhirnya dengan berat hati menyerahkan piring yang isinya tinggal setengah itu dan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Kini Nara yang menggantikan dia duduk.


"Makanlah, kata Bu bidan kalau kamu sudah merasa baikan, sebaiknya kamu periksakan diri di puskesmas! Iya kan kak Wil?" Nara menoleh pada Wilson yang masih berdiri di belakang Nara.


"Iya, tapi biarkan Tisya istirahat dulu, sepertinya dia belum terlalu baik!"


"Iya kak!" Nara masih menyuapkan makanan Tisya hingga habis dan bergantian meminumkan obat Tisya.


"Kapan kembali ke rumah aku?" kini Tisya menatap ke arah Wilson dan meminta pendapatnya.


"Sudah aku bilang tadi kan Nara, dia masih butuh istirahat. Untuk sementara biarkan dia di sini dulu sampai benar-benar sembuh!" Wilson membantu menjawab pertanyaan Nara.


"Iya kak, Nara mengerti kok!" Nara pun segera berdiri dan membawa piring dan gelas kotor itu.


"Nara ke dapur dulu ya kak!" ia melewati tubuh Wilson begitu saja.


Saat keluar dari kamar, Nara langsung berpapasan dengan ibu Wilson yang baru datang dari pasar.


"Selamat pagi Bu, habis dari pasar ya Bu! Sini biar Nara bawakan belanjaannya!"


"Nggak usah, nggak berat kok!"


"Nggak pa pa Bu!" Nara pun membawa piring kosong di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk membawa tas belanjaan ibunya Wilson.


Mereka berjalan bersama-sama ke dapur, Nara meletakkan tas belanjaan di kursi kayu yang sudah usam sedangkan ia membawa piring kotor ke tempat cuci piring dan mencucinya bersama beberapa piring kotor lainnya.


"Biarkan saja di sini Nara, biar ibu cuci sendiri nanti!"


"Nggak pa pa Bu, ini kan juga sudah biasa!"

__ADS_1


"Nara nggak ke sekolah?"


"Nara sengaja ijin Bu, soalnya cemas sama keadaan Tisya!"


"Kamu begitu perhatian sekali sama dia, seandainya saja kamu tahu_!" ibu Wilson segera menghentikan bicaranya.


"Tahu apa Bu?"


"Bukan apa-apa, hari ini ibu mau masak pepes ikan, nanti kamu bawakan ibu kamu ya!"


"Iya Bu!"


Sementara Nara mencari perhatian ibu Wilson, Tisya dan Wilson memilih untuk tetap di dalam kamar.


"Kamu nggak pa pa di sini terus Wil, nggak takut Nara curiga?"


"Memang apa peduliku, dia bukan siapa-siapa aku!"


"Wil, aku kan masih mau jalankan rencana! Aku nggak mau ya sampai Nara curiga sama hubungan kita!"


"Kamu ini ya, masih mencemaskan orang saja! Sudah istirahatlah, biar aku keluar dulu!" Wilson akhirnya memilih untuk keluar meskipun begitu berat meninggalkan sang istri.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2