Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 22


__ADS_3

Wilson bergegas pulang, ia sampai melupakan kalau di rumah juga ada Nara.


"Bisa-bisanya aku meninggalkan Tisya sama Nara!" gerutunya pada diri sendiri.


Dengan sedikit berlari ia masuk ke dalam rumah dan langsung memeriksa kamarnya dan benar saja ia tidak mendapati Tisya di sana.


"Dimana?"


Wilson kembali keluar dan mencari ibunya, hanya ada Nara dan ibunya tadi di rumah.


"Buk, di mana Tisya?" tanya Wilson saat melihat ibunya sedang sibuk di dapur.


"Dia ikut sama Nara!" ibu Wilson bicara tanpa menoleh pada putranya, sepertinya ia masih begitu marah pada putranya itu.


"Ikut Nara?" wilson memastikan apa yang dia dengan itu benar, ia mendekati ibunya yang bahkan tidak mau menatap wajahnya, "Ibu tahu kan Tisya masih sakit dan lagi pula ibu juga tahu kalau Tisya itu istri Wilson, kenapa ibu membiarkan Tisya di bawa pergi Nara?"


Brakkkk


Sang ibu menggebrak meja dan berdiri, menoleh pada putranya dan menatap dengan penuh kemarahan.


"Menurutmu ibu harus bersikap bagaimana? Atau kamu mau ibu bilang pada semua orang kalau kamu dan wanita itu sudah menikah, biar hancur semuanya, kamu ingin bapak kamu sama ibu kamu ini menderita di hari tuanya? Sudah cukup Wilson, kamu memberi beban pada bapak dan ibuk di masa tua ini, pak lurah itu orang yang berkuasa di sini, bahkan hanya dengan sekali kesalahan saja bisa jadi bapak sama ibu kamu ini di usir dari sini!"


"Bukan masalah besar Bu kalau kalian di usir, kalian bisa ikut dengan kami ke kota, tinggal di sana!"


"Tidak semuda itu Wilson, ini tanah kelahiran bapak sama ibuk, hidup dan mati bapak sama ibuk di sini! Kamu kalau tidak kasihan sama bapak dan ibukmu, silahkan lakukan sesukamu!"

__ADS_1


Bapak dan ibuk Wilson selalu berpikiran kolon, mereka tidak pernah melihat dunia luar, jadi menurutnya surganya adalah kampung tempatnya lahir.


"Terserahlah!" Wilson menyerah, ia beranjak pergi. Menurutnya berdebat dengan ibunya sudah cukup membuatnya frustasi.


Ia harus segera menyusul Tisya ke rumah Nara. Dengan sedikit berlari ia menuju ke rumah Nara dan memastikan Tisya baik-baik saja, membawa Tisya ke sana sama saja memasukkan Tisya ke lubang buaya.


Sesampai di depan rumah Nara, ia langsung di sambut oleh ibu Nara yang sepertinya hendak pergi.


"Ehh Wilson, cari Nara ya?"


"E_, iya Bu!" Wilson cukup canggung karena sebenarnya yang di cari bukan Nara tapi istrinya.


"Ada di dalam, baru saja datang sama Tisya! Ibu nggak tahu kalau Tisya sakit, kalau tahu pasti ibu sudah menjemputnya semalam!"


"Iya Bu, apa saya bisa bertemu dengan Ti_, maksudnya Nara?"


"Iya Bu!"


Saat ibu Nara sudah pergi, dengan cepat Wilson mengetuk pintu dan memanggil nama Tisya.


Saat pintu terbuka, ternyata bukan hanya Tisya yang keluar tapi Nara juga.


Srekkkk


Dengan cepat Wilson memeluk Tisya, ia tidak peduli di sampingnya ada Nara juga.

__ADS_1


"Aku khawatir sama kamu!"


"Wil, aku nggak pa pa! Lepaskan, ada Nara di sini!" bisik Tisya.


Wilson menatap wanita yang berdiri tidak jauh dari tempat Tisya, ia menatapnya dengan tatapan penuh luka. Perlahan Wilson melepaskan pelukannya.


"Kenapa pergi?" tanya Wilson setelah melepas pelukannya.


"Aku kan sudah bilang, kalau aku sudah sembuh aku akan tinggal di rumah Nara lagi!"


"Tapi kamu belum sembuh!"


"Aku sudah sembuh Wil, lihat aku tidak pucat lagi, suhu tubuhku juga sudah normal!"


Biar nggak kangen sama Wilson, aku kasih visualnya nih



Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2