Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 25


__ADS_3

Pagi buta bapak Wilson sudah siap mengajak Wilson ke pasar ikan, karena pagi seperti ini para nelayan baru saja kembali dari berlayar.


Setelah melaksanakan sholat shubuh mereka bergegas dengan sepeda motor milik Wilna yang sengaja di tinggal di rumah.


"Kenapa pakek motor? Adik kamu bisa marah-marah kalau begini!"


"Nggak akan pak kalau Wilson yang pakek, lagi pula kalau kita jalan kaki sudah pasti akan kesiangan sampainya!"


Mereka memakai jaket tebal karena udara begitu dingin di pagi hari, angin berhembus dari laut ke daratan membuat udara begitu dingin berbeda dengan saat sore hari, udara terasa lebih panas karena angin berhembus dari darat ke laut, saat itu para nelayan akan berangkat berlayar.


Hanya butuh waktu sepuluh menit akhirnya mereka sampai juga di pasar ikan, tampak para nelayan mulai menjajakan ikan hasil tangkapannya malam ini. Wilson dengan telaten mengajari bapaknya untuk melakukan negosiasi dengan para nelayan dan membeli hasil tangkapannya.


Setelah mendapatkan ikan-ikan itu, Wilson mengajak bapaknya untuk pergi ke pasar terdekat. Pasar yang ada di kecamatan, di sana ia bisa menjual ikan-ikannya dengan harga dua kali lipat bahkan ada yang lebih tinggi dari harga yang ia dapatkan. Apa lagi yang Wilson dan bapak ya jual adalah ikan segar.


"Bagaimana pak, kalau begini lebih mudah kan?" terlihat dagangan ikat Wilson dan bapaknya tinggal beberapa saja, bahkan mereka sudah mendapatkan beberapa pelanggan yang mengatakan akan datang lagi besok untuk mengambil ikan yang sama.


"Iya, kamu benar! Bapak kok jadi pengen jadi pengepul ikan saja dari pada pergi berlaut!"


"Wilson bilang juga apa, tinggal segini! Ini di bawa pulang saja ya pak, biar di masak ibuk! Wilson pingin makan ikan segar!"


"Sejak kapan kamu suka ikan segar?"


Wilson juga bingung, karena tiba-tiba ia ingin makan ikan segar, padahal biasanya ia tidak terlalu suka dengan olahan ikan.

__ADS_1


"Sejak hari ini pak!" bibir Wilson kembali tersenyum, ia mengingat tentang kehamilan Tisya.


Pasti ini gara-gara dia .....


"Ayo pak, sebaiknya kita cepat-cepat pulang!" Wilson mulai mengemas sisa ikannya.


"Mas, sudah habis ya?" seorang ibu menghampiri mereka.


"Maaf Bu, sudah habis! Besok saja ke sini ya Bu!"


"Yahhh, padahal tadi katanya yang di sana masih ada, makanya saya ke sini!"


"Maaf Bu sudah habis!"


Ibu itu pergi dengan perasaan kecewa, Wilson segera memasukkan sisa ikannya ke keranjang kanan kiri yang ia beli tadi sebagai tempat untuk membawa ikan sedangkan bapaknya ia biarkan duduk di atasnya.


"Buat Wilson pak, Wilson kan tadi sudah bilang pengen makan ikan!"


Matahari sudah mulai meninggi, udara yang tadi dingin kini sudah mulai hangat.


Karena jarak pasar dengan rumah sedikit lebih jauh mereka membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di rumah.


Sesampai di rumah, Wilson segera menemui ibunya dengan membawa ikan segar itu meminta ibunya untuk segera memasak.

__ADS_1


Wilson segera mandi selagi ibunya memasak karena setelah ini ia akan menemui istrinya.


Sambil makan ia dan bapaknya menghitung penghasilan hari ini.


"Jadi pak, hari ini kan modal kita satu juga, trus kita dapat uang dua juta lalu yang kita dapat dua juta empat ratus! Yang dua juta bapak simpan lagi untuk modal besok dan yang empat ratus bisa bapak sisihkan sebagian di tabung dan sebagian lagi buat tambah modal, sisanya di buat untuk keperluan hari ini!"


"Kenapa bapak tidak kepikiran dari dulu ya begini!"


"Bapak hanya tidak mau mencoba hal baru saja, ini awal yang bagus pak. Empat ratus ribu cukup banyak untuk hari ini, insyaallah besok bisa lebih banyak lagi!"


"Mudah-mudahan!"


Setelah menghabiskan makannya, ia pun mengambil rantang dan mengambil beberapa ikan olahan ibunya.


"Mau di bawa ke mana Wil?"


"Buat Tisya, Bu! Dia sangat suka masakan ibu!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2