Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 27


__ADS_3

"Aku nggak bisa baca, soalnya aku bodoh! Jadi kamu aja yang baca nanti!"


Wilson mengusap kepala Tisya, ia selalu berhasil di buat gemas oleh istrinya itu. Hanya melihatnya rasa cemasnya seketika hilang, bagi Wilson tisya adalah mood booster baginya, semua bisa ia lakukan dengan mudah kalau bersama Tisya.


"Oh iya, sayang! Aku bawa ini buat kamu!" Wilson mengambil rantangnya .


"Apa ini Wil?"


"Kamu tahu aku baru melakukan apa saja?"


"Apa?"


"Bantu bapak dagang ikan, aku berharap setelah ini bapak tidak perlu melaut saja!"


"Itu ide bagus sih, kok bisa kepikiran sih Wil?"


"Bisa dong, kamu lupa kalau_!"


"Suamiku pintar! Sudah tahu aku!" Tisya sudah hafal dengan apa yang akan di katakan oleh suaminya itu.


Dari ujung jalan terlihat Nara datang di bonceng oleh seseorang, Tisya dengan cepat menurunkan baju Wilson yang masih sedikit tersingkap.


"Kak Wilson, kamu di sini?" Nara dengan cepat menghampiri mereka yang masih mengobrol di depan.


"Iya, aku hanya ingin mengantarkan ini untuk Tisya, soalnya dia paling suka ikan!"


"Benarkah?" Nara menatap Tisya, ia pura-pura kaget.


"Selamat siang mas Wilson!" sapa sosok yang berjalan di belakang Nara. "Mbak Tisya, sudah sehat?"

__ADS_1


"Sudah mas Riski! Tumben anterin Nara?"


"Kebetulan tadi mau jalan di sekitar sini!"


Wilson selalu kesal saat Tisya mengobrol banyak dengan pria lain.


"Sepertinya urusan anda sudah selesai, apa tidak sebaiknya anda pergi!?" Wilson bicara dengan nada formalnya layaknya pengawal yang sedang melindungi atasannya.


"Sepertinya mas Wilson juga sama, apa tidak sebaiknya kita pergi bersama-sama, mungkin mas Wilson butuh tumpangan?"


"Tidak perlu, saya bisa jalan kaki!"


Wilson menatap ke arah Tisya dan Nara,


"Aku pergi dulu!"


"Kenapa juga aku malah pergi, dia seenaknya saja bicara dengan istri orang!" gerutu Wilson saat melihat pak kepala sekolah itu tidak juga beranjak dari tempatnya dan masih mengobrol asik dengan istrinya.


"Sial!"


***


Malam hari Wilson sengaja mengunci pintu kamarnya dari dalam, ia segera memeriksa berkas yang tadi siang di berikan oleh Tisya.


Ia menemukan beberapa poin yang tidak sejalan, atau tidak singkron dengan data lainnya, ada penambahan dana pada beberapa titik yang tidak jelas.


"Benar, ini tidak beres! Tapi tidak mungkin pak lurah bekerja sendiri, ia tidak mungkin bisa merubah ini sendiri! Pasti ada orang pintar di balik semua ini, setidaknya orang yang cukup mampu dalam akuntansi atau orang yang pandai IT!"


"Mungkin aku harus ke kantor desa untuk melihat langsung, tapi mau buat apa ke sana?"

__ADS_1


"Ibu, ya ibu! Mungkin KTP atau KK ibu perlu di rubah, aku harus mengeluarkan namaku kan di KK ibu!"


"Iya benar!" Wilson kembali menyimpan berkas itu di balik bantalnya. Ia segera menemui ibunya yang masih menonton tv sambil melipat pakaian yang baru saja di angkat dari jemuran.


"Bu!" Wilson ikut duduk di tikar yang ada di depan tv.


"Hmm!" ibunya sepertinya masih enggan bicara dengan Wilson.


"Bu, aku besok mau ke kantor desa, ibu butuh bantuan, misal merubah KK!"


"Buat apa kk di rubah?"


"Kan aku harus keluar dari KK ibu! dan bapak!"


Ibu Wilson menghentikan kegiatannya, ia menoleh dan menatap tajam pada Wilson.


"Jadi kamu mau buka semuanya pada orang kantor desa kalau kamu sudah menikah, begitu?"


"Nggak gitu Bu, sudah deh percaya sama Wilson! Nanti biar Wilson yang atur!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2