
Pak lurah terpaksa kembali duduk, begitupun dengan Nara dan suaminya, rumah pak lurah cukup besar dengan sofa yang cukup banyak jadi tidak masalah jika banyak yang masuk.
"Kenapa ada kamu juga?" pak lurah tampak keheranan melihat kedatangan Wilson, dan lagi Wilson juga tampak begitu akrab dengan Wilson, bahkan begitu menghormati pria yang seharusnya menjadi menantu idamannya itu.
"Pak Wilson ini adalah orang yang di beri wewenang untuk memimpin penyelidikannya atas kasus pak lurah!"
Pak lurah tampak tercengang, "Maksudnya? Dia juga anggota polisi?"
"Bukan, tapi beliau ini salah satu orang yang di rekomendasikan dari pusat untuk melakukan penyelidikan di tim penyidik kami atas beberapa bukti yang pak Wilson miliki!"
"Siapa dia? Maksudnya rekomendasi dari siapa?"
"Pak Rendi!" jawab Riski spontan sebelum pak polisi kembali menjawab. Pak lurah jelas tidak tahu siapa pria yang di maksud tapi beberapa tahu lalu memang ia pernah menerima tama dari kota yang bernama Rendi dengan beberapa pasukan khususnya.
Pak lurah pun langsung menatap ke arah Wilson, menatap apa yang di bawa oleh pria itu. Pria itu saat ini berpenampilan begitu berbeda, kemeja lengan dengan jasnya, benar-benar meyakinkan. Bukan pemuda kampung dengan kaos oblong dan celana selututnya.
Beberapa berkas saat ini berada di tangannya, dan sebuah bukti rekaman juga sudah ia kantongi, bukan hanya itu. Ia juga sudah mendapatkan keterangan dari beberapa staf dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Selama ini ternyata Riski malah hanya berperan sebagai bawahannya, dia memang bersikap polos dan tidak tahu menahu untuk mengelabuhi musuh, jika dia langsung bersikap frontal seperti yang di lakukan oleh Riski maka akan dengan mudah para penghianat desa itu mencium gerak geriknya, dia selama ini masih harus bermain cantik.
Flashback on
Di hari saat ia keluar dari rumah sakit, tiba-tiba ia mendapatkan telpon dari Rendi.
__ADS_1
"Iya pak?"
"Bisa datang ke kantor saya?"
"Ada apa ya pak? Apa tuan dokter ada di sana?"
"Tidak, ini tidak ada hubungannya dengan Frans! Ada tugas penting untuk kamu!"
"Baik pak, saya ke sana!"
Wilson pun langsung menuju ke kantor Rendi, selain menjadi sopir dokter Frans dan saudara iparnya. Wilson juga di latih menjadi pasukan Rendi sebagai upaya untuk melindungi keluarga finityGroup karena dokter Frans juga termasuk di dalamnya.
"Ada apa pak?"
"Kampung saya?"
"Iya, seseorang telah melaporkan banyak kecurangan di sana, jangan khawatir nanti kamu tidak akan bekerja sendiri di sana!"
"Tapi saya_!"
"Saya tahu kamu sedang mengindari pernikahan dengan gadis itu kan? Kamu akan menemukan jalan nanti di sana! Karena yang akan kamu tangani adalah lurah di sana."
"Pak lurah?"
"Iya!"
__ADS_1
Mendengar siapa yang di maksud Rendi, ia pun langsung menyetujuinya.
"Baik pak, saya akan berangkat!"
Wilson tahu apa resikonya nanti di sana jika mengajak Tisya, tapi ternyata Tisya tetap ngotot untuk ikut. Dan dengan terpaksa Wilson menyetujuinya.
Selama di kampung, wilson membaca kasus yang di lakukan oleh pak lurah, dan mulai membuat seolah-olah semua terjadi secara alami walaupun harus terpisah dari Tisya untuk sementara waktu.
Dokter Frans yang mengetahui keadaan Tisya, ia merasa tidak sabar dengan cara kerja Rendi dan Wilson, ia pun memaksa Rendi untuk di perbolehkan menyusul mereka dan memastikan jika kandungan adiknya baik-baik saja.
Dan benar saja, semua berjalan lebih cepat setelah kedatangan dokter Frans karena walaupun terlihat selengekan tapi dokter Frans termasuk pemikir yang cukup handal, jadi tidak heran jika Rendi mengijinkannya menyusul, karena ini sudah melebihi waktu yang di perhitungkan sebelumnya. Ia kira akan selesai dalam waktu satu atau dua Minggu tapi ternyata hampir satu bulan.
Flashback off
Akhirnya pak lurah tidak bisa berkutik lagi, semua bukti dan saksi sudah di depan mata, bahkan orang-orang yang ikut bekerja sama dengannya sudah tertangkap.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1