Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 43


__ADS_3

Akhirnya akad nikah Nara dan kepala sekolah Riski pun terjadi di rumah Wilson dengan persiapan seadanya, bahkan Riski hanya membawa dua juta uang cas yang ia gunakan sebagai mahar pernikahan dadakannya.


Setelah akad nikah selesai satu persatu orang meninggalkan rumah Wilson begitu pun dengan keluarga pak lurah, Riski pun ikut bersama mereka karena sudah resmi menjadi suami dari putrinya.


"Hahhhhh, akhirnya!" Tisya yang sudah begitu Merasa gerah segera menghembuskan nafas lega dan mendudukkan bokongnya di atas kursi rotan itu.


Wilson mengusap kepala istrinya gemas, setidaknya satu persatu masalahnya sudah berhasil di selesaikan. Tapi dia masih harus menghadapi hari esok yang mungkin pak lurah akan melakukan serangan lagi.


Dokter Frans pun ikut duduk disusul dengan kedua orang tua Wilson begitu juga dengan Wilna.


"Maaf pak dokter kalau kami lancang! Kami sebenarnya masih bingung, apa benar Wilson ini sudah menikah? Dan Tisya, apa benar dia saudara pak dokter?" tanya bapak Wilson.


"Iya pak, memang benar jika Wilson menikah dengan adik saya Tisya, dia adik kandung saya!"


Terlihat sekali wajah tidak enak dari kedua orang tua Wilson karena telah memperlakukan Tisya dengan tidak baik selama ini. Mereka bahkan Tidka mempercayai kalau Tisya dan wilson sudah menikah.


"Nak, maafkan ibu ya, selama ini ibu sudah bersikap tidak baik sama kamu, ibu banyak bicara kasar sama kamu!"


"Bapak juga, selama ini bapak terlalu di butakan oleh pak lurah yang memaksa kami menikahkan putrinya dengan Wilson karena rasa balas Budi kamu, sungguh kami minta maaf!"

__ADS_1


Tisya yang tiba-tiba mendapat perlakuan berbeda dari kedua orang tuan Wilson malah terlihat bingung, ia menoleh pada Wilson.


"Semuanya ada di tangan kamu, kamu boleh memilih untuk memaafkan atau tidak!" walaupun. mereka berdua adalah orang tuanya, tapi Wilson tahu apa yang sudah di lakukan kedua orang tuanya terhadap Tisya itu keterlaluan.


"Tisya tidak pa pa pak, buk, sungguh! Tisya sudah cukup senang karena mempunyai orang tua seperti kalian, Tisya bersyukur karena Wilson lahir dari rahim ibu yang menjadikan putranya begitu bertanggung jawab!"


Ibu Wilson segera berdiri dan memeluk Tisya.


Setelah pertemuan yang mengharukan itu, dokter Frans pun berpamitan untuk pulang, sopir dan beberapa pengawal sudah menunggunya di luar, ia menyerahkan masalah pak lurah sepenuhnya pada Riski dan Wilson.


"Kakak beneran mau pulang?" Tisya terlihat begitu tidak rela membiarkan kakaknya pulang lebih dulu.


"Iya, kakak tunggu kalian di Jakarta. Kakak juga harus menyiapkan acara tasyakuran atas kehamilan kamu kan!"


Setelah kepergian dokter Frans, mereka pun kembali masuk ke dalam rumah.


"Istirahatlah, aku akan menyusulmu nanti!" Wilson pun menyuruh Tisya masuk ke dalam kamarnya, ini kedua kalinya ia memasuki kamar suaminya semenjak datang ke kampung.


Setelah meminta Tisya masuk ke dalan kamar, Wilson pun kembali keluar. Selama adiknya datang ia bahkan tidak sempat menyapanya.

__ADS_1


"Wilna!"


Wilna pun segera berhambur memeluk kakak laki-laki nya.


"Selamat ya kak, tiba-tiba saja aku langsung jadi bibi!"


"Terimakasih, aku juga tidak menyangka secepat ini!"


"Kak Tisya kayaknya orang yang baik!?"


"Dia bahkan sangat baik, nanti kalau kamu mengenalnya kamu akan tahu sebaik apa dia!"


"Pasti dong!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2