Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 35


__ADS_3

Wilson memberi kode pada ibunya agar pergi meninggalkannya dulu.


Setelah ibunya pergi barulah Wilson bisa leluasa untuk berbicara pada dokter Frans.


"Tuan, tapi saya harus bergegas mencari Tisya. Dia dalam bahaya kalau saya tidak segera mencarinya! Pak lurah akan menemukannya lebih dulu!"


"Tisya sudah aman!"


"Maksud tuan dokter?"


"Ya aku tidak mungkin mempercayakan Tisya sepenuhnya padamu saat kalian tidak bisa di hubungi, mama sangat khawatir, dia trus merengek memintaku menelpon Tisya.


Seharusnya saya sudah curiga dari awal!"


"Maksudnya?"


"Kamu tahu kan cara saya mencari tahu para karyawan saya, itu juga berlaku untukmu!"


Wilson lupa, beberapa karyawan baru dia ikut melakukan penyelidikan, mencari tahu tentang kehidupan para karyawan itu dan memastikan tidak akan terjadi penghianatan.


"Maaf, saya melupakan itu!"


"Saya sudah curiga pad pria tadi sejak beberapa tahun yang lalu, dasar kamu saja tidak peka!"


"Maafkan saya tuan!" Wilson hanya bisa pasrah mengakui kesalahannya, hingga sebanyak ini dan dia Tidka pernah mencurigainya sama sekali padahal semua sudah terjadi bertahun-tahun.


"Besok saya akan mendirikan pemancar di sini!"


"Taun dokter sudah dapat ijin?"


"Saya tidak perlu ijin lurah itu! Ada yang lebih tinggi yang patut memberi keputusan!"

__ADS_1


Wilson memang tidak perlu meragukan tuannya itu, berapa banyak pejabat tinggi yang berhubungan baik dengan pria yang tampak selengekan itu.


Wilson kembali teringat istrinya, mau bagaimana pun dia tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan sang istri. Seharian ini sudah cukup menyiksanya tanpa Tisya.


"Tuan, saya mohon! Pertemukan saya dengan Tisya! Saya sungguh khawatir!"


"Tisya sudah aman!"


"Di mana? Saya hanya ingin melihatnya! Apa dia baik-baik saja!?" Wilson terus memohon membuat dokter Frans benar-benar tidak tega melihatnya.


"Dia sama Riski!"


"Riski?" Wilson begitu terkejut hingga ia bangun dari duduknya dan dokter Frans menganggukkan kepalanya, "Maksudnya kepala sekolah itu?"


Lagi-lagi dokter Frans menganggukkan kepalanya,


"Bagaimana bisa tuan mempercayakan Tisya sama pria itu, tuan dokter tidak tahu siapa dia!?"


"Maksud tuan?"


"Karena saya curiga dengan kampung tempat tinggalmu ini, saya meminta Rendi untuk mengirimkan salah satu anak buahnya yang pintar ke sini dan membaur dengan masyarakat!"


"Jadi_?" Wilson kembali terduduk, ia sampai memegangi kepalanya karena terkejut.


Pantas saja dia pintar sekali, bahkan dia bisa mendebatku dengan sangat lancar, sudah ku duga dia pasti bukan anak kampung biasa ....


Wilson kemudian tersadar sesuatu, ia masih cemburu saat mengingat kedekatan Riski dengan Tisya waktu itu.


Tidak, ini tidak bisa di biarkan!


"Tuan, aku harus pergi!" Wilson sudah di ambang pintu sedangkan dokter Frans masih begitu santai duduk di tempatnya tanpa merubah posisinya sedikitpun.

__ADS_1


"Mau ke mana?" pertanyaan dokter Frans berhasil membuat Wilson menghentikan langkahnya.


"Ke rumah kepala sekolah itu!"


"Memang kami tahu di mana rumahnya?"


Wilson terdiam, ia baru sadar jika belum mengetahui di mana rumah kepala sekolah itu dan lagi tidak mungkin jika dokter Frans menyembunyikan Tisya di tempat yang mungkin sudah di ketahui oleh pak lurah.


Wilson bergegas kembali menghampiri dokter Frans, dia duduk bersimpuh di depan dokter Frans,


"Tuan dokter, anda boleh memukul saya sepuasnya, pukul saja tidak pa pa, saya mengakui kesalahan saya, tapi saya mohon jangan pisahkan saya dengan Tisya tuan! Sungguh saya tidak bisa hidup jauh dari Tisya tuan!" Wilson terus mengatupkan tangannya di depan dada, memohon pada kakak iparnya itu.


Plekkkkk


Sebuah pukulan mendarat di kepala Wilson, walaupun sedikit sakit tapi Wilson sama sekali tidak mengasuh,


"Drama sekali!, Aku memang berencana ke sana!"


"Saya ikut ya tuan!"


"Memang kalau kamu tidak ikut, siapa yang akan mengantar saya!?"


Wilson akhirnya bisa bernafas lega sekarang.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2