
Wilson tidak mampu mengelak lagi, ia pun terpaksa duduk di belakang dengan dokter Frans yang mengendarai motornya.
"Tuan, tapi saya harus_!"
"Jangan banyak bicara, tunjukkan saja di mana jalan ke rumah kamu!"
"Tapi tuan_!"
"Kamu kebanyakan tapi-tapi!" dokter Frans melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Wilson terpaksa berpegangan pada pinggang dokter Frans.
Ahhhh, sebaiknya nanti saja setelah ini aku cari Tisya, tuan dokter juga sama pentingnya....
Wilson pun akhirnya memilih memberi aba-aba jalan pada dokter Frans hingga mereka sampai juga di depan rumah Wilson tepat di sana juga ada pak lurah yang sedang bicara dengan ibu Wilson.
Bahaya, pak lurah ada di sini juga ternyata , semoga mereka tidak bicara macam-macam...
Wilson dengan cepat turun saat motor sudah berhenti, kedua orang ya ng sedang bicara itu menoleh pada Wilson dan dokter Frans.
"Ibu, pak lurah!" Wilson segera berdiri di samping sang ibu.
"Dia siapa?" bisik sang ibu.
"Kenalkan Bu, dia dokter Frans, atasan Wilson!"
Mengetahui siapa yang datang dengan putranya, ibu Wilson segera tersenyum dan menyambut ramah pada tamunya,
"Kenalkan tuan saya ibu Wilson!"
"Salam kenal Bu, saya Frans!"
Pak lurah yang tadinya menampakkan wajah penuh amarah tiba-tiba berubah kalem,
__ADS_1
"Kenalkan saya pak lurah di sini!"
Dokter Frans menatap pria itu penuh selidik, "Oh jadi anda lurah di sini?"
"Iya dokter, semua orang tahu siapa saya di sini!"
"Baguslah, berarti saya juga akan segera tahu!"
"Kebetulan saya juga calon mertua dari Wilson, anda pulang pasti ingin menghadiri pernikahan anak saya dan Wilson, sungguh saya sangat tersanjung!?" pak lurah bicara dengan penuh keyakinan.
Dokter Frans seketika menatap Wilson, "Ohh benarkah begitu?"
"Nanti biar saya jelaskan tuan! Sebaiknya pak lurah pulang dulu karena saya masih harus mengurus tamu saya!"
"Baiklah, nanti saya akan ke sini lagi. Dan iya, kalau melihat Tisya tolong beritahu saya!"
Tidak ada yang berusaha menjawab ucapan pak lurah hingga pria bertubuh tambun itu pergi dengan motornya.
"Tuan dokter sebaiknya kita segera masuk karena saya harus menjelaskan sesuatu!" Wilson segera mempersilahkan dokter Frans untuk masuk ke dalam rumah.
Ibu Wilson juga sama hal nya, ia segera ke dapur untuk membuat suguhan untuk tamunya itu.
"Aku sudah duduk, sekarang jelaskan semuanya!"
Wilson pun akhirnya menjelaskan semua tentang hubungannya dengan Nara dan rencana pernikahannya dengan Nara, dan lagi tujuannya pulang kampung.
"Lalu sekarang?"
"Tuan, mohon maaf. Tapi sekarang Tisya dalam bahaya, pak lurah sedang mencari-cari nya!"
"Benarkah?"
__ADS_1
Kenapa tuan dokter santai sekali, apa ini tandanya leherku masih aman?
"Tuan, tuan tidak marah?"
"Seharusnya marah padamu! Bagaimana bisa Tisya hamil kamu tidak memberitahuku!"
"Tuan dokter tahu?"
"Terlalu lama di sini sepertinya kamu sudah lupa siapa saya!"
Ahhh iya, kenapa aku bisa bodoh begini ...., keluh Wilson dalam hati.
Hingga percakapan mereka harus terhenti saat ibu Wilson datang kembali dengan membawa minuman dan camilan.
"Mari taun di minum, camilannya di makan, hanya camilan orang kampung, semoga tuan suka!"
"Iya terimakasih, maaf saya tidak membawa apa-apa buat ibu!"
"Tidak pa pa, dengan kedatangan tuan ke sini saja sudah membuat saya senang. Pasti Wilson selama ini sudah banyak merepotkan Anda!"
"Ibu, bapak sepertinya butuh bantuan ibu, apa tidak sebaiknya ibu bantu bapak dulu!"
Wilson memberi kode pada ibunya agar pergi meninggalkannya dulu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...