Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 26


__ADS_3

"Buat Tisya, Bu! Dia sangat suka masakan ibu!"


Walaupun ibunya hanya diam, tapi dalam hati kecilnya ia senang karena menantunya menyukai masakannya.


"Wilson pergi dulu, pak, Bu!" Wilson pun segera meninggalkan rumah dengan membawa rantang yang berisi makanan untuk Tisya.


Setelah Wilson pergi, kini ibunya bergabung dengan sang bapak di meja makan.


"Pak, ini bagaimana?"


"Ya mau bagaimana lagi buk, mereka sudah menikah!"


"Lalu pak lurah? Ibuk takut pak lurah akan berbuat yang tidak baik sama Wilson atau sama Wilna!"


"Bapak juga gitu, kalau kita sudah tua, tapi mereka masih punya masa depan yang panjang!"


"Apa secepatnya kita minta Wilson buat pergi dari sini saja ya pak dan minta dia buat bawa Wilna juga! Ibu akan tenang kalau Wilna di jagain sama Wilson!"


"Bapak juga sering berpikir seperti itu, tapi apa tidak bahaya buat kita?"


"Yang penting anak-anak aman pak!"


"Entahlah, bapak juga bingung!"


****


Di rumah Nara


Tisya tetap bersikap biasa saja di rumah Nara, ia sedang menunggu waktu yang pas untuk mencari bukti kejahatan bapaknya Nara, beberapa hari lalu ia sempat mendengarkan pembicaraan pria itu di HT. Mereka membicarakan tentang proyek aspal desa. Sepertinya itu akan jadi proyek besar di kampung ini mengingat masih banyak jalanan yang belum di aspal atau di cor.


Nara sudah pergi ke sekolah semenjak pagi, bapak Nara juga pergi ke kantor desa, saat ini masih ada ibunya Nara. Ia berharap wanita itu segera pergi agar ia bisa menyelinap ke ruang kerja bapaknya Nara.

__ADS_1


Pucuk di cinta ulam pun tiba, ibu Nara termasuk wanita sibuk, dia juga jarang di rumah.


"Tisya, ibu mau ada pertemuan ibu-ibu PKK di desa sebelah, kamu nggak pa pa kan di rumah sendiri? Atau kamu mau ikut ibu?"


"Nggak pa pa Bu, Tisya di rumah saja! Lagian Tisya masih belum terlalu sehat!"


"Ya sudah kamu istirahat saja ya, nanti bentar lagi Nara juga akan pulang!"


"Iya Bu!"


Tisya melompat kegirangan saat mendengarkan motor Bu lurah sudah mulai meninggalkan rumah.


Ia segera pergi ke ruang kerja pak lurah, ia tahu ini tidak baik tapi ia harus mempunyai senjata untuk melawan pria licik itu. Jika dia bisa bersikap licik maka Tisya pun harus melawannya dengan licik juga.


Ruang kerja pak lurah di rumah tidak terlalu besar, hanya ada beberapa berkas yang sengaja di simpan di rumah. Pasti ada tujuannya kenapa berkas itu di simpan di rumah tidak di ruangannya yang ada di kantor desa.


Hingga akhirnya ia membuka berkas terbaru, tepat dugaannya itu adalah berkas proyek pembangunan jalan.


Tisya bukan orang yang suka belajar, bahkan ia mendapat ijasah S1 nya karena beli, oleh karenanya Wilson meminta Tisya untuk kembali kuliah.


Tok tok tok


Jantung Tisya seperti di ketuk juga mendengar ketukan pintu. Ia sampai menjatuhkan berkas itu kembali ke dalam laci.


"Tisya, ini aku! Wilson!"


Perasaan lega segera menghampiri dirinya, ia menghela nafas begitu dalam saat mendengar suara suaminya. Dengan cepat ia merapikan kembali meja itu dan membawa keluar berkas yang baru ia temukan, ia tahu Wilson bisa membacanya.


"Tisya, kamu di dalam nggak?" karena tidak ada sahutan, Wilson kembali memanggilnya.


"Iya aku di dalam, bentar!"

__ADS_1


Tisya buru-buru membukanya,


"Wil aku dapat sesuatu!"


"Tisya, aku juga punya kabar baik buat kamu!"


"Yang paling penting ini dulu!" Tisya menunjukkan berkas itu, "Ini adalah berkas proyek pembangunan jalan, kamu simpan dan cari kecurangan di dalamnya!"


"Tapi Tisya, aku juga harus menyampaikan sesuatu!"


"Nanti dulu, sini deh!"


Wilson pun mendekat, Tisya mengambil rantang yang di bawa Wilson dan meletakkannya di atas meja kecil yang ada di teras, kemudian Tisya membuka kaos yang di kenakan suaminya, menyelipkan berkas itu di perut Wilson.


"Tidak pa pa kan lukanya kena ini?" tanyanya saat melihat perban Wilson sudah di buka dan tinggal kain kasa yang menutupinya.


"Iya nggak pa pa!"


"Aku nggak bisa baca, soalnya aku bodoh! Jadi kamu aja yang baca nanti!"


Bersambung


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2