Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 32


__ADS_3

Tisya sudah berjalan begitu jauh, dia sebenarnya bisa saja ke rumah Wilson. Tapi seingatnya, Wilson sedang pergi ke kantor desa. Kalau yang ada kedua orang tua Wilson saja sudah pasti dia tidak akan aman.


"Ahhhh capek!" Tisya memilih duduk di bawah pohon besar yang ada di ujung jalan.


Setelah berpikir jernih, akhirnya ia menyimpulkan sesuatu,


"Ehhh, kenapa aku tadi lari? Aku kan tidak bawa barang bukti, kenapa takut! Lagi pula kalau pak lurah mencurigaiku kan nggak ada bukti! Bodoh banget sih aku!"


"Apa sebaiknya aku kembali aja ya, trus bilang kalau aku baru saja cari angin!"


"Iya, dari pada nggak tahu mau ke mana! Sinyal juga susah banget, mau ganti kartu kayak punya Nara sayang banget kartu lamaku!"


"Wilson juga masih pakek kartu lama, nggak akan bisa di hubungi juga!"


"Baiklah, aku kembali!" Tisya pun kembali bangkit dari duduknya. Ia kembali masuk ke dalam desa, menuju ke rumah Nara.


Tin tin


Suara klason motor seseorang membuat langkah Tisya terhenti, saat ia menoleh ternyata ada pak kepala sekolah.


"Mas Riski ya, ada apa?"


"Sebaiknya mbak Tisya ikut saya!"


"Hah, ngapain? Nggak mau ah, memang kamu siapa?"


"Nanti akan saya jelaskan, yang jelas saya bukan orang jahat, jadi ikut saja bersama saya!"


"Nggak, aku mau ke rumah Nara!"


"Saya mohon mbak, di sana sudah tidak aman, saya mohon demi kakak anda!"


"Kakak? Maksudnya kak Frans? Kamu kenal?"

__ADS_1


"Mari, jangan membuang waktu!"


"Baiklah!" Tisya pun akhirnya memutuskan untuk ikut dengan kepala sekolah itu.


Mereka menuju ke sebuah rumah yang tampak terawat,


"Ini rumah kamu?"


"Iya! Mari silahkan masuk!" kepala sekolah itu membukakan pintu untuk Tisya.


"Ini yakin aman kan? Maksudku Wilson_?"


"Saya akan jelaskan padanya nanti, silahkan masuk!"


Walaupun sedikit ragu, akhirnya Tisya mau masuk. Kelapa sekolah itu mempersilahkan Tisya untuk duduk.


"Saya akan ambilkan minum untuk mbak Tisya!"


Selama kepala sekolah itu mengambilkan minum untuknya, Tisya memilih mengamati rumah itu, memang terlihat tidak seperti rumah orang kampung biasa. Beberapa peralatan terlihat sudah modern.


"Terimakasih!" Tisya memang sudah sangat haus karena ia sudah berjalan jauh.


Kepala sekolah itu segera duduk di sofa yang berbeda dengan sofa panjang yang di duduki Tisya saat ini.


"Baru di sini nih, ada sofa kayak gini!" gumam Tisya lagi.


"Ini sengaja saya beli dari kota! Karena memang saya selalu tinggal di sini, rumah ini hanya untuk para tamu saja!"


"Ohhhh!"


"Untuk sementara sampai keadaannya aman, sebaiknya mbak Tisya tidak keluar dulu!"


"Tapi kalau Wilson cari gimana?"

__ADS_1


"Saya yang akan memberitahu keberadaan mbak Tisya!"


"Tapi saya akan tinggal sama siapa di sini?"


"Nanti sebentar lagi akan ada yang menemani mbak Tisya!"


"Cowok apa cewek?"


"Cowok!"


"Ya nggak mungkin kan aku tinggal di sini sama cowok, dan bajuku juga masih di rumah Nara kan?"


"Jangan khawatirkan itu!"


"Terserah lah, aku capek mau istirahat! Ada nggak tempatnya buat istirahat?"


"Mari saya antar!"


Tisya pun segera berdiri dan mengikuti kepala sekolah itu, mereka berhenti di depan sebuah kamar.


"Ini kamar Mbak Tisya! Di dalam sudah ada baju ganti dan kamar mandi kalau mbak Tisya mau mandi!"


"Yang benar?"


Tisya pun segera membuka pintu dan benar saja di atas tempat tidur sudah ada sepasang baju yang cocok untuk Tisya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2