Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 39


__ADS_3

"KAMU!" pak lurah jadi punya pemikiran kalau yang sudah menyusup ke dalam ruang kerjanya adalah Wilson, hal ini sengaja Wilson lakukan agar Tisya bisa bergerak dengan bebas setelah ini di kampungnya.


"Dan ini kalau masalah perijinan dari atas, saya sudah mendapatkannya! Jadi tidak ada masalah lagi kan pak?" Wilson menunjukkan berkas persetujuan atas pembangunan tower dari camat dan bupati setempat bahkan mendapat stempel resmi dari mereka.


"Iya baiklah, silahkan bangun tower!" pak lurah tidak bisa menolak lagi, ia pun hanya bisa pasrah dan memikirkan cara selanjutkan agar tidak mendapat panggilan dari pihak atas. Atau setidaknya mempunyai jawaban yang tepat saat ia di panggil nanti. Cepat atau lambat surat pemanggilan pasti akan segera datang dan dia tidak bisa mangkir untuk hal itu karena selama ini ia mendapat citra baik di mata petinggi daerah.


Pak lurah pun kembali mendekati Wilson yang sedang sibuk mengawasi pekerja, sedangkan dokter Frans lebih memilih untuk duduk diam dan menyaksikan dari kejauhan.


"Wilson!" Wilson yang sedang memberi arahan pun terpaksa menoleh, walau bagaimana pun pak lurah adalah orang tua yang tetap harus dia hormati.


"Kami akan datang ke rumah kamu nanti, katakan hal itu pada ibu dan bapak kamu!"


Ada apa lagi ini? Wilson hanya bisa menduga-duga apa yang akan di lakukan oleh orang tua dari Nara ini.


"Kalau ini masalah kelanjutan pertimbangan saya dengan Nara, sebaiknya bapak urungkan saja, kami tidak mungkin menikah!"


"Kita bisa bicarakan nanti secara pribadi, jangan di sini! Nanti setelah ini kita harus membicarakan secara pribadi! Saya kembali ke kantor dulu!" pak lurah tidak mau mendengarkan penjelasan Wilson, ia memilih untuk pergi begitu saja meninggalkan Wilson.


Wilson hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, ternyata lebih sulit bicara dengan pak lurah dari pada bicara dengan orang yang benar-benar terlihat jahat di matanya.


...***...


Di tempat lain, terlihat Nara sedang menunggu kedatangan seseorang. Pria yang semalam telah memberinya jawaban atas pesannya. Wajahnya terlihat cemas, beberapa kali jari-jari lentiknya meremas kemeja seragamnya.

__ADS_1


"Nara!"


Suara berat itu berhasil membuat hati Nara lega, ia pun langsung melengkungkan bibirnya membentuk senyum tipis.


"Nara kira pak Riski tidak akan datang!?"


"Aku pasti datang, tadi ada sedikit pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum ke sini! Boleh kan aku duduk?"


Nara pun menganggukkan kepalanya, "Silahkan pak, maaf tadi Nara sudah memesankan kopi untuk pak Riski, pasti sudah dingin, biar Nara pesankan lagi!"


"Tidak perlu, ini sudah cukup!" Kepala sekolah itu segera meneguk kopinya. Nara kembali tersenyum.


"Terimakasih ya pak!"


"Karena pak Riski mau datang!"


"Seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu mau mengirim pesan padaku, aku memang tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku sekarang, tapi kamu cukup tahu bagaimana perasaanku padamu! Saya yakin, saat kamu memberi kesempatan padaku, aku akan bisa membuat kamu jatuh cinta padaku!"


"Jadi pak Riski setuju untuk memberimu kesempatan?"


"Iya, aku akan datang pada orang tuamu untuk melamarmu!"


"Tapi bapak?"

__ADS_1


"Aku akan berusaha untuk mendapatkan restunya!"


"Tapi bapak bukan orang yang mudah, hari ini bapak berencana untuk menikahkan aku dengan kak Wilson!"


"Aku akan datang!"


"Pak Riski, bawa aku pergi!"


"Aku tidak suka cara yang salah, kalau kita harus menikah kita akan menikah dengan cara yang baik!"


"Tapi pak_!" kepala sekolah itu segera menggengam tangan Nara,


"Kamu percaya kan padaku?"


Nara pun hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia tahu kepala sekolah itu selama ini tidak pernah mengecewakannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2