Wilson & Tisya

Wilson & Tisya
Bab 41


__ADS_3

"Ini bagaimana pak, apa pernikahan ini masih akan di lanjutkan?" pak penghulu sepertinya sudah mulai tidak nyaman dengan keberadaannya.


"Pernikahan ini harus tetap terjadi!" pak lurah masih dengan pendiriannya, ia tidak mau malu jika sampai putrinya tidak jadi menikah malam ini karena ia sudah menyiapkan acara untuk besok dan undangan acara itu juga sudah di sebar dan tidak mungkin di tarik dalam waktu semalam.


Kejadian ini tidak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya, ia tidak pernah menyangka kalau Wilson sudah menikah, ia hanya tahu kalau Wilson tidak menyukai putrinya dan malah menyukai gadis sopir itu.


"Lalu apa buktinya?" pak lurah masih berkeras hati. Jika apa yang di katakan oleh dokter Frans adalah sebuah kebohongan, itu berarti akan menjadi keberuntungan tersendiri baginya.


"Baiklah!" dokter Frans yang masih berdiri itu pun segera menoleh ke arah luar, "Kalian masuklah!"


Dua orang yang begitu di tunggu akhirnya muncul. Tepatnya satu orang_ Wilson. Tangan Wilson menggengam erat tangan Tisya yang berjalan sedikit di belakangnya.


"Maaf saya terlambat!"


Pak lurah yang melihat kedatangan Wilson dengan Tisya semakin naik pitam, ia mengepal tangannya dan menggebrak meja.


Brakkkkk


"Ini apa-apa an, kalian sengaja datang bersamaan agar kami percaya kalau kalian sudah menikah dan gadis ini, gadis rendahan yang tidak punya etika!"

__ADS_1


Mendengar hinaan yang di berikan oleh pak lurah, Wilson tidak bisa tinggal diam. Ia segera bertindak dengan menarik kerah baju milik pak lurah membuat Nara dan ibunya segera ikut berdiri dan meraih tangan pak lurah.


"Jaga bicara bapak ya, selama ini saya sudah sangat sabar menghadapi bapak! Tapi tidak untuk kali ini, karena anda sudah menginap istri saya!"


Pak lurah mencebirkan bibirnya dan menyingkirkan tangan Wilson, "Omong kosong apa lagi ini, kamu pikir hanya dengan membawa gadis itu pulang bersama dan menidurinya sudah bisa di bilang menikahi? Kamu benar-benar membawa aib kampung!"


Wilson benar-benar marah hingga kepalan di tangannya hampir melayang di pipi pria bertubuh tambun itu, tapi dengan cepat dokter Frans menariknya,


"Hentikan, ini tidak bisa di selesaikan dengan kekerasan!"


Mendapat nasehat dari dokter Frans, Wilson pun menurunkan kembali tangannya dan berusaha menenangkan diri dengan menarik nafas begitu dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan.


"Sekarang apa buktinya kalau kalian sudah menikah?" pak lurah masih tidak ingin percaya.


"Sudah pak, sebaiknya kita pulang saja! Sudah Nara bilang kan, Nara tidak mau menikah dengan kak Wilson!" Nara sudah berkali-kali menghapus air matanya. Ia terus berusaha menarik tangan bapaknya berharap bapaknya mau membatalkan keputusannya.


Wilson pun segera menyerahkan dua buku kecil dan meletakkan di atas meja kecil yang biasa di gunakan sang ibu untuk menyetrika baju.


"Ini buktinya!" lalu dari balik sakunya yang lain, ia juga mengeluarkan sebuah buku dari Bu bidan berwarna pink, "Dan ini bukti pernikahan kita selanjutnya, ada buah cinta yang tumbuh di rahim istri saya!" Wilson mengusap perut Tisya dengan lembut.

__ADS_1


Pak lurah pun segera mengambilnya dan membaca buku nikah itu, dan benar saja mereka sudah menikah lebih dari satu tahun yang lalu.


Pak lurah menggeser kembali buku nikah itu, "Saya tidak peduli, putri saya harus tetap menikah malam ini! Kamu harus menjadikan putri saya istri kedua kamu!"


Pak lurah jelas tidak mau di buat malu, kalau sampai putrinya tidak menikah lalu apa yang akan dia katakan pada tamu undangan yang datang besok ke rumahnya?


"Saya menolak pernikahan ini!" Wilson menggengam erat tangan Tisya, ia sengaja meminta Tisya untuk diam selama perdebatan agar tidak memancing kemarahan pak lurah. Jika pun harus marah cukup pada dirinya saja.


"Tidak bisa, saya sudah menyebar undangan untuk acara tasyakuran pernikahan Nara, mau di taruh mana muka saya, dan dia putri saya tidak bersalah, jangan sampai dia menanggung malu seumur hidup karena tidak jadi menikah! Pasti setelah ini tidak akan ada yang mau menikah dengan putri saya ini, putri yang sangat malang!" pak lurah kembali menampakkan wajah penuh penderitaannya.


"Saya yang akan menikah dengan Nara!" seseorang berhasil mencuri perhatian semua orang yang ada di ruangan itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2