
Langit sudah gelap, rumah Wilson yang sepi tiba-tiba ramai karena kedatangan tamu yang tak di inginkan.
Bapak dan ibu Wilson hanya bisa diam menunggu putranya pulang.
"Di mana Wilson nya? Ini kasihan pak penghulu kalau di suruh nunggu lama!" tampak mata tajam pak lurah mengarah pada kedua orang tua Wilson. Sedangkan bapak dan ibu Wilson hanya bisa saling pandang untuk bicara di minta berbicara.
Di belakang Meraka sudah berdiri seorang gadis seumuran dengan putri pak lurah dengan wajah yang tidak kalah bingungnya,
"Ini sebenarnya ada apa sih pak, buk?" gadis itu sepertinya belum terlalu mengerti duduk perkaranya hingga ia hanya berusaha menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kemudian manik matanya menatap pada teman kecil yang sekarang sedang duduk tertunduk bersama kedua orang tuanya, dia Nara. Persis seperti tadi siang, wajah khawatir masih begitu terpancar di sana hingga menyelubungi wajah cantiknya dan yang lebih membuat gadis itu bertambah ingin menatap Nara adalah pakaian yang di kenakan oleh Nara.
"Nara, kenapa kamu pakai baju kebaya? Dan pak penghulu maksudnya apa? Orang-orang ini?"
"Wilna, diamlah dulu!" ibu Wilson segera menegur Wilna_ adik perempuan Wilson.
__ADS_1
Gadis itu pun hanya bisa diam, ia juga tidak bisa menghubungi kakaknya karena tahu bagaimana akses internet di kampungnya.
Pak lurah selain membawa penghulu dia dengan sengaja membawa beberapa kerabat dan penduduk desa yang cukup berpengaruh untuk menjadi saksi pernikahan yang di paksakan itu.
Pikirnya_ dengan begitu keluarga Wilson tidak mungkin bisa untuk menolak pernikahan itu lagi, apalagi dengan beberapa seserahan yang terlihat mewah yang seharusnya di berikan oleh keluarga Wilson tapi pak lurah yang malah membawa untuk keluarga Wilson. Ia berharap keluarga Wilson tidak akan bisa menolak melihat seserahan yang di berikan oleh mereka.
Hingga perdebatan semakin panas barulah terdengar suara mobil berhenti tepat di depan rumah Wilson, itu mobil yang di gunakan Wilson dan tisya saat datang ke kampung itu.
"Selamat malam!" sapa seorang pria asing dengan wajah nampan_ tampak menonjol dari pria-pria yang lainnya, apalagi dengan rambut panjang yang di kuncir sebagian dan kacamatanya. Penampilannya yang biasa tetap terlihat luar biasa karena karisma yang di miliki.
"Syukurlah pak dokter datang, mari silahkan duduk, pak dokter pasti juga bersama Wilson kan, mana anaknya?" pak lurah langsung mengambil alih pembicaraan seolah-olah itu adalah rumahnya sendiri.
"Kamu datang sesuai janji kami kemarin, atau janji Wilson sebelum dia datang ke kota beberapa tahun silam, dia akan pulang untuk menikah dengan putri saya dan saya sudah mempersiapkan semuanya untuk acara ini, jadi akan lebih baik jika pernikahan di lakukan sekarang saja!"
"Benarkah seperti itu? Saya rasa bukan seperti itu maksud kepulangan Wilson kemari!"
__ADS_1
Wilna sudah tidak asing dengan sosok berkaca mata itu, walaupun mereka belum pernah bertemu tapi Wilson_ sang kakak kerap menunjukkan foto dokter Frans. Dan lagi, Wilna juga sudah tahu tentang pernikahan kakaknya dengan seorang gadis, ia sengaja pulang belakangan karena tidak mau sampai keceplosan mengatakan pada orang tuanya.
"Anda tidak tahu dokter, anda hanya tamu di sini!"
"Siapa bilang saya tamu, saya kakak ipar dari Wilson!" ucapan dokter Frans langsung di sambut kasak kusuk dari orang-orang yang di bawa khusu oleh pak lurah.
"Anda jangan bicara omong kosong! Anda bisa saya tuntut kalau melakukan kebohongan di sini!"
"Saya tidak pernah melakukan kebohongan, mungkin malah pak lurah yang diam-diam selama ini melakukan kebohongan publik! Kedatangan saya ke sini mewakili keluarga saya untuk bertemu dengan keluarga Wilson!" dokter Frans berbicara seperti tanpa berpikir, ia sudah cukup tahu bagaimana cara menghadapi orang-orang seperti pak lurah ini.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...