
Kini rumah besar itu terlihat sepi, tinggal Nara, kepala sekolah dan ibunya.
"Sekarang ibu harus bagaimana tanpa bapak!?" Bu lurah terus menangis, meratapi nasibnya.
"Masih ada Nara, Bu! Ibu jangan khawatir!" Nara memeluk ibunya yang sedang rapuh. Mau bagaimana pun selama ini posisi ibunya sama dengan dirinya, ia dan ibunya sama-sama tidak berdaya di bawah aturan bapaknya.
"Maafkan ibu ya Nara, ibu selama ini terus mengikuti kemauan bapak tanpa mempedulikan perasaan kamu!"
"Nara tahu, jangan khawatirkan tentang Nara Bu, Nara sudah bahagia sekarang ada pak Riski di samping Nara, insyaallah Nara bahagia!"
Setelah hari penangkapan pak lurah, seluruh aset yang di miliki pun di sita. Beruntung Bu lurah masih memiliki sebuah rumah kecil warisan dari orang tuanya dan sebidang tanah yang cukup untuk di tanami beberapa sayuran.
"Ibu yakin tidak pa pa tinggal di sini?"
"Tidak pa pa, rumah ini cukup nyaman! ini rumah peninggalan kakek dan nenek kamu, ibu juga besar di sini!" rumah itu tampak masih utuh meskipun tidak pernah di tinggali tapi rumah itu tetap rutin di bersihkan karena sesekali menjadi tempat untuk pertemuan para ibu-ibu PKK.
"Ibu bisa tinggal sama kami, pak Riski pasti tidak akan keberatan!" Nara merasa tidak tenang meninggalkan ibunya tinggal seorang diri di rumah itu.
"Iya Bu, lagi pula rumah kami masih ada satu kamar lagi yang kosong!"
"Biar ibu di sini saja, tidak pa pa kalian jangan khawatir!"
"Baiklah kalau begitu, Riski akan meminta seseorang untuk menemani ibu dan membantu pekerjaan ibu di sini, yang ini jangan menolak ya Bu!" Riski bicara begitu lembut pada ibu mertuanya.
"Kamu baik sekali, seandainya bapak tahu kebaikan kamu, dia tidak akan mungkin menolakmu!"
__ADS_1
"Nanti bapak akan tahu!" Riski mengusap bahu ibu mertuanya dengan lembut.
Di tempat lain terlihat Wilson dan tisya sudah mulai bersiap-siap untuk pulang ke kota.
"Kalian yakin mau pulang besok?"
"Iya buk, pekerjaan Wilson di kota juga sudah menunggu, lagi pula Tisya juga akan kuliah, takut nanti ketinggalan!"
"Nggak nunggu kalau sudah melahirkan saja kuliahnya?" bapak yang sedang duduk di depan tv ikut menyahut pembicaraan mereka.
"Kalau Wilson sih terserah Tisya nya, pak!"
"Kalau Tisya maunya nggak usah kuliah!" Tisya menjawab dengan entengnya tanpa beban dan Wilson langsung mencubit hidung sang istri.
Tisya hanya bisa mencebirkan bibirnya, "Aug ah ....!" Tisya berlalu begitu saja dan duduk di samping bapak mertuanya.
"Lihat tuh pak, anak bapak benar-benar keras kepala!" Tisya mengadukan suaminya pada bapak mertuanya.
"Iya Wil, jangan terlalu keras sama istri. Lagian kan kalian juga sudah menikah, ngapain juga kuliah buang-buang waktu dan uang saja!"
Hehhhhhh .....
Wilson hanya bisa menghela nafas, pemikiran bapaknya memang masih terlalu kolot, Wilson dapat memaklumi karena memang bapaknya tidak pernah melihat dunia luar.
Tisya yang mendapat pembelaan dari mertuanya merasa menang.
__ADS_1
"Loh iya Wil, besok kan hari peresmian tower yang kamu bangun itu, kamu di minta hadir loh!"
"Biar bapak aja buk yang mewakili, lagi pula bentar lagi bapak juga jadi kepala desa!"
"Hussss, kamu tuh jangan ngawur kalau ngomong, kalau ada yang denger ntar di kira beneran!"
"Memang benar kok buk!" Wilna yang sedang melipat pakaian di depan ikut menyahut.
"Kalian tuh tahu dari mana?" bapak masih terlihat santai menikmati kripik singkong bersama Tisya.
"Mas Wilson sama Wilna kan ikut rapat di kantor desa kemarin, iya kan mas?" Wilna tampak meminta persetujuan bapaknya.
"Iya benar pak, jadi bersiap-siap saja!"
Dan benar saja tepat satu hari setelah Wilson dan tisya kembali ke kota, bapaknya Wilson menjadi salah satu kandidat yang di pilih masyarakat untuk menggantikan pak lurah dan mengisi kekosongan pemimpin di desa itu.
...SEKIAN...
Sekian dulu ya season satunya, insyaallah nanti akan ada season duanya tapi jangan di tunggu dulu ya, soalnya masih belum tahu kapannya. Nanti pas sudah ada janji aku kasih tahu. Yang penting jangan di unfavorit ya kisah Wilson dan Tisya nya biar sewaktu-waktu dapat notifikasi
Untuk bulan depan aku bakal kasih kisahnya Rangga sama Zea, aku lanjutin di lapaknya dokter Frans season 2 nya, jadi jangan sampai ketinggalan. Kan kasihan Rangga nya kalau nggak dapat pasangan.
...Terimakasih sudah setia sama Wilson dan tisya walaupun up nya nggak teratur, aku sayang kalian semua...
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...
__ADS_1