Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Pemaksa Kena Paksa


__ADS_3

“Nona, Nona!“ Yumna terus menepuk pipi Kimchi supaya bosnya itu bangun. Sekarang mereka ada di klinik bandara.


Gaga juga masih setia bersama mereka, justru yang menangkap dan menggendong Kimchi saat pingsan adalah dia.


“Aku akan menghubungi bos Desmon dulu!“ pamit Gaga yang merasa ini keadaan gawat. Desmon sudah berpesan jika ada keadaan sekecil apapun harus melapor padanya.


“Jangan!“ teriak Yumna supaya Gaga menghentikan langkahnya. “Lebih baik tunggu nona Kimchi bangun dulu!“


“Tapi....“ perkataan Gaga menggantung karena melihat pergerakan Kimchi.


Kimchi yang mulai sadar memegang kepalanya karena merasa pusing.


“Akhirnya, Nona sadar juga!“ ucap Yumna membantu Kimchi untuk duduk.


“Apa yang terjadi?“ tanya Kimchi yang masih memegang kepalanya.


“Nona pingsan di toilet!“ jawab Yumna. “Kita sudah ketinggalan pesawat jadi keberangkatan kita ditunda dulu. Saya sudah menghubungi kontraktor yang ada di Bali!“


“Ini semua karena kumis Gaga!" ketus Kimchi yang sudah mengingat semuanya.


Gaga yang mendengar itu langsung membalik badannya, walaupun aneh Kimchi pingsan karena kumisnya dia harus membalik badannya supaya Kimchi tidak pingsan lagi.


“Kau harus cukur kumis pak Radenmu itu!“ sambung Kimchi yang menyadari jika Gaga ada di ruangan itu juga.

__ADS_1


“Baik, Nona!“ jawab Gaga yang membelakangi Kimchi.


Yumna semakin yakin dengan firasatnya, sepertinya dia tahu keanehan yang dialami bosnya. Walaupun sebelumnya Kimchi sudah aneh, tapi kondisinya sekarang jauh lebih aneh.


“Nona, apakah sudah datang bulan?“ bisik Yumna ditelinga Kimchi.


“Kenapa bertanya seperti itu?“ justru Kimchi bertanya balik.


“Lebih baik kita periksa ke rumah sakit saja, Nona!“ Yumna memberi usul yang semakin membuat Kimchi bingung.


“Aku ini pingsan karena kumis Gaga jadi tidak perlu ke rumah sakit!“ ketus Kimchi yang emosinya tidak terkontrol.


Bagaimana cara menjelaskannya pada Kimchi, Yumna jadi bingung sendiri. Kalau dia langsung tembak, dia takut Kimchi panik.


“Yumna...,“ panggil Kimchi karena Yumna tidak merespon justru malah asistennya itu melamun.


Kimchi beranjak dari tempatnya meninggalkan Yumna dan Gaga yang bingung harus berbuat apa sekarang.


“Nona Kimchi biar jadi urusanku! Lebih baik kau cukur aja kumismu, dan pakailah handbody banyak-banyak biar gak dekil itu kulitmu!“ ucap Yumna pada Gaga sebelum menyusul bosnya.


Gaga mendengus kesal. “Kerja baru beberapa jam langsung kena mental akutu!“


__ADS_1


Yumna berbisik pada supir supaya membawa mobil ke rumah sakit, sementara dirinya dengan cepat menghubungi rumah sakit tersebut untuk mendaftar ke dokter kandungan.


“Aku haus!“ Kimchi yang ada di kursi belakang memejamkan matanya dan kehausan.


Yumna mengambil air botol mineral dan memberikannya pada Kimchi. “Ini Nona minumannya!“


“Aku ingin yang manis-manis karena lidahku pahit!“ tolak Kimchi yang tidak mau minum air putih.


Akhirnya mobil singgah ke minimarket dan Yumna segera membelikan teh kemasan yang berada di kulkas supaya dingin saat diminum.


“Aku ingin minuman rasa jeruk bukan teh!“ tolak Kimchi lagi.


Yumna menahan emosinya dan semakin yakin akan dugaannya. Dia harus sabar supaya mendapat bonus bulan ini.


Setelah Yumna kembali ke minimarket lagi dan membeli minuman rasa jeruk, mobil kembali melaju lagi menuju rumah sakit di mana dokter kandungan sudah menunggu kedatangan Kimchi.


“Kenapa kita ke rumah sakit?“ tanya Kimchi saat sampai.


“Untuk kali ini menurut saja, Nona. Demi kebaikan kita bersama!“ Yumna memaksa Kimchi untuk turun dari mobil.


Yumna membawa Kimchi ke ruangan dokter kandungan dan keduanya disambut oleh perawat yang membantu dokter tersebut.


“Silahkan duduk!" ucapnya sopan.

__ADS_1


Dokter kandungan menerima kartu periksa dari perawat yang berisi biodata Kimchi.


“Jadi yang mau periksa namanya Kimchi? Namanya unik ya, jadi pengen makan samyang!“ ucap dokter itu.


__ADS_2