Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Bekerja Sama


__ADS_3

Setelah melakukan kegiatan yang begitu intim, Kimchi berbaring dan menjadikan dada Leo sebagai bantalnya. Gadis itu masih mengatur nafasnya, permainan panas sebelumnya begitu menguras energinya.


Sementara Leo hanya terdiam sambil satu tangannya terus mengusap rambut Kimchi. Lelaki itu memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


"Kak...."


Panggilan Kimchi membuat Leo tertunduk untuk menatap istrinya yang mengadah padanya.


"Ada apa?"


"Tadi malam kakak tidak pulang?"


"Aku ditahan di kantor polisi dan baru dibebaskan tadi pagi!"


Kimchi langsung mendudukkan badannya mendengar itu. "Kok bisa?"


"Karena aku melanggar lalu lintas karena mengejarmu!" jawab Leo dengan menarik Kimchi supaya mendekat padanya. Lalu dia memberikan kecupan bibir singkat. "Kau melakukan semua ini untukku, Kimchi?"


"Iya aku rela melakukan apapun untukmu, Kak!" jawab Kimchi tanpa ragu.


"Maafkan aku yang lupa padamu, aku pasti akan berusaha mengingatnya tapi..." Leo menjeda kalimatnya sejenak. "Tapi jika kau membohongiku, aku tidak akan memaafkanmu!"

__ADS_1


Seharusnya Kimchi merasa sakit hati karena Leo meragukan dirinya tapi justru yang dirasakan Kimchi adalah rasa prihatin akan sikap suaminya. Pasti saat ini Leo bingung harus percaya pada siapa. Untuk itu, dia tidak akan memberitahu kehamilannya terlebih dahulu.


"Aku tidak mungkin berbohong, Kak! Aku mencintaimu dan akan selalu berada disisimu!" ucap Kimchi berusaha meyakinkan.


Dengan gerakan cepat Kimchi naik ke perut Leo dengan tubuhnya yang masih polos.


"Aku akan menerkammu supaya kau bisa mengingatku! Kau mungkin bisa lupa padaku, Kak. Tapi kau tidak boleh melupakan permainanku!" ucap Kimchi penuh tekad.


Dan siang itu, hawa semakin panas karena Kimchi melanjutkan bercinta dengan dia yang memimpin permainan.


*****


Supaya penghuni mansion tidak curiga, Kimchi terus belajar melakukan pekerjaannya sendiri. Sebenarnya Leo tidak tega melihat Kimchi yang seperti itu, maka dari itu dia harus cepat menemukan bukti kejahatan ibu dan saudara tirinya.


"Mimi, kau harus menambah dosis obat Leo!" perintah Amber pada Kimchi sebelum Leo turun ke lantai bawah untuk makan malam hari ini.


"Iya, Nyonya!" jawab Kimchi patuh.


Setelah makan malam seperti biasa Leo akan meminum obatnya tapi kali ini obat yang harus diminum ada dua butir.


"Apa aku harus pura-pura lumpuh supaya bisa mengawasi gerak gerik mereka?" tanya Leo meminta saran pada Kimchi.

__ADS_1


Saat ini keduanya berada di kamar Leo untuk membahas rencana mereka.


"Aku setuju dan sebaiknya kakak harus memeriksa data perusahaan karena setelah kakak kecelakaan semua ditangani oleh Francis, aku curiga pasti ada sesuatu yang dia lakukan!" balas Kimchi.


Leo mengangguk, dia merasa beruntung memiliki Kimchi. Jantungnya juga selalu berdendang saat dekat dengan gadis itu, dia akan berusaha menghilangkan keraguannya pada Kimchi.


Kalau biasanya mereka tidur terpisah di kamar masing-masing tapi kalau sekarang, setiap tengah malam Kimchi akan mengendap-ngendap masuk ke kamar Leo untuk tidur bersama.


Jangan lupakan, sebelum tidur mereka akan bercinta terlebih dahulu seperti yang keduanya lakukan sekarang di mana lagi-lagi Kimchi yang memimpin permainan.


Satu tangannya bertumpu pada dinding dan satu tangan lainnya mengacak rambutnya dengan pinggulnya yang naik turun menari di atas tubuh Leo.


Sementara Leo duduk dan bersender di kepala ranjang dengan mulut yang terus mengaga karena menikmati dua benda bulat istrinya.


"Aw, Kak! Jangan gigit biji palaku!" protes Kimchi dengan terengah-engah.


Leo menghentikan aksinya lalu menatap Kimchi yang masih sibuk bergoyang.


"Jadi kali ini apa nama goyangannya?"


"Goyang Icik Iwir!"

__ADS_1


__ADS_2