Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Bosan Kaya


__ADS_3

Kimchi dan Leo masih bercumbu, deru nafas mereka memburu setelah selesai melakukan gerakan inti. Leo duduk dan Kimchi duduk di atas perutnya, keduanya masih dalam keadaan polos.


Dug!


Simba kembali menendang membuat mereka terkekeh bersama.


"Pasti Simba senang setelah dikunjungi," ucap Kimchi sambil mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


"Mengenai itu, apa sebaiknya kita menikah setelah Simba lahir saja?" tanya Leo.


Kimchi mengangguk. "Aku juga berpikir seperti itu, rasanya tidak elok kalau pengantinnya dalam keadaan hamil, bukan?"


"Ya, karena mereka tidak ada yang tahu pernikahan kita sebelumnya," sahut Leo.


Dan hari itu, Kimchi dan Leo sepakat untuk melakukan pernikahan ulang saat Simba sudah lahir saja.


Kimchi akan fokus ke masa kehamilannya, dia sangat bahagia karena kali ini akan ada Leo yang terus bersamanya. Apalagi mereka akan hidup berdua di penthouse mewah itu.


"Sepertinya jenis kelamin Simba sudah kelihatan, apa sebaiknya kita memeriksanya? Aku juga butuh suntikan vitamin!" ungkap Kimchi yang baru saja selesai mandi.

__ADS_1


"Ayo kita periksa, aku ingin melihat calon bayi kita. Ah, maksudnya Simba!" sahut Leo yang bergegas bersiap karena tidak sabar.


Keduanya menuju rumah sakit di mana biasanya Kimchi memeriksakan kandungannya. Setelah mendaftar dan mengantri akhirnya nama Kimchi dipanggil.


"Dok, aku datang bersama daddy-nya Simba!" Kimchi pamer pada dokter kandungannya.


Dokter itu mengulum senyum pada pasien uniknya itu, biasanya Kimchi memang akan datang bersama Nano dan Malika.


"Bulan ini Simbaku sudah kelihatan kelaminnya kan, Dok?" tanya Kimchi antusias.


"Iya, semoga Simba tidak malu-malu!" jawab dokter itu.


Kimchi berbaring di bed yang tersedia, kemudian dokter memeriksa kandungan Kimchi dan ternyata benar jenis kelamin sudah bisa terlihat.


"Kau dengar, Kak? Simba pasti akan mengaum nanti," ucap Kimchi yang sudah membayangkan anaknya akan dia latih jadi singa jantan.


Leo hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia berharap Kimchi tidak ngidam aneh-aneh kedepannya. Kemping di kandang singa misalnya.


Setelah selesai memeriksakan diri, Leo ingin membawa istrinya jalan-jalan.

__ADS_1


"Mau makan apa, sayang?" tanya Leo perhatian.


"Aku jadi ingin makan cirengnya nenek Libra, ayo kita kesana, Kak. Aku juga mau kuenya kakek Putu!" sahut Kimchi yang teringat dua orang manula yang sempat ditolongnya dulu dan sekarang berjualan di pusat perbelanjaan milik perusahaan Cullen.


"Apa kabar mereka ya?"


"Makanya kita harus pamer, Kak!"


Tapi saat mereka sampai ke pusat perbelanjaan itu, justru bukan Kimchi dan Leo yang pamer tapi nenek Libra dan kakek putu yang pamer kemesraan pada mereka.


"Nenek..." panggil Kimchi yang sudah sampai di outlite nenek Libra yang berdampingan dengan kakek Putu. "Nenek sudah bisa move on sama kakek?"


Nenek Libra tampak malu-malu ditanya seperti itu. "Aku cinlok sama Putu!"


"Woah, cireng dan Putu bersatu! Itu keren!" ucap Kimchi sampai terheran-heran.


Kakek Putu memberikan kue putu pada Kimchi. "Kau hamil, Nak? makanlah ini biar anakmu akan STRONG seperti ibunya!"


"Terima kasih, Kek." Kimchi memakan kue putu itu dan merasa keenakan.

__ADS_1


Leo mengusap bibir Kimchi yang belepotan karena gula merah yang muncrat. "Padahal bikinnya di Paris tapi lidahnya Indonesia banget ya!"


"Simba memang bayi yang tahu diri, Kak. Dia kan bukan anak CEO lagi tapi anak juragan martabak manis jadi dia sudah siap untuk hidup susah!" ucap Kimchi yang bosan kaya.


__ADS_2