
"Tambah gula dan sedikit garam lagi, Nyonya," ucap Mia yang memberi instruksi pada Kimchi.
Kimchi saat ini tengah belajar memasak bersama Mia, sementara Leo sedang mengecek pusat lapak martabaknya dan sebentar lagi akan pulang jadi Kimchi mempersiapkan makan untuk suaminya.
"Kalau sekarang bagaimana rasanya?" tanya Kimchi yang sudah menambah gula dan garam pada sayur yang dia buat.
Mia merasakan kuah dari sayur Kimchi dan mengangguk puas. "Sepertinya anda sudah mulai pandai memasak, Nyonya."
"Benarkah?" tanya Kimchi kesenangan. Memang setiap hari waktu Kimchi dia habiskan untuk belajar menjadi ibu rumah tangga biasa. Hanya sesekali dia nongkrong bersama Chacha dan teman-temannya, itu pun sudah dia kurangi karena kehamilannya yang semakin membesar dan tinggal menghitung hari saja.
"Jadi istri itu jangan hanya pandai di ranjang saja tapi juga harus pandai mengurus perut suami," ucap Kimchi sok bijak.
Tak lama bell berbunyi ternyata paket pesanan Kimchi sudah datang. Dia segera membuka paket itu yang isinya adalah perlengkapan bayi yang modelnya singa.
"Simba pasti lucu memakai semua ini," ucap Kimchi sambil menyusun barang-barang Simba ke kamar yang sudah disiapkan sebelumnya.
Kimchi memutar mainan-mainan Simba di sana, dia sangat tidak sabar menanti buah hatinya lahir. Walaupun teman-teman seusia dirinya masih sibuk bermain bagi Kimchi tidak masalah jika dia menimang bayi.
Dia sudah terbiasa hidup kaya dan bersenang-senang jadi hanya hidup sederhana yang bahagia bersama Leo, itu yang dia inginkan.
__ADS_1
Saat Kimchi masih berdiam di ruangan bayi itu tiba-tiba celananya basah.
"Apa aku mengompol?" gumam Kimchi.
Sedetik kemudian dia merasakan rasa mulas di perutnya. Kimchi segera berteriak memanggil Mia karena merasa dirinya akan melahirkan.
"Mia...," teriak Kimchi berusaha berdiri dengan perutnya yang besar itu.
Mia berlari mendatangi majikannya dan mendapati air ketuban Kimchi sudah pecah.
"Saya akan panggil Suep, Nyonya!" ucap Mia panik, dia segera menghubungi supir pribadi Kimchi yang biasa mengantarnya kemana saja.
"Jangan lupa bawa sayur masakanku tadi!" sahut Kimchi yang justru mencemaskan masakannya.
Leo yang sedang dalam perjalanan pulang mendapat panggilan dari Mia, Mia meminta dirinya untuk pergi ke rumah sakit sekarang juga karena Kimchi yang siap melahirkan.
"Kimchi, Simba..." gumam Leo cemas.
Saat sampai di rumah sakit semua anggota keluarga Kimchi sudah lengkap ada di sana.
__ADS_1
"Kimchi dimana, Mom?" tanya Leo pada Nano dengan panik.
"Ada di ruang persalinan, cepat masuk kesana!" jawab Nano yang juga panik.
Dengan cepat Leo masuk ke ruang persalinan dan mendapati Kimchi yang tengah merintih kesakitan. Leo mendekat dan menggenggam tangan istrinya, Kimchi menatap suaminya dengan derai air mata.
"Ternyata rasanya sakit, Kak," rintih Kimchi.
"Aku ada di sini, berjuanglah untuk Simba. Ingat sayang, kau adalah wanita STRONG!!!" bujuk Leo.
Kimchi mulai mengatur nafasnya perlahan karena dokter sudah memintanya untuk mengejan. Dengan sekuat tenaga Kimchi berusaha mendorong bayinya supaya keluar.
Beberapa kali Kimchi melakukan itu sampai keringatnya jatuh bercucuran. Sampai satu dorongan terakhir, suara tangis bayi memekik di ruangan bersalin itu.
"Oek! Oek! Oek!"
Kimchi menangis haru melihat bayi yang masih merah itu. Dia melihat bayi yang besar dan sehat lalu dia jadi memikirkan sesuatu.
"Kak...," panggil Kimchi.
__ADS_1
"Iya sayang," sahut Leo sambil menciumi istrinya.
"Sepertinya Simba lahir dengan berat badan besar, rawa-rawaku baik-baik saja kan, Kak? aku takut tidak bisa rapet lagi."