
"Semua sudah siap, Bos!" lapor Gaga pada Desmon yang saat ini bersiap keluar dari rumah sakit.
Desmon mengangguk, dia segera mendatangi Kimchi dan Nano yang sudah bersiap-siap. Tidak banyak barang yang mereka bawa karena barang-barang Kimchi yang ada di mansion Beaufort memang tidak dibawa.
"Pakai mantel ini!" ucap Nano sembari memakaikan Kimchi sebuah mantel pada tubuh putrinya supaya tidak kedinginan.
"Thanks Mama," balas Kimchi haru karena orang tuanya yang begitu menyayangi dirinya.
Desmon yang baru masuk menghampiri keduanya dengan membelai rambut Kimchi, dia bersyukur datang tepat waktu.
"Ayo kita pulang!" ajaknya.
Mereka semua akhirnya keluar dari rumah sakit dan menuju bandara. Sepanjang perjalanan Kimchi hanya termenung, dia berharap Leo akan ingat padanya dan menyusulnya ke bandara.
Tapi sayang, keinginannya itu tidak pernah terwujud. Saat sampai di bandara dan ketika Kimchi akan menaiki pesawat sosok Leo benar-benar tidak muncul.
"Kak singa..." lirih Kimchi dengan mata berkaca-kaca.
Buru-buru dia menghapus air matanya, mungkin memang benar kata Desmon dan Nano, sudah cukup untuk dia berjuang.
*****
__ADS_1
Pesawat akhirnya mendarat ke tanah air juga setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Di bandara Indonesia, si kembar sudah menunggu kedatangan keluarganya.
"Kimchi!" seru keduanya saat melihat adik mereka berjalan ke pintu keluar bandara.
Senyum Kimchi mengembang, gadis itu berlari menghampiri kedua kakaknya.
"Kak..." Kimchi menghambur memeluk keduanya bersamaan. "Kak singa tidak ikut, dia tidak mencariku!"
Air mata yang ditahan Kimchi akhirnya tumpah juga. Gadis itu tak kuasa untuk menyembunyikan kesedihan hatinya lagi.
"It's okay, Kimchi. Kami punya sesuatu!" bujuk si kembar supaya suasana hati Kimchi kembali tenang.
Saat sampai di rumah mereka, si kembar membawa Kimchi ke ruang santai dan di sana si kembar menayangkan video perkembangan janin saat di dalam kandungan.
Alunan musik klasik yang menyentuh serta tampilan video yang seperti terlihat nyata membuat Kimchi terhanyut. Di sana dia bisa melihat janin yang berkembang sampai berbentuk sempurna tak terasa air matanya menetes.
"Pasti Simba nanti akan seperti itu kan, Kak?" tanyanya.
"Makanya jagalah bayimu, dia akan jadi bayi kesayangan semua orang. Kau tidak sendiri, Kimchi!"
Desmon dan Nano juga ikut bergabung dengan ketiga anaknya, mereka semua memeluk Kimchi bersamaan.
__ADS_1
"We love you, Kimchi!"
Setelah hari itu, Kimchi bertekad menjadi calon ibu yang STRONGG untuk Simba. Dia akan fokus pada kehamilannya. Kimchi akan rajin mengikuti kelas hamil dan senam hamil.
"Kimchi, I miss you!" Chacha langsung datang ke rumah Kimchi saat tahu sahabatnya pulang. "Aku siap untuk kau repotkan lagi!"
Kimchi tergelak kecil dan memeluk Chacha di sana, dia merasa beruntung dikelilingi orang-orang yang sayang padanya.
"Setiap malam, kau harus tidur di kamarku, okay!" pinta Kimchi yang tidak ingin tidur sendirian.
Dan sesuai permintaan Kimchi setiap malam, Chacha akan menginap dan harus rela tubuhnnya dijadikan guling.
"Jadi kak singamu tidak ada menghubungimu sama sekali?" tanya Chacha sebelum mereka tidur.
Kimchi menggeleng. "Entah sekarang dia sedang apa, aku tidak tahu!"
"Dia pasti akan menyusulmu kesini, Kimchi. Percayalah!" bujuk Chacha.
"Benarkah?" tanya Kimchi khawatir karena selama ini, dirinya lah yang mengejar-ngejar Leo. "Ternyata begini rasanya!"
"Rasanya apa?"
__ADS_1
"Rasanya jual mahal. Ternyata jual mahal itu tidak enak!"