Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Filosofi Wanita


__ADS_3

Sebelumnya, Desmon dan Nano pergi ke Paris untuk menyusul Kimchi. Mereka berencana akan membawa putri mereka pulang ke Indonesia. Saat sampai, mereka segera menuju mansion Beaufort tapi saat sampai di sana Amber tidak menyambut mereka dengan baik karena dia tidak menganggap Kimchi sebagai menantu.


"Kimchi tidak ada di sini. Lebih baik kalian pergi!" usir Amber yang membuat Desmon naik pitam.


Desmon bukannya pergi tapi mencari Kimchi di segala sudut mansion, Amber tidak berani mencegah lagi karena Desmon mengeluarkan pistolnya.


"Kita cari di seluruh kamar di mansion ini!" ucap Nano yang seakan merasakan ikatan batin dengan putrinya.


Desmon dan Nano mendobrak paksa kamar di mansion itu satu persatu. Sementara Amber bergegas menelpon polisi dengan dalih ada pasangan suami istri gila yang menyerang mansionnya.


Brak!


Brak!


Brak!


Satu demi satu pintu dirusak oleh Desmon tapi dia tidak menemukan keberadaan Kimchi.


"Mungkin di lantai atas!" ucap Nano yang semakin cemas.

__ADS_1


Mereka akhirnya naik ke lantai atas dan melakukan hal yang sama, mendobrak semua pintu kamar. Sampai Desmon membuka satu pintu dan menemukan Kimchi badan terikat, parahnya ada pria yang hanya memakai handuk di pinggang saja.


Setelah sedikit drama, Desmon menjadi sangar. Tanpa ragu dia menembak bahu Francis.


Dor!


Dor!


Dua tembakan menembus bahu Francis sampai membuat pria itu jatuh tersungkur ke lantai. Francis berteriak merasakan sakit luar biasa di bahunya.


Nano bergegas menolong Kimchi, dia berusaha melepaskan ikatan yang ada ditubuh putrinya. Saat ikatan itu berhasil terlepas, Kimchi langsung memeluk mamanya.


"Mama...." Kimchi menangis dengan pilu.


Masih dengan derai air mata Kimchi menurut, mereka keluar dari kamar terkutuk itu. Tapi saat melihat wajah Desmon, Kimchi tak kuasa untuk menumpahkan semuanya pada sang papa.


"Papa..." Kimchi memeluk Desmon, tubuh besar papanya serasa mampu melindungi dirinya.


Desmon tentu saja tak acuh, dia membalas pelukan Kimchi dan menciumi rambut putrinya. "Kita pulang!"

__ADS_1


"Tapi kak singa..."


"Kau sudah cukup berjuang Kimchi! Kalau memang Leo mencintaimu biarkan dia yang berjuang untukmu dan calon bayi kalian!" potong Desmon sambil mengurai pelukannya.


Desmon menyeka air mata Kimchi. "Dengarkan papa, seberapapun kesalahan anak mereka, orang tua tidak akan meninggalkan anak mereka. Kau sudah cukup berjuang, kalau kau khawatir dengan masa depan Simba, papa yang akan mengurusnya sendiri!"


Mendengar Desmon menyebutkan nama Simba membuat Kimchi tersenyum kecil, dia akhirnya menganggukkan kepalanya. Walau bagaimanapun dia tidak akan bisa menghadapi semuanya sendiri tanpa orang tua.


Saat mereka keluar dari kamar Francis, tiba-tiba Amber dan beberapa polisi datang untuk menangkap Desmon.


"Francis!!" pekik Amber yang melihat putranya terluka.


"Lihatlah, Pak! Pertama pelayan itu menipu kami setelahnya mereka datang dan menyerang kami memakai senjata!" Amber berusaha meyakinkan polisi.


Desmon angkat tangan dan membuang senjatanya. "Saya bisa jelaskan, anak saya hampir diperkosa! Karena itulah saya menembak pria bajingan itu!"


Tapi polisi malah memborgol tangan Desmon karena mereka akan menyelidiki lebih lanjut di kantor polisi.


Nano dan Kimchi juga ikut karena akan dimintai keterangan lebih lanjut.

__ADS_1


"Ma, semua ini karena salahku!" ucap Kimchi semakin merasa bersalah, kini orang tuanya jadi ikut terlibat.


Nano menggenggam tangan Kimchi. "Kita hadapi semua bersama, setelah ini jual mahal lah Kimchi. Wanita itu diperjuangkan bukan memperjuangkan!"


__ADS_2