Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Sedikit Turun Harga


__ADS_3

Kimchi perlahan membuka matanya, dia terkejut melihat wajah lelaki yang sangat dia rindukan. Awalnya dia pikir itu hanya imajinasinya saja, makanya Kimchi hanya diam.


Tapi Leo kembali menciumnya, sontak membuat dia sadar dan langsung mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh darinya.


"Ternyata kau bukan jin!" pekik Kimchi dengan mendudukkan badannya.


Demi apapun Leo sangat merindukan Kimchi yang seperti itu. Dia berusaha meminta maaf pada istrinya tapi tidak seperti biasanya Kimchi menghindarinya.


"Aku benci padamu, pergi!" Kimchi berteriak dengan meneteskan air matanya. "Pergi dan jangan kembali lagi!"


"Kimchi sayang, dengarkan dulu..." Leo berusaha membujuk istrinya.


"Aku tidak mau dengar apapun!" Kimchi menutup kedua telinganya dengan tangannya.


Leo berusaha mengerti pasti saat ini Kimchi sangat kecewa padanya. Tapi dia memiliki alasan.


"Kimchi, aku ingat semuanya. Aku menyusulmu ke rumah sakit tapi kau sudah pergi. Aku sangat mencintaimu dan juga Simba kita," ucap Leo dengan perlahan mendekati istrinya. "Aku berusaha untuk bisa bersama kalian!"


"Aku tidak akan kemana-kemana lagi, aku akan selalu di sini bersamamu!"


Kimchi masih bergeming, walaupun dia menutup telinganya tapi dia masih mendengar semuanya. Dia terus menangis karena selama ini merasa Leo tidak menginginkan dirinya.

__ADS_1


"I love you, Kimchi. Kita mulai dengan benar kali ini, aku yang akan melamar dan menikahimu!" bujuk Leo lagi. Lelaki itu sudah dekat dan langsung memeluk istrinya. "Jangan menangis, kasihan Simba!"


Dan benar saja saat itu juga Simba bergerak di dalam sana, seolah ikut merespon perkataan daddy-nya.


"Oh my Godness, Simba sudah bisa bergerak rupanya!" ucap Leo yang merasakan pergerakan calon bayinya.


Kimchi yang masih mode jual mahal menjauh, dia melepaskan pelukan Leo dan turun dari ranjang.


"Aku mau sendiri!" ketus Kimchi yang keluar dari kamar. Dia sangat kelaparan dan butuh tenaga.


Kimchi ke dapur dan membuka kulkas, dia memanasi makanan di microwave seperti biasa. Saat microwave sudah berbunyi, Kimchi yang ingin mengambil makanannya ditahan oleh Leo.


"Jadi sekarang kau mau jadi inem pelayan seksi untukku?" tanya Kimchi masih dengan nada judes luar biasa.


"Ya begitulah," balas Leo yang sudah duduk di meja makan dan disusul oleh Kimchi.


Leo mengambil sendok bermaksud menyuapi istrinya. "Buka mulutmu, sayang!"


Kimchi menyilangkan kedua tangannya di dada, wajahnya tanpa ekspresi tapi dia menurut dan membuka mulutnya.


"Enak?" tanya Leo yang melihat Kimchi mengunyah makanan.

__ADS_1


"B aja tuh," jawab Kimchi acuh.


Leo tergelak melihat kelakuan Kimchi yang seperti itu, dia sudah terbiasa dikejar-kejar Kimchi. Jadi melihat Kimchi yang seperti itu, menurutnya sangat aneh.


Dengan telaten Leo terus menyuapi Kimchi sampai makanan habis tak bersisa.


"Sudah kenyang atau mau lagi?" tanya Leo perhatian.


Kimchi berdiri tanpa menjawab, dia ingin kembali ke kamar dan mengunci pintu. Dia berharap Leo akan menyusulnya seperti di drama-drama yang sering dia tonton.


Tapi beberapa menit dia kembali ke kamar, tidak ada tanda-tanda Leo menyusulnya. Akhirnya dia keluar kamar lagi dan mencari suaminya.


Ternyata Leo tidur di sofa ruang tamu, lelaki itu tidak mau mengganggu Kimchi dan terlalu memaksa istrinya. Padahal Kimchi suka jika dipaksa.


"Ish, seharusnya kau memaksaku!" gerutu Kimchi.


Rupanya Leo belum tidur, dia masih mendengar Kimchi yang menggerutu.


"Jadi kau mau jika aku memaksamu untuk diterkam, sayang?" tanya Leo kemudian.


Kimchi berdehem, dia tidak menyangka Leo mendengarnya. "Gimana ya? Aku akan menurunkan harga sedikit saja, Joni tidak boleh masuk ke rawa-rawaku tapi kak singa boleh menyusu!"

__ADS_1


__ADS_2