
Malam itu, Leo tidak melakukan apapun pada Kimchi. Dia hanya memeluk istrinya itu supaya kembali terlelap tidur setelah kekenyangan makan.
Leo mengusap rambut Kimchi saat gadis itu benar-benar terlelap. Dia menyatukan kening mereka.
"Aku akan menebus semuanya, Kimchi. Aku akan membalas cintamu berkali-kali lipat," ucap Leo kemudian mengecup kening istrinya.
Keesokan harinya, Leo masih berusaha meluluhkan Kimchi, dia mempersiapkan kebutuhan istrinya persis saat Kimchi dulu jadi pelayan pribadinya.
"Apa perlu dibantu mandi?" tawar Leo saat Kimchi akan masuk kamar mandi.
Kimchi berpikir sejenak karena tadi malam Leo tidak melakukan keinginannya untuk menyusu jadi pagi ini, dia ingin Leo menyusu padanya di pagi hari.
"Boleh," jawab Kimchi.
Di kamar mandi, Kimchi sudah menanggalkan semua bajunya. Tubuh Kimchi yang mulai berisi dengan perut membuncit membuat gadis itu begitu seksi.
Kimchi berdiri di pancuran shower membelakangi Leo. "Kau bisa menyabuni tubuhku!"
Tanpa banyak kata, Leo mendekat dan memencet sabun cair yang akan dia gosokkan ke tubuh Kimchi. Dengan telaten dia menggosok tubuh istrinya tanpa mau memanfaatkan kesempatan.
Dan hal itu lagi-lagi membuat Kimchi kesal karena Leo yang tidak menerkamnya. Dia sangat suka Leo yang nakal saat dia masih jadi inem dulu.
__ADS_1
"Apa Joni tidak berdiri saat melihat tubuhku yang gemoy?" gumam Kimchi dalam hatinya.
Padahal Kimchi ingin Leo terangsang setelah itu dia akan jual mahal dan mengijinkan Leo hanya menyusu saja sesuai rencananya. Tapi pagi itu, Kimchi selesai mandi tanpa melakukan hal itu.
"Aku akan ke bawah untuk menyiapkan sarapan," ucap Leo berlalu pergi dari kamar Kimchi.
Kimchi menghentakkan kakinya sebal, dia tidak suka Leo yang ingatannya kembali. Leo akan kembali menjadi pria yang perfeksionis.
"Apa aku pukul kepala kak singa biar hilang ingatan lagi ya?" gerutu Kimchi.
*****
Selesai sarapan, Leo berpamitan karena akan membawa Kimchi ke penthouse yang sudah dibelinya. Dia sudah berencana akan melamar Kimchi dengan romantis di sana.
Leo tidak mau menjawab tapi dia menghubungi Mia dan menanyakan apa perintahnya sudah dikerjakan.
"Semua sudah siap, Tuan!" lapor Mia.
"Bagus, kau boleh pergi sekarang, Mia!" ucap Leo yang membuat Kimchi meradang karena suaminya itu menyebut nama wanita lain.
"Siapa Mia?" tanya Kimchi gusar.
__ADS_1
Tapi lagi-lagi Leo tidak mau menjawab sampai akhirnya mereka sampai di bangunan penthouse.
"Aku tidak mau!" tolak Kimchi saat Leo mengajaknya masuk ke dalam.
"Mia hanya pelayan di tempat tinggal kita yang baru," jelas Leo. "Aku membeli penthouse seharga 5M hanya untukmu, Kimchi sayang!"
"It's the fucking panthouse!" seru Kimchi.
Sedetik kemudian, keduanya tertawa bersama karena seperti melakukan sebuah drama.
Kimchi akhirnya menurut, mereka menuju penthouse mereka di lantai paling atas. Saat sampai Kimchi terkejut bukan main karena tempat itu sudah dihias dengan taburan bunga dan lilin di sepanjang lantai. Lalu berhenti di tulisan dengan bunga itu sendiri "Will you marry me?"
Kimchi menoleh ke belakang dan di sana Leo sudah berlutut dengan kotak cincin yang terbuka.
Alunan musik romantis terdengar dan Leo berdehem sembari berkata. "Kimchi Nona Cullen, apa kau mau menikah denganku yang sekarang jadi seorang juragan martabak manis?"
"Mungkin terdengar tidak keren tapi aku berjanji akan membuat rumah tangga kita semanis gula!"
Kimchi sangat terharu mendengarnya, gadis itu luluh begitu saja. Memang sepertinya dia tidak bisa jual mahal pada kak singanya.
Dia menerima lamaran Leo di detik itu juga, Leo langsung menyematkan cincin berlian yang sudah dia persiapkan dari Paris.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya?" tanya Leo karena Kimchi terus memandangi cincin pemberiannya.
Kimchi enggan menjawab tapi gadis itu melucuti baju yang dia kenakan sekarang. "Aku tidak mau jual mahal lagi, sekarang aku akan mengobralnya untukmu, Kak!"