
Kimchi duduk bersimpuh sementara para pelayan lain yang di pimpin oleh Susan mengelilingi dirinya. Kimchi dihukum karena telah membuat Amber pingsan.
"Kau itu baru bekerja di sini tapi sudah membuat ulah!" maki Susan dengan menendangkan salah satu kakinya di lutut Kimchi.
"Udah jelek banyak tingkah!"
Komentar pelayan lain yang membuat Kimchi meremas ujung roknya. Baru pertama kali dia dirundung seperti ini.
"Kalau kau masih mau bekerja di sini, kau besok harus mengerjakan seluruh pekerjaan di mansion diluar pekerjaan utama mu!" ucap Susan dengan tersenyum sinis. "Kalau kau tidak mau, silahkan angkat kaki!"
"Masih banyak yang lebih becus darimu!"
Kimchi menatap Susan dan lainnya satu persatu lalu berkata. "Kalian semua besok beristirahatlah, karena aku yang akan melakukan pekerjaan kalian!"
"Sombong sekali kau, kita lihat saja besok!"
__ADS_1
Keesokan harinya, Leo yang terbangun di pagi hari mendapati seekor kodok yang terdapat di wadah kaca di atas nakas pasti itu ulah pelayan pribadinya. Setelah Amber pingsan tadi malam, dia begitu sibuk dengan urusan ibu tirinya itu untuk membantu masuk ke kamarnya.
Kalau dipikir-pikir itu adalah salahnya yang meminta Kimchi mencarikannya seekor katak.
"Tuan, sudah bangun?"
Tiba-tiba suara itu membuyarkan lamunan Leo, ternyata suara itu berasal dari Kimchi yang baru keluar dari kamar mandi.
"Saya sudah menyiapkan air hangat untuk Tuan mandi!" jelas Kimchi yang melakukan tugasnya pagi ini.
Kimchi jadi teringat Ezme, pasti dulu saat tidak ada dirinya wanita tidak tahu diri itu yang melakukan pekerjaannya ini. Membayangkan saja sudah membuatnya muak, dia harus bisa bertahan menjadi pelayan pribadi Leo atau posisinya akan digantikan oleh pelayan lain. Dia tidak mau ada Ezme-Ezme lain yang menggoda suaminya.
"Baiklah, ayo kita pilih! The executive, Manzone, Salt and Paper atau Wood?" gumam Kimchi menyebutkan merk-merk jas mahal milik suaminya tanpa harus melihat merk yang tersemat di belakang kerahnya. Karena dia pun memiliki merk serupa yang sering dia pakai ke kantornya.
"Jas single atau double vent?"
Kimchi tidak menyadari bahwa sejak tadi Leo memperhatikannya. Leo mendekat dan berdiri tepat di belakang Kimchi.
__ADS_1
"Sepertinya kau tahu banyak tentang barang bermerk!" tegurnya.
Sontak membuat Kimchi langsung membalik badannya karena merasa Leo ada di belakangnya. Kini kedua mata mereka beradu dengan jarak yang lumayan dekat.
"Um, itu karena di tempat kerja saya yang lama, Tuan!" Kimchi memberi alasan.
Leo mengerutkan keningnya dalam karena pelayan pribadinya ini seolah pelayan profesional tapi kenapa hanya memasang seprai saja tidak bisa?
Tapi pikiran itu buyar karena lagi-lagi Leo mencium parfum Kimchi, dia sangat menyukai aromanya dan merasa familiar.
"Aku ingin tahu apa merk parfum rakyat jelatamu itu!" ujar Leo yang membuat Kimchi jadi kebingungan. Parfum yang dipakai Kimchi adalah salah satu merk mendunia bahkan jenis yang dia pakai limited edition dengan harga fantastis.
Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Leo semakin mendekat yang membuat tubuh Kimchi mundur dan membentur lemari pakaian.
Tangan Leo terulur untuk mengusap wajah Kimchi, lelaki itu merasa kulit hitam yang pelayannya itu miliki tidak alami.
Tapi Kimchi buru-buru mencekal tangan Leo karena belum saatnya Leo tahu dirinya yang sebenarnya.
__ADS_1
"Maaf Tuan, saya tidak suka disentuh! Tapi saya sukanya menyentuh!" ucap Kimchi kemudian.