
Kimchi mendelik tajam ke arah Yumna karena asistennya membawa dia ke dokter kandungan. Gadis itu tidak suka rumah sakit, apalagi Kimchi mempunyai alergi berbagai macam obat-obatan.
“Tenang Nona. Sepertinya Nona telat datang bulan jadi kita periksa tidak ada salahnya, 'kan?“ Yumna mencoba menenangkan Kimchi karena setiap bulan memang dia yang membelikan bosnya pembalut.
“Kalau telat datang bulan memangnya kenapa?“ tanya Kimchi yang masih tidak mengerti apa yang dimaksud asistennya.
Yumna mencondongkan badannya supaya bisa menjangkau telinga Kimchi. “Nona kan sudah menikah, pasti pernah anu-anu, 'kan?“
“Anu-anu sama Joni?“ tanya Kimchi.
“Jadi Nona menikah bukan dengan tuan Leo?“ tanya Yumna yang tidak mengerti Joni yang dimaksud bosnya.
“Joni itu anunya kak singaku!“ jelas Kimchi.
“Anunya?“ gumam Yumna sambil berpikir setelah sadar yang dimaksud Kimchi, dia langsung salah tingkah.
“Apa bahas anu-anu sudah selesai?“ sela Dokter yang sedari tadi melihat interaksi antara Yumna dan Kimchi.
“Maaf, silahkan Dok!“
Dengan terpaksa Kimchi mau diperiksa oleh dokter kandungan itu, gadis itu berbaring dan perutnya diberi ultrasonic gel yang membuat Kimchi berjingkat karena ini untuk pertama kali baginya.
__ADS_1
“Gel ini tidak akan membuatku alergi, 'kan?“ tanya Kimchi yang membuat dokter dan perawat terkekeh.
Dokter melakukan USG dan sesuai dugaan Yumna, ada benih yang berkembang di rahim Kimchi.
“Selamat ya, Nona. Usia kandungan sudah memasuki minggu ke 4!“ ucap Dokter setelah proses USG selesai.
Kimchi tentu saja terkejut, dia hanya ingin memiliki Leo seutuhnya dan tidak menyangka sampai membuahkan hasil. Dia saja masih takut memberitahu tentang pernikahannya pada orang tuanya sekarang justru bertambah dirinya yang hamil.
“Jadi aku punya Simba?“ tanya Kimchi memastikan.
Dokter tampak mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.
Kimchi mulai gelisah dan dokter mencoba menenangkan.
“Tenang, Nona. Di trimester pertama janin harus benar-benar dijaga, oleh karena itu jangan terlalu setres!“ bujuk Dokter dengan menuliskan resep vitamin. “Saya akan resepkan vitamin dan penguat kandungan supaya janinnya berkembang dengan baik. Kontrol kandungan sebulan sekali selama trimester awal!“
“Maaf Dok, Nona Kimchi tidak bisa meminum obat dari berbagai jenis. Pil, sirup, puyer akan membuatnya alergi!“ jelas Yumna.
“Benarkah? Ini sangat langka. Kalau begitu saya akan memberikan vitamin melalui suntikan saja!“ ucap Dokter itu mempersiapkan vitamin yang akan disuntikkan ke tubuh Kimchi.
Kimchi masih duduk di ranjang pemeriksaan karena masih syok menerima kenyataan dirinya yang hamil.
__ADS_1
“Permisi ya, Nona!“ ucap dokter saat akan menyuntik lengan Kimchi.
Refleks Kimchi memejamkan matanya lalu mengaduh kesakitan.
“Akhh... Akhh... Sakit...“
Dokter berdehem. “Saya belum menyuntiknya dan tolong jangan berteriak keenakan begitu!“
“Hehehe... aku suka suntik yang bentuknya tumpul!“ ucap Kimchi cengengesan.
Kimchi kembali ke rumahnya dengan langkah gontai. Dia sekarang tambah bingung harus menjelaskan seperti apa pada orang tuanya.
“Kak singa, ada Simba diperutku!“ lirih Kimchi yang saat ini sangat membutuhkan Leo.
Saat kaki Kimchi berada di depan pintu rumah, bersamaan dengan ponselnya yang berbunyi. Buru-buru Kimchi meraih ponsel dan melihat pesan yang baru saja masuk.
Wajah Kimchi tersenyum cerah karena nama Leo tertera di layar ponselnya tapi senyum itu memudar saat membaca pesan yang dia terima.
Singa jantanku : Kimchi, maafkan aku. Kita harus berpisah! Jangan pernah temui aku lagi!
__ADS_1