
"Kau gila, ya? Dimana-mana bekerja untuk uang! Pasti ini akal-akalanmu, kau menyuapku supaya tidak melaporkanmu pada nyonya Amber!" ketus Susan yang semakin tidak menyukai Kimchi. "Lagian, dengan wajah jelek sepertimu tentu saja kau susah mendapat pekerjaan! Jual diri pun tidak akan laku!"
Mendengar itu, Kimchi tentu saja emosi bukan main. Rasanya dia ingin menyumpal mulut Susan dengan alat pel supaya mulut wanita itu diam. Tapi sekarang Kimchi harus kuat menahan diri.
"Maaf, Kak!" ucap Kimchi memelas.
Akhirnya untuk pertama kalinya Kimchi mengepel lantai, dicelupnya alat pel dan dia langsung menggosok lantai dengan serampangan.
"Hei bodoh! Peras dulu alat pelnya baru kau menggosoknya, lakukan dari sudut ruangan lalu murdur ke belakang! Sebenarnya kau ini bisa bekerja atau tidak?" bentak Susan yang kesal karena Kimchi tidak bisa bekerja.
"Ya ampun jadi ngepel juga ada aturannya ya?" Kimchi mendengus beberapa kali karena tidak mengerti dunia inem. Setelah ini pasti dia akan lebih menghargai para pelayan dan cleaning service yang bekerja untuknya.
Karena tidak sabar Susan merebut alat pel dari tangan Kimchi dan mengepel lantai kamar Leo dengan begitu lihai.
"Itu di dekat nakas, sebelah kiri juga belum kena!" Kimchi justru yang memberi komanda pada Susan.
Susan yang sadar langsung menghentikan aktivitasnya dan melemparkan alat pel pada Kimchi.
__ADS_1
"Sialan! Kau mengerjaiku, ya!" umpat Susan.
Kemudian, Susan mengambil seprai yang sebelumnya dia bawa dan melemparnya pada Kimchi juga dengan sekuat tenaga sampai badan Kimchi terhuyung ke belakang.
"Sekarang ganti seprainya, setelah itu temui aku lagi di bangunan belakang untuk mendapatkan jadwal kerjamu! Selama seminggu jika pekerjaanmu tidak beres, aku akan melaporkanmu pada nyonya Amber!" ancam Susan sebelum berlalu pergi keluar kamar.
"Mulutnya habis makan cabai berapa kilo bisa sepedas itu, ya?" gerutu Kimchi sambil melangkah mendekati ranjang.
Saat melihat ranjang Leo mengingatkan Kimchi pada momen di mana dia pecah perawan dan terkaman Leo yang memabukkan. Bukannya mengganti seprai, Kimchi justru berbaring di atas sana.
Tanpa sadar Kimchi justru ketiduran di atas ranjang, mungkin karena faktor kehamilan tubuh Kimchi cepat lelah dan juga karena memang istirahat Kimchi kurang semenjak datang ke Paris.
Dua jam berlalu, Kimchi membuka mata dan terkejut karena dirinya yang ketiduran seharusnya dia menemui Susan sedari tadi.
"Astaga, mulut cabai pasti menungguku!" pekik Kimchi.
Dengan cepat Kimchi membuka seprai untuk menggantinya dengan yang baru. Karena tidak pernah melakukannya, Kimchi berusaha sebaik mungkin.
__ADS_1
Sampai pintu kamar itu terbuka dan Leo yang baru pulang kerja menyembul masuk. Sontak mata keduanya langsung beradu.
"Siapa kau?" tanya Leo pada Kimchi yang bergeming di tempatnya.
Leo melihat penampilan Kimchi yang memakai baju pelayan. Atensinya langsung menyimpulkan wanita itu adalah pelayan pribadinya. Tapi kenapa jam segini pekerjaannya belum selesai?
Bahkan alat-alat pel masih beserakan di lantai dan pelayan itu masih sibuk mengganti seprai.
"Cepat selesaikan pekerjaanmu dalam 5 menit!" ucap Leo yang ingin berlalu ke kamar mandi tapi langkahnya terhenti karena Kimchi diam bagai patung.
"Kau kenapa?" tambahnya.
Leo mendekat ke arah Kimchi yang membuat gadis itu memegang dadanya.
"Omo, omo, kak singaku mendekat! Bagaimana ini, apa aku pingsan saja? Badanku saat ini ingin menerjangnya dengan ganas!" jerit Kimchi dalam hati.
Ternyata sedari tadi Kimchi menahan dirinya mati-matian.
__ADS_1