Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Sang Papa


__ADS_3

Leo memasang kuda-kuda siap menyerang Axe, gerakan Leo sudah terbaca oleh Axe yang memang ahli bela diri. Jadi setiap serangan yang dilayangkan oleh Leo, Axe bisa menghindar dan justru menyerang balik.


Bug! Bug! Bug!


Pukulan bertubi-tubi Axe layangkan pada Leo, dia memakai tehnik yang dia kuasai untuk mengunci lawannya. Dia begitu bersemangat karena Leo bukanlah tandingannya.


"Dasar lemah!" umpatnya saat melihat Leo tampak tak berdaya tergeletak di lantai ring tinju itu.


Hidung Leo mengeluarkan darah begitu juga mulutnya. Leo mengatur nafasnya sejenak, dia ingin menyerang lagi tapi Axe lebih cepat menyerangnya.


Axe memukul tepat di tengkuknya membuat mata Leo berkunang-kunang. Serangan demi serangan Axe arahkan pada kepala Leo membuat lelaki itu ambruk lagi.


"Jadi hanya itu kemampuanmu, heh!" ucap Axe dengan nada cibiran yang kental.


Leo memejamkan matanya, rasanya badannya sakit semua apalagi bagian kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.


"Kak singa, aku tidak tahan dengan hubungan jarak jauh kita. Rasanya aku ingin mati karena merindukanmu, jadi ayo kita menikah!"


Tiba-tiba serpihan ingatan itu tergambar di kepalanya. Kimchi melamarnya sungguhan?


Leo langsung membuka matanya. Dia bangkit seperti mendapatkan dorongan kekuatan. Leo menatap Axe dengan tajam lalu menyerangnya dengan kekuatan penuh seolah ingin melampiaskan semuanya pada lelaki itu.


Serangan bertubi-tubi dan brutal dari Leo akhirnya membuat Axe ambruk juga.


"Damn!" umpat Axe dengan menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Leo rasanya belum puas, dia ingin menyerang lagi tapi suara dari Kenzo menghentikan semuanya.

__ADS_1


"Apa kalian akan saling membunuh?" Kenzo ikut naik ke ring dan membantu Axe untuk berdiri. "Aku sudah berhasil membobol data Beaufort Company!"


"Dan pemasok obat itu?" tanya Axe dingin tanpa ekspresi.


"Dia disekap di ruang eksekusi!" jawab Kenzo dengan melirik Leo turun dari ring tinju.


"Kau urus semuanya, anggap ini hadiah karena dia yang sudah berhasil membuatku seperti ini!" ucap Axe dengan nada arogan yang kental. Dia turun dari ring kemudian melirik Leo sejenak sebelum meninggalkan ruangan latihan.


Saat melihat Axe sudah keluar, barulah Kenzo menghampiri Leo yang tengah mengobati lukanya.


"Apa bos Axe baik-baik saja?" tanya Gaga cemas karena tidak biasanya Axe terkesan mengalah.


"Jadi kau mau Axe membunuh bosmu ini?" jawab Kenzo dengan mata mengarah pada Leo. "Axe sedang baik hari ini, lebih baik terima saja kebaikannya!"


"Jadi apa yang kau dapatkan?" tanya Leo gusar karena ingin cepat keluar dari markas mafia itu.


"Argh!"


*****


Kimchi membuka matanya dan betapa terkejutnya gadis itu saat mendapati dirinya terikat di sebuah kamar.


"Aku harus keluar dari sini!" gumam Kimchi dalam hatinya. Jujur saja gadis itu merasa ketakutan saat ini.


Kimchi berusaha melepaskan ikatan yang membelenggu tubuhnya. Tiba-tiba pintu kamar mandi di sana terbuka, Francis keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Lepaskan aku bajingan!" teriak Kimchi.

__ADS_1


Francis hanya terkekeh seakan tidak peduli dengan teriakan Kimchi. Lelaki itu mendekat pada Kimchi sambil mengusap-ngusap dagunya.


"Aku akan melepaskanmu setelah kita bersenang-senang, Kimchi!" ucapnya.


Saat Francis mulai mendekat, Kimchi memejamkan matanya dan berdoa. "Tuhan, tolong kirim penyelamat untukku, aku janji kali ini akan jadi anak yang baik!"


Dan didetik itu juga...


Brak!


Pintu kamar Francis terbuka setelah didobrak paksa dari luar.


"Jangan beraninya sentuh putriku!!" teriak suara bariton dari seorang ayah yang mencari keberadaan putri kesayangannya.


Kimchi meneteskan air matanya melihat ada Desmon di ambang pintu. "Papa!!" panggilnya.


"Kimchi...."


"Papa...."


"Kimchi...."


"Papa...."


"Kim..." suara Desmon langsung tertahan karena Nano yang ada di belakangnya menepuk pundaknya. "Bisa tidak serius sedikit?"


"Sorry darling, aku aktifkan mode sangar dulu!"

__ADS_1


__ADS_2