Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Guling Hidup yang Hidup


__ADS_3

Desmon bukanlah orang yang memandang orang dari pekerjaan atau statusnya. Melihat kegigihan dan pengorbanan Leo akhirnya lelaki itu luluh juga.


"Jagalah Kimchi dengan benar kali ini, kau tahu sendiri dia selalu berpikiran pendek dan grasak grusuk, tapi setelah kejadian di Paris dia berusaha keras untuk berubah!" jelas Desmon.


"Apa Kimchi sudah berubah jadi kura-kura ninja?" tanya Leo ingin mencairkan suasana.


Desmon tergelak kecil dan menepuk bahu Leo di sana. "Aku percaya padamu anak muda!"


"Aku akan menemui kakak ipar terlebih dahulu!" pamit Leo sebelum pergi dari mansion.


Si kembar yang baru menyelesaikan pekerjaan mereka menunggu Leo di lapak martabak manis yang telah adik iparnya itu beli.


Mereka juga membawa sertifikat rumah yang telah Leo beli untuk hidup bersama keluarga kecilnya nanti.


"Thanks," ucap Leo menerima itu semua. Rasanya dia sudah banyak merepotkan kakak ipar kembarnya itu.


"Kami tidak meminta apapun, tapi jagalah Kimchi dengan nyawamu karena dia sudah banyak berkorban juga!"


Leo mengangguk, dia pasti akan bisa memegang janjinya itu. "Biar aku yang membuatkan martabak manis untuk calon bayiku!"

__ADS_1


"Namanya Simba!"


"Ah iya, Simba!" Leo menggelengkan kepalanya, pasti itu ulah Kimchi yang memberinya nama. Dia harus memikirkan nama tengah buat anaknya nanti.


Martabak manis rasa coklat keju, Leo membuatnya dengan sepenuh hati. Setelah jadi dia memberikannya pada si kembar.


"Aku akan datang nanti malam," ucap Leo yang ingin menyelesaikan beberapa urusan.


Leo ingin mengecek rumah yang akan dia tinggali bersama Kimchi nanti. Sebenarnya bukan rumah lebih tepatnya sebuah penthouse di lantai tertinggi gedung.



Leo tampak puas, si kembar memang terbaik. Bahkan sudah ada pelayan yang ditempatkan di sana.


"Tolong bersihkan kamar utama dan stok bahan makanan di kulkas," perintah Leo sebelum pergi ke rumah Desmon.


"Baik, Tuan," jawab pelayan yang bernama Mia itu.


"Aku akan kembali dengan membawa istriku," sambung Leo yang tidak sabar menjemput Kimchi.

__ADS_1


Leo bergegas turun ke lobi gedung penthouse memakai lift, kemudian menuju parkiran. Dia memakai parfum yang disukai Kimchi dan merapikan penampilannya karena Kimchi suka dia yang tampan.


Sesampai di kediaman Desmon, rupanya Kimchi sudah tidur lebih awal dari biasanya.


"Kimchi melewatkan makan malam, nanti pasti tengah malam dia kelaparan," jelas Nano sambil mempersiapkan makanan yang akan dia taruh kulkas, biasanya Kimchi tinggal memanasinya saja di microwave.


"Biar aku saja, Ma," Leo mengambil alih, dia ingin mengurus keperluan istrinya mulai sekarang. Karena dia sudah melewatkan banyak momen saat trimester pertama kehamilan Kimchi.


Nano tersenyum melihat itu. "Mama naik ke atas dulu!"


Setelah makanan Kimchi sudah siap, dengan berdebar Leo masuk ke kamar Kimchi di mana istrinya itu terlelap.


Leo pelan-pelan naik ke atas ranjang dan memeluk Kimchi dari belakang. Tangannya mengusap perut Kimchi yang mulai membuncit, tapi sedetik kemudian Kimchi berbalik dan justru membalas pelukannya.


"Akhirnya kau kemari juga, Cha!" gumam Kimchi setengah sadar. Gadis itu bahkan mengeratkan pelukannya. "Badanmu kenapa jadi besar begini, Cha?"


Leo terkekeh mendengar gumaman Kimchi itu. Sekarang tangan Kimchi meraba-raba tubuhnya dan tanpa sengaja dia menyentuh sesuatu yang menyembul di bawah sana. "Cha, apa itu yang keras-keras?"


Tanpa menjawab Leo justru mencium bibir Kimchi dan meremas dua buah dadanya membuat Kimchi membatin. "Apa aku diperkosa guling hidup? Apa ini semacam ketindihan dan aku diperkosa jin? Argh.... Tidak!!"

__ADS_1


__ADS_2