
Di salah satu rumah sakit, Kimchi akhirnya memeriksakan kondisi kandungannya. Kimchi diberi suntikan vitamin seperti biasanya tapi kali ini melalui jarum infus maka dari itu, Kimchi harus rawat inap terlebih dahulu.
"Istirahatlah, mama di sini menunggu sampai cairan infusnya habis," bujuk Nano supaya Kimchi tidur saja.
Memang Kimchi sangat lelah tapi dia juga memikirkan keadaan Leo yang dia tinggal saat di kantor polisi tadi.
"Ma, kak singaku bagaimana?" tanya Kimchi memberanikan diri.
Nano mendengus sebal karena Kimchi yang selalu memikirkan Leo, Leo dan Leo tapi dia tidak memikirkan keadaannya sendiri dikondisinya yang tengah berbadan dua.
"Mama sampai merinding membayangkan seberapa cintamu ke Leo!" ungkap Nano dengan menggelengkan kepalanya.
"Makanya restui kami, okay. Agar pernikahan kami sah!" pinta Kimchi yang selama ini merasa pernikahan dadakannya tidaklah sah dimata Tuhan karena tidak memegang restu kedua orang tuanya.
"Nanti kalian harus menikah lagi dengan benar!" sahut Nano sambil membelai rambut kecoklatan putrinya dengan lembut.
"Artinya mama merestui, 'kan?" tanya Kimchi memastikan.
Nano mengangguk. "Asal jangan egois untuk kali ini, okay. Pikirkan Simba dan juga kesehatanmu sendiri. Berat badanmu seharusnya bertambah bukannya berkurang!"
"Aku akan makan yang banyak untuk Simba, Ma. Aku ingin makan telur gulung!" ungkap Kimchi yang selama di Paris justru rindu makanan Indonesia.
"Dasar bule lidah pribumi!" ucap Nano dengan terkekeh.
__ADS_1
Di luar ruangan Desmon tengah bersama Gaga di mana Gaga menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada Kimchi selama di Paris.
"Tapi semua bukti sudah kuat, 'kan? Aku tidak mau mereka keluar dari penjara!" geram Desmon yang tidak mau mengampuni Amber dan Francis.
"Tenang saja, Bos. Pasti hukuman mereka akan setimpal!" sahut Gaga percaya diri.
"Lebih baik, kita cepat kembali. Cepat atur jadwal pulang kita besok, malam ini kita menginap di rumah sakit!" ucap Desmon merencanakan kepulangannya ke Indonesia. "Bagaimana Leo? Pastikan dia tidak menemui, Kimchi! Dia harus bisa memikirkan keputusan yang tepat, aku tidak mau putriku terkena imbas masalahnya lagi!"
Gaga hanya bisa menganggukkan kepalanya, setelah berbincang dengan Desmon, dia segera menghubungi Charles untuk menanyakan keadaan Leo.
"Bagaimana?" tanyanya saat panggilan sudah tersambung.
"Kami sekarang berada di pemakaman!" jawab Charles yang memang berada di pemakaman di mana Susi, ibu dari Leo dikebumikan.
Bahkan saat rintik hujan turun, Leo masih bergeming dari tempatnya.
"Bos, sebaiknya kita pulang!" bujuk Charles sembari memayungi Leo.
Leo masih diam, dia bingung dengan jalan yang harus dia ambil sekarang. Mempertahankan perusahaan peninggalan ayahnya atau Kimchi?
"Apa benar Kimchi saat ini hamil, Charles?" tanya Leo dengan bergetar karena kalau memang benar, dia merasa jadi lelaki brengseek.
"I--iya, Bos," jawab Charles tergagap.
__ADS_1
Leo semakin menundukkan wajahnya. "Ayo kita datangi Kimchi sekarang!"
Hujan semakin deras membuat pandangan Leo mengabur, dia terus berjalan berdampingan dengan Charles yang hanya memakai satu payung.
"Saya akan menyalakan mobil!" ucap Charles supaya Leo memegang payungnya sendiri, sementara dia berlari membukakan pintu mobil.
Di detik Charles berlari di detik itu juga Leo tidak sengaja menginjak kodok yang lewat.
"Argh!" teriak Leo kaget.
Krok! Krok! Krok!
Beruntung kodok itu masih bersuara artinya hewan itu masih hidup.
Saat kodok itu meloncat-loncat lagi, tiba-tiba Leo merasakan sakit kepala yang luar biasa. Dan semua bayangan tentang Kimchi masuk ke dalam ingatannya.
Bruk!
Leo terjatuh pingsan dan tak lama lelaki itu dikerumuni para kodok yang ada di pemakaman.
"Bos..." Charles yang sudah berada di mobil menjadi panik. Dia tambah panik saat melihat keadaan Leo. "Bos, kenapa jadi pangeran katak begini!"
*****
__ADS_1
Satu bab dulu, besok janji crazy up😁