
Di pesta, semua yang datang menutupi wajah mereka memakai topeng. Dan Francis sudah memindai mangsanya, dia akan mendekati wanita yang akan dia jadikan cinta satu malamnya.
"Kita harus pergi satu jam lagi, aku tidak nyaman dengan pesta seperti ini!" cegah Leo saat Francis berniat memisahkan diri darinya.
Francis memberikan kunci mobil pada Leo. "Aku malam ini tidak pulang jadi menyetirlah sendiri!"
Dari kejauhan Briana sudah memperhatikan Leo, saat melihat Francis menjauh, Briana mencoba mendekati Leo. Wanita itu mengambil dua gelas wine dan berniat memberikan satu pada Leo.
"Hai, tuan Beaufort! Akhirnya kau datang juga!" ucap Briana memberikan satu gelas wine dan Leo menerimanya.
"Ternyata kau mengenaliku!" sahut Leo kemudian.
"Hanya melihatmu dari belakang pun aku bisa mengenalinya!" balas Briana dengan menyesap winenya. "Cobalah, wine ini sangat enak!"
Leo menyesap sedikit wine itu. "Aku tahu seleramu pasti tinggi!"
"Ya, aku tidak munafik untuk itu!" balas Briana jujur.
Sampai musik romantis terdengar dan Briana mengajak Leo berdansa di sana. Leo pikir tidak ada salahnya karena dia juga akan pulang sebentar lagi.
Keduanya berdansa di lantai dansa dengan pasangan dansa lainnya. Briana tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia pergunakan waktunya untuk menarik perhatian Leo.
Briana bergaya sensual dan meliuk-liukkan tubuhnya dan merapat pada Leo. Saat masih semangat-semangatnya, wanita itu merasakan pundaknya di tepuk seseorang.
__ADS_1
"Nona Briana, ada yang mencari!"
"Siapa?"
Briana terpaksa mengikuti pelayan yang memanggilnya itu karena takut jika tamunya ada yang mencarinya.
Tapi keningnya mengernyit saat dia dibawa ke sebuah lorong sepi yang berada di sisi gedung pesta.
Pupil mata Briana membesar saat melihat ada seorang gadis dengan dua lelaki bersamanya. Gadis itu membawa tongkat bisbol dipundak dengan pakaian seksi di mana gaun yang dikenakannya menampilkan paha mulus gadis itu.
"Jadi itu namanya Briana, 'kan? Yang berani menyentuh dan menggoda kak singaku!" Kimchi memasang mode sangar.
"Iya Nona, ingat Nona sedang hamil!" ucap Gaga memperingati, dia takut terjadi sesuatu pada Kimchi karena Desmon bisa membunuhnya jika hal itu terjadi.
"Kenalkan aku Kimchi, istri dari Leo Beaufort yang sudah kau goda tadi!" ucap Kimchi menggeram.
"Oh iya? Setahuku Leo masih lajang!" balas Briana tidak mau kalah.
Tidak mau berbasa-basi lagi, Kimchi mengayunkan tongkat bisbolnya di hadapan Briana.
"Aaaa..." refleks Briana berjongkok mencoba menghindari ayunan tongkat bisbol itu.
"Hahaha... Begitu saja takut!" Kimchi memang hanya menggertak wanita yang jauh lebih tua darinya itu. "Jangan mencoba mendekati kak singaku kalau kau masih sayang nyawamu!"
__ADS_1
Lalu Kimchi merebut topeng yang dikenakan Briana dan memakainya. Sebelum masuk ke dalam pesta, Kimchi menoleh ke belakang di mana Charles dan Gaga berada.
"Pastikan kalian menahan kultilanak ini sampai jam 12 malam nanti!" perintah Kimchi.
Kimchi ingin masuk ke dalam pesta karena ingin memastikan, Leo masih ada di sana atau tidak. Tapi saat Kimchi masuk, musik di pesta mendadak menjadi musik yang sangat romantis membuat Kimchi terbawa suasana.
Saat melihat Leo yang masih ada di sana, Kimchi mendekat dan mengulurkan tangan pada suaminya.
"Hai tampan, mau berdansa denganku?" tanya Kimchi kemudian.
Leo merasa familiar dengan suara dan penampilan Kimchi, lelaki itu menyambut uluran tangan itu. "Apa kita saling mengenal?"
Tanpa menjawab Kimchi menarik Leo ke lantai dansa dan gadis itu langsung memeluk suaminya di sana dengan kedua badan mereka yang menari pelan mengikuti musik.
"I miss you!" batin Kimchi dengan memejamkan matanya.
Leo yang juga terbawa suasana, mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Kimchi dan indera penciumannya menghirup aroma yang sangat dikenalnya.
"Parfum ini...." gumam Leo dalam hatinya.
*****
Parfum siapa, Kak singa???
__ADS_1