
Setelah mendapat obat pengganti untuk obat Leo, Kimchi harus menukar obat yang asli. Dia akan melakukan malam ini setelah makan malam selesai supaya tidak ada yang mencurigainya.
Sebelum Leo pulang kerja, Kimchi melakukan pekerjaannya terlebih dahulu di kamar Leo. Dia harus memastikan kamar bersih dan juga air hangat sudah tersedia saat Leo pulang nanti.
"Lima menit lagi pasti sampai," batin Kimchi sambil melihat jam dinding di kamar.
Kimchi sangat hafal jam pulang kerja Leo, dia ingin beristirahat sejenak sebelum jam makan malam tiba. Kimchi mengusap-ngusap perut ratanya, berharap Simba kuat di dalam sana. Jujur jika tidak ada Simba, Kimchi tidak akan nekat sampai sejauh ini.
Saat Kimchi sampai di kamarnya, dia dibuat terkejut karena Amber dan Susan tampak mengacak-ngacak kamarnya.
"Apa yang Nyonya lakukan?" tanya Kimchi sambil memunguti barang-barangnya yang beserakan di lantai.
Amber menghentikan aksinya lalu mendekati Kimchi dengan berkacak pinggang. "Aku dengar kau membayar orang untuk melakukan pekerjaan pelayan di sini, kau mata-mata, ya?"
"Bukan Nyonya, saya hanya rakyat jelata! Orang-orang itu tidak saya bayar, mereka membayar hutang budi pada saya karena pernah membantu mereka!" sahut Kimchi memberi alasan.
"Jangan percaya, Nyonya!" Susan menimpali. "Lebih baik pecat dia!"
"Di dalam kontrak kerja, sudah ada perjanjian Nyonya! Anda tidak bisa memecat saya atau saya akan menuntut denda dengan jumlah besar!" ucap Kimchi tidak mau kalah.
__ADS_1
Amber tidak mau memperpanjang masalah karena yang dikatakan Kimchi benar adanya, daripada uangnya terbuang untuk membayar denda lebih baik dia gunakan untuk perawatan.
"Kalau tidak ada bukti sebaiknya jangan asal tuduh!" Amber berbalik marah pada Susan dan berlalu pergi dari kamar Kimchi.
Susan berdecak sebal dan ikut pergi dari kamar Kimchi dengan membanting pintu kamar itu cukup keras.
Setelah kedua wanita itu keluar dari kamarnya, Kimchi bisa bernafas lega. Dia buru-buru memeriksa peralatan rahasianya yang dia sembunyikan di bawah kasur.
"Masih aman!" batinnya.
Untuk kedepannya Kimchi harus lebih berhati-hati lagi dan dia harus mengumpulkan banyak bukti kejahatan yang Amber dan Francis lakukan supaya mereka berdua cepat masuk jeruji besi.
"Silahkan, Tuan!" ucap Kimchi saat memberikan vitamin itu.
Di sana Kimchi dapat melihat jelas senyum seringai dari Amber dan Francis saat Leo meminum obatnya.
"Sebentar lagi kalian tidak akan bisa tertawa lagi, aku akan membuat kalian menangis darah!" ucap Kimchi dalam hatinya.
__ADS_1
Saat Kimchi akan berlalu pergi, Leo menahannya. Sontak Kimchi membalik tubuhnya dan tertunduk hormat pada suaminya itu.
"Tolong buatkan teh herbal dan antarkan ke ruang kerjaku!" pinta Leo yang bersiap lembur malam ini.
"Baik, Tuan!" sahut Kimchi patuh.
Kimchi segera pergi ke dapur dan membuat teh herbal yang diminta dengan bantuan video youtube. Sampai satu gelas teh yang lumayan rasanya dia berhasil buat dengan susah payah.
Setelah itu dia bergegas ke ruang kerja Leo, Kimchi mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan dari dalam. Untuk itu, Kimchi langsung saja membuka pintu yang tidak dikunci itu.
Ternyata Leo ketiduran dengan posisi duduk di kursi kerjanya, pantas lelaki itu tidak mendengar ketukan pintu sebelumnya.
"Pasti kak singa kelelahan!" gumam Kimchi dengan menaruh teh yang ada di tangannya ke atas meja.
Kimchi memandangi wajah suaminya dan atensinya tertuju pada bibir Leo yang menggoda. Dengan berani Kimchi mendekat dan mengecup bibir itu, awalnya Kimchi hanya berniat memberikan kecupan tapi saat bibirnya menempel dia malah melumaat bibir suaminya dengan penuh gairah yang membara.
Sementara Leo yang di bawah alam sadarnya spontan membuka mulut dan membalas ciuman Kimchi yang dianggapnya mimpi.
Suara decapan terdengar di ruang kerja itu sampai Kimchi melepas tautannya karena bibirnya mulai bengkak.
__ADS_1
"Ya ampun, Kak. Dalam keadaan tidur saja kau begitu buas apalagi dalam keadaan sadar!" gerutu Kimchi kemudian.