
Leo semakin mendekat membuat Kimchi dengan cepat berdiri dan membungkuk hormat.
"Hallo, Tuan. Nama saya Mimi, saya pelayan baru di sini!" ucap Kimchi memperkenalkan diri.
Leo tidak menjawab tapi lelaki itu menyilangkan tangan di dadanya, dia menatap lekat penampilan pelayan pribadinya.
"Lanjutkan pekerjaanmu!" titah Leo kemudian. Entah kenapa dia sedikit tertarik dengan Kimchi karena menurutnya penampilannya unik.
Tapi saat dia membalik badannya karena ingin melanjutkan niatnya ke kamar mandi, tangannya dicekal oleh Kimchi.
"Tuan!" panggilnya.
"Ada apa?" tanya Leo gusar, dia tidak suka disentuh sembarangan. Matanya mendelik ke arah tangan Kimchi yang masih mencekal lengannya, sontak membuat Kimchi buru-buru melepaskan tangannya.
"Maaf, tapi apa Tuan bisa mengajariku memasang seprai?" tanya Kimchi yang benar-benar tidak tahu cara memasang kain penutup ranjang itu.
Leo mengernyit baru kali ini ada seorang pelayan yang meminta majikannya untuk mengajarinya memasang seprai.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Leo memastikan.
"Sebenarnya aku pelayan amatiran, Tuan!" jawab Kimchi yang membuat Leo semakin jengah.
Leo merebut seprai dari tangan Kimchi lalu tanpa banyak kata justru dia yang memasangnya sendiri. Bukannya menyimak cara Leo memasang seprai, fokus Kimchi justru teralihkan dengan posisi Leo yang menungging.
__ADS_1
Tangan Kimchi rasanya gatal dan refleks memukul bokong suaminya.
Plak!
Satu pukulan mendarat ke bokong Leo membuat empunya langsung menghentikan aktivitasnya dan kembali menegakkan badannya.
"Lancang sekali kau!" geram Leo.
Tapi Kimchi justru cengengesan tidak jelas lalu berdalih. "Anu Tuan, saya jadi ingat salah satu artis yang suka goyang itik, saya jadi gemas sendiri! Kadang tangan saya bergerak sendiri tanpa diperintah!"
Leo mengerutkan keningnya dalam sampai Kimchi melangkah mengambil alat pel yang akan dia gunakan sebagai mic dan dia akan menunjukkan goyang itik itu seperti apa.
"Pasti Tuan bingung kan, goyang itik itu apa! Jadi saya akan tunjukkan!" ucap Kimchi mulai menungging dan menggoyang-goyangkan pantatnya.
Aku meriang, aku meriang
Aku meriang, merindukan kasih sayang
Aku meriang, aku meriang
Aku meriang, aku meriang
Aku meriang, merindukan kasih sayang
__ADS_1
Aku meriang, aku meriang
Aku meriang, aku butuh kamu, Sayang
Kimchi bernyanyi dalam posisi itu membuat Leo mengulum senyumnya karena baginya itu sangat lucu.
"Sekarang Tuan tahu goyang itik itu bagaimana, 'kan?" terang Kimchi kesenangan karena melihat semburat wajah Leo yang sebelumnya mengulum senyumnya. Dia tahu Leo pasti mengalami hari yang berat, untuk itu Kimchi akan mencoba mendekati Leo secara perlahan. Dia tidak mau memaksa seperti yang sudah-sudah.
"Sekarang aku tahu apa itu sabar!" batin Kimchi.
Sampai pintu kamar Leo diketuk dan terdengar suara Susan di luar. Kimchi segera membereskan alat-alat kebersihannya.
"Itu si mulut cabai pasti mencariku, Tuan. Saya permisi!" pamit Kimchi yang dibalas anggukan oleh Leo.
Sebelum Kimchi membuka pintu, dia membalik badannya dan memanggil Leo kembali.
"Tuan, saya masih banyak goyangan! Goyang ngebor, goyang gergaji, goyang patah-patah sampai goyang asolole, saya bisa!" ucap Kimchi dengan mengerlingkan matanya begitu nakal.
Leo langsung berdehem mendengarnya. "Aku tidak perlu melihat itu semua!"
"Kenapa, Tuan? Padahal enak loh itu!"
Pintu diketuk kembali membuat Kimchi akhirnya keluar kamar Leo dan disambut tatapan tajam Susan yang sedari tadi menunggunya tapi Kimchi tidak datang-datang juga.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kau lakukan di dalam?" bentak Susan.
"Oh, aku hanya main goyang-goyangan dengan tuan Leo!" jawab Kimchi sambil mengibaskan rambutnya.