Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Obat dan Cicak


__ADS_3

Susan merasa semakin kesal dengan Kimchi, dia merasa tidak terima Kimchi yang buruk rupa itu bisa dekat dengan Leo. Tapi dia yakin, jika yang keluar dari mulut Kimchi sebelumnya adalah kebohongan.


"Ini jadwalmu, baca baik-baik!" ketus Susan dengan memberikan Kimchi sebuah kertas.


Dikertas itu tertulis jadwal pekerjaan Kimchi, melihat tulisan di kertas itu rasanya Kimchi langsung mual.


"Aku mau ke kamarku!" pamit Kimchi dengan berlari keluar dari ruangan kepala pelayan.


Susan terus berteriak dari dalam sana tapi Kimchi tidak peduli, yang dia butuhkan sekarang adalah toilet karena mual kembali melanda dirinya.


"Huek!" Kimchi muntah untuk kesekian kalinya.


Setelah semua yang ada di dalam perutnya keluar, Kimchi terduduk lemas di lantai kamar mandi. Kimchi jadi teringat mamanya Nano, apa dulu saat hamil mamanya itu mengalami seperti yang dialami Kimchi sekarang?


"Mama, maafkan aku!" lirih Kimchi yang menyesali semua perbuatannya.


Tapi buru-buru dia menyeka air matanya karena dia bukan gadis lemah.



Makan malam tiba, di meja makan itu sudah berkumpul Leo, Francis dan Amber. Mereka bertiga makan dengan tenang dan sesekali Francis membahas tentang pekerjaan.

__ADS_1


"Aku akan memeriksanya nanti!" ucap Leo saat Francis menjelaskan mengenai proyek kerjasama yang sedang mereka kerjakan.


"Aku sudah mengirim laporannya melalui email!" ujar Francis sambil menyuapkan makanan di mulutnya.


Amber berdehem. "Kita sekarang sedang makan bersama jadi berhenti membicarakan masalah perusahaan!"


Sekilas keluarga itu terlihat begitu harmonis. Tapi tidak dimata Kimchi. Gadis itu malam ini bertugas untuk menyiapkan dan memberikan obat Leo setelah selesai makan.


"Dua orang itu memang pantas diberi penghargaan Oscar karena pintar bermain drama!" geram Kimchi dalam hatinya. Lalu dia mulai mengambil obat Leo tapi sebelum itu dia memotret obatnya dan mengirimkannya pada Gaga.


Cari tahu, obat itu!


"Mimi!" panggil Amber dari meja makan.


Kimchi buru-buru datang karena memang tempat obat tidak jauh dari meja makan.


"Iya, Nyonya!" jawab Kimchi.


"Mana obat Leo? waktunya dia meminum obat!" tuntut Amber.


Kimchi mengangguk dan memberikan obat yang dia ambil sebelumnya pada Leo tapi sebelum Leo meminum obat itu, Kimchi berbisik. "Tuan, tadi saya melihat ada cicak masuk ke dalam botol obatnya!"

__ADS_1


Mendengar itu, Leo terkesiap. Sebenarnya Leo sudah merasa dirinya baik-baik saja tapi Amber selalu memaksanya untuk minum obat. Karena menghargai dan juga merasa itu bentuk kasih sayang ibu, Leo sebagai anak tentu saja menurut.


Leo meraih obat itu dan meminumnya begitu saja membuat Kimchi sekarang yang terkesiap, padahal dia berbohong supaya Leo enggan meminum obat itu sebelum dia menyelidikinya.


"Ternyata Tuan jorok, ya?" komentar Kimchi kemudian.


Karena pekerjaan malam ini sudah selesai, Kimchi kembali ke kamarnya. Tapi ada yang menarik perhatiannya saat dia melewati taman belakang, di sana Kimchi melihat Leo yang memuntahkan obat yang dia minum sebelumnya.


"Tuan, tidak apa-apa?" tanya Kimchi yang mendekat dan mengelus punggung Leo.


Leo langsung menegakkan badannya dan menatap Kimchi tajam. "Apa benar botol obatnya ada cicaknya?"


"Tentu saja!" jawab Kimchi dengan menahan tawa karena Leo terpengaruh ucapannya.


"Berarti...?" Leo sudah berpikiran yang tidak-tidak. Dia menggelengkan kepalanya tapi sepertinya Kimchi mengerti yang ada dipikiran suaminya.


"Iya Tuan, cicaknya pup di dalam botol obat!" ucap Kimchi memperjelas.


*****


Maaf telat up😭

__ADS_1


__ADS_2