
Brak!
Kimchi refleks langsung menjatuhkan ponselnya setelah membaca pesan dari Leo. Tanpa bisa ditahan lagi, Kimchi menangis sejadi-jadinya.
“Kimchi!!“ panggil Nano yang berada di lantai bawah. “Loh, kenapa?“
Nano merasa heran, bukankah seharusnya Kimchi berada dalam perjalanan menuju Bali. Tapi kenapa putrinya itu kembali ke rumah dengan menangis pula di depan pintu.
Melihat ada Nano, Kimchi langsung menghambur memeluk mamanya.
“Mama! Kak singa...“ Kimchi terisak dipelukan Nano.
“Leo kenapa?“ tanya Nano.
“Kak singa memutuskan hubungan kita secara sepihak!“ jawab Kimchi semakin mengeraskan tangisannya.
Nano berusaha membujuk Kimchi untuk duduk dulu dan tenang. Dia membimbing Kimchi ke ruang tamu dan meminta pelayan yang lewat untuk mengambil minum.
“Minum dulu!“ pinta Nano.
Kimchi menggeleng tidak mau. “Kak singa, bagaimana Ma? Aku harus ke Paris!“
__ADS_1
“Tenang dulu, apa akhir-akhir kalian ada masalah?“ tanya Nano penuh selidik.
“Tidak justru kami sedang panas-panasnya!“ jawab Kimchi spontan.
Nano berusaha menepis pikiran kotornya saat Kimchi bilang panas-panasnya. Lalu dia mengambil tisu dan mengelap wajah Kimchi yang basah karena air mata.
“Sudah, kita coba hubungi Leo dulu dan minta penjelasan. Jangan langsung ke Paris begitu saja, bukankah pekerjaanmu banyak. Menjadi seorang CEO harus bisa mengenyampingkan urusan pribadi dan pekerjaan!“ tutur Nano sambil menyelipkan rambut kecoklatan Kimchi di belakang telinga.
“Aku tahu, Ma!“ sahut Kimchi. “Tapi....“
Kimchi bingung, apa saatnya dia memberitahu rahasia besarnya.
“Ma, aku sudah pecah perawan!“ ungkap Kimchi dengan bibir bergetar.
“Apa maksudmu, Kimchi? Kau melakukan pergaulan bebas, one night stand begitu?“ cecar Nano. Dia mengingat awal mula dulu saat pertemuannya dengan Desmon. Nano tidak mau Kimchi akan hamil tanpa suami seperti dirinya.
Kimchi membuka tasnya dan mengambil foto USG janin yang dikandungnya. Lalu memberikannya pada Nano.
“Aku punya Simba. Mama akan jadi Oma!“ ucap Kimchi yang membuat Nano syok bukan main.
Tangan Nano bergetar menerima foto USG itu, sekarang bukan Kimchi yang menangis tapi Nano yang menangis histeris.
__ADS_1
“Ada apa, darling?“ Desmon yang baru turun ke lantai bawah mendapati istrinya berteriak sambil menangis. Lalu pandangannya beralih pada Kimchi. “Mama mu kenapa?“
Nano tidak sanggup menjawab tapi dia memberikan foto USG yang ada di tangannya pada suaminya.
“Lihatlah!“ ucap Nano.
Desmon menerima foto USG itu lalu menatap tajam pada Kimchi. “Katakan apa ini!!!“
Suara Desmon sampai menggema, seluruh penghuni rumah sampai kaget karena suara Desmon yang naik beberapa oktaf.
“Pa... “ badan Kimchi bergetar karena takut. Tapi cepat atau lambat kedua orangtuanya harus tahu. “Aku dan Leo sebenarnya sudah menikah!“
Desmon merasa pendengarannya bermasalah, dia mendekati Kimchi dan mengguncang bahu putrinya. “Katakan yang jelas!“
“Saat papa dan mama ke Los Angeles, aku pergi ke Paris untuk menemui Leo. Aku melamar dan memaksanya menikahiku!“ ucap Kimchi jujur.
Gadis itu bersimpuh di hadapan Desmon dengan memegang kedua kaki papanya itu. “Maafkan aku, Pa. Aku khilaf!“
“Khilaf?“ Desmon tertawa hambar. Tanpa terasa dia juga meneteskan air matanya. Lelaki itu merasa gagal mendidik putrinya.
“Sekarang Kimchi hamil dan Leo meminta berpisah!“ tambah Nano yang masih terisak.
__ADS_1
Desmon menjauhkan kakinya sampai pegangan Kimchi terlepas. “Papa sangat kecewa padamu!“