
Leo merasa sangat mual karena ulah Kimchi, dia duduk di taman belakang itu dan tak lama Kimchi datang membawa air hangat.
"Sebenarnya saya ingin membuat teh chamomile tapi tidak tahu caranya," ucap Kimchi dengan memberikan air hangat itu.
Tanpa banyak kata, Leo meraih gelas yang berisi air hangat dari tangan Kimchi dan meminumnya hingga tandas.
"Duduklah!" titah Leo dengan melirik tempat kosong di sampingnya.
Kimchi segera duduk dengan senang hati, saat itu juga Leo menghirup aroma parfum yang dipakai oleh gadis itu.
"Parfum apa yang kau pakai? Aku seperti tidak asing dengan baunya!" tegur Leo dengan menatap Kimchi. Merasa ditatap jantung Kimchi berdebar, sumpah demi apapun Kimchi ingin menyambar bibir Leo sekarang juga.
Tapi dia berusaha menahan diri dan menggelengkan kepalanya kuat. "Parfum rakyat jelata, Tuan!" jawabnya.
"Rakyat jelata yang tidak bisa memasang seprai?" cibir Leo yang membuang pandangannya. Kini atensi lelaki itu tertuju pada semak-semak yang ada di taman.
"Pergilah ke semak-semak itu dan carikan aku seekor katak!" perintah Leo kemudian.
"Katak maksudnya kodok, 'kan?" tanya Kimchi memastikan.
Leo mengangguk. "Cepatlah!"
"Kodoknya mau diapakan, Tuan? Diternak, 'kan?" Kimchi berusaha menebak, gadis itu berpikir Leo akan melakukan ternak kodok seperti yang lelaki itu lakukan pada Samyang, kodok tanda cinta darinya.
__ADS_1
Entah kenapa Leo malam ini menjadi emosional. Dia biasanya memendam semuanya sendiri tapi semenjak pertemuannya dengan pelayan pribadinya hari ini, lelaki itu ingin mencurahkan isi hatinya.
"Aku kehilangan katak ku!" ucap Leo.
Kimchi terdiam mendengarkan, dia menunggu kalimat Leo selanjutnya dengan jantung berdebar. Dia berharap, Leo mengingat Kimchi kecil.
"Dulu ada seorang gadis kecil memberiku seekor katak, namanya Samyang. Dan apa kau tahu siapa nama gadis itu?"
"Namanya Kimchi!"
Leo terkekeh sejenak mengingat momen pertemuannya dengan Kimchi yang singkat. "Dia memanggilku kak singa!"
"Aku menjaga Samyang dengan baik, setiap tahun aku membuatnya kawin dan beranak! Sungguh gila bukan? Karena hanya Samyang temanku sebelum aku seperti sekarang,"
Mendengar semua ungkapan Leo itu, Kimchi menjerit dalam hatinya. Lalu dia mencoba bertanya. "Jadi Tuan ingin bertemu dengan Kimchi lagi?"
"Ya begitulah, aku hanya ingin bilang terima kasih padanya!" jawab Leo. Sejurus kemudian dia teringat kejadian beberapa hari lalu saat seorang gadis menemuinya dan mengaku sebagai istrinya. Tunggu? Bukankah dia menyebutkan namanya?
Seketika kepala Leo berdenyut, dia harus memeriksa rekaman cctv perusahaan.
"Tuan, tidak apa-apa?" tanya Kimchi yang melihat Leo memegang kepalanya. Dia langsung berlari menuju semak-semak. "Aku akan mencari kodoknya, Tuan!"
Tanpa takut sedikitpun, Kimchi mencari kodok di semak-semak mansion. Dengan bantuan cahaya dari ponselnya dia terus mencari kodok dengan sorai gembira. Setidaknya Leo mengingat dirinya walaupun suaminya itu melupakan pertemuan mereka kembali.
__ADS_1
"Sebentar lagi kak singa pasti mengingatku!" gumam Kimchi.
Sampai indera penglihatannya memindai hewan yang berloncat-loncat di antara semak-semak. Dengan cepat Kimchi menangkap kodok itu dan berlari mendatangi Leo kembali.
"Aku mendapatkannya, Tuan!" teriak Kimchi sambil berlari.
Tapi karena tidak hati-hati Kimchi tersandung dan Leo yang melihat itu, berdiri dari duduknya untuk menangkap Kimchi supaya tidak terjatuh.
Saat Leo menangkap kedua lengan Kimchi, otomatis kodok yang ada ditangannya terlepas dan meloncat memasuki mansion.
Di dalam mansion Amber berada di lantai bawah karena tengah berbicara serius dengan Francis untuk menyusun rencana mereka.
"Jadi bagaimana?" tanya Amber yang ingin tahu kondisi keuangan perusahaan.
Francis sudah menganga ingin menjawab pertanyaan Amber tapi atensinya teralihkan oleh seekor kodok yang masuk.
Dan tak lama Kimchi berlari masuk karena mengejar kodoknya yang terlepas.
"Cepat lari, selamatkan diri! Ada siluman kodok!"
Francis langsung menarik Amber untuk menjauh tapi karena kaget, Amber terjatuh tepat dihadapan kodok itu.
Sang kodok langsung meloncat ke wajah Amber.
__ADS_1
"Aaaaaa...." Amber langsung pingsan.