
Kimchi termenung di balkon kamarnya, tatapannya kosong karena Desmon dan Nano memilih untuk mengabaikan dirinya.
“Sekarang kau sudah merasa dewasa punya uang dan kekuasaan jadi bisa bertindak sesuka hatimu. Bahkan pernikahan yang sakral pun bisa kau lakukan sendiri. Hebat sekali! Berarti kau tidak butuh kami lagi!“
Perkataan Desmon itu terus terngiang di kepalanya, sekarang dia bingung harus berbuat apa sementara Leo tidak bisa dihubungi sama sekali.
“Kimchi! Kimchi! Lihat ke bawah!“
Kimchi yang mendengar itu, langsung menunduk ke bawah dan ternyata Chacha yang memanggilnya. Gadis itu berdiri di bawah balkon kamar Kimchi.
“Kau baik-baik saja? Kenapa pesanku tidak kau buka?“ tanya Chacha yang cemas.
Kebetulan ada tangga, Chacha ke kamar Kimchi memakai tangga itu. Saat Chacha sudah berhasil naik, Kimchi memeluk sahabatnya itu dan kembali menangis.
“Ada apa?“ Chacha semakin bingung dengan sikap Kimchi.
Kimchi menceritakan semuanya pada Chacha, awalnya gadis itu tentu saja terkejut tapi dia mencoba bertindak layaknya seorang sahabat.
“Jangan setres, Kimchi. Kasihan bayimu! Aku akan menginap malam ini dan kau boleh memelukku, sesuka hatimu!“ bujuk Chacha membimbing Kimchi untuk naik ke ranjangnya dan istirahat.
__ADS_1
Si kembar yang mendapat laporan keadaan Kimchi, akhirnya pulang ke Indonesia. Mereka harus merelakan proyek besar mereka dan kembali untuk membantu Kimchi.
“Kerja keras bertahun-tahun berakhir sia-sia!“ keluh Riki saat masih dalam pesawat.
“Tapi Kimchi lebih penting, 'kan? Kita juga ikut bertanggung jawab dengan apa yang dialami Kimchi sekarang!“ sahut Raka yang berusaha berbesar hati.
Saat mereka sampai di bandara Indonesia, mereka disambut oleh Gaga yang menjemput mereka.
“Selamat datang, Tuan Tuan!“ sambut Gaga.
Saat itu Gaga sudah mencukur kumisnya sampai polos bersih.
“Bagaimana keadaan Kimchi?“
Si kembar dengan cepat pulang ke rumah orang tua mereka. Tapi saat sampai Desmon dan Nano tidak ada, mereka memang sengaja pergi untuk memberi pelajaran pada Kimchi.
Akhirnya si kembar ke kamar adik mereka, di dalam kamar ada Chacha yang setia menemani Kimchi yang duduk termenung dengan tatapan kosongnya.
“Kimchi tidak mau makan, dia juga hanya diam. Aku sangat takut!“ lapor Chacha pada si kembar.
Si kembar mencoba menghibur adik mereka, mereka berdua naik ke atas ranjang Kimchi dan duduk di sisi kanan kirinya.
__ADS_1
“Kimchi... “ panggil keduanya bersamaan. “Mana Kimchi STRONGGG yang kami kenal!“
“Ck, lemah!“
Tapi Kimchi bergeming, dia tahu kedua kakaknya datang untuk dirinya. Hal itu justru menambah rasa bersalahnya karena dirinya kedua kakaknya meninggalkan mimpinya.
“Maafkan aku!“ hanya kalimat itu yang terlontar di bibir Kimchi yang pucat.
Si kembar memeluk Kimchi dan berusaha membujuk adik mereka bahwa semua akan baik-baik saja.
“Jadi kau ingin seperti ini terus? menjadi Kimchi lemah yang meratapi nasibnya?“ pancing si kembar.
“Mungkin di Paris, Leo tertawa dan bersenang-senang sekarang! Apa kau akan membiarkan itu, Kimchi?“
“Lelaki itu sudah menghamilimu!“
Si kembar terus memicu sisi bar-bar Kimchi supaya adik mereka kembali menjadi Kimchi STRONGGG.
Membayangkan hal yang dilontarkan kedua kakaknya membuat Kimchi berdiri di atas ranjangnya.
“Aku bersumpah akan ke Paris dan meniduri kak singa sampai pingsan karena membuatku seperti ini!“ ucapnya menggebu-gebu.
__ADS_1
“Gak gitu juga keles!!“ seru si kembar.