
Briana memberikan sebuah undangan pada Leo sebelum lelaki itu pergi dari restaurant. Sebuah undangan pesta topeng sabtu malam nanti.
"Aku harap, kau bisa datang!" ucap Briana memohon.
"Akan aku usahakan!" balas Leo, tangannya menerima undangan itu.
Setelahnya Leo mencari Francis yang tengah berada di kasir. Francis menggerutu sebal karena Leo meminta makanan yang sangat mahal untuk dibungkus.
"Kenapa kau tidak memesan ini tadi sebagai menu yang ingin kau makan, bukan masalah uangnya tapi aku sangat malu saat memesan makanan dibungkus di restaurant itu!" ungkap Francis saat sudah berada di dalam mobil.
Leo hanya membalas dengan kekehan, dia tidak mau bilang pada Francis kalau dia memesan makanan itu sebenarnya bukan untuk dirinya. Dia juga bingung tiba-tiba teringat pelayan pribadinya dan ingin membelikan makanan itu.
"Kita langsung kembali ke mansion saja!" ucap Leo pada sang supir pribadi.
Di mansion Kimchi sibuk mengurus baju-baju Leo yang harus dicuci dan mana yang harus di laundry. Biasanya baju-baju yang dipakai untuk di rumah dicuci sendiri sementara baju kantor akan di laundry-kan.
__ADS_1
Kimchi tidak bisa menyewa jasa pelayan lagi atau Amber akan semakin curiga padanya. Setelah bersusah payah mempelajari cara mencuci baju akhirnya Kimchi sudah memasuki tahap penjemuran.
Panas begitu terik membuat Kimchi pusing. Selain tidak biasa bekerja kasar, Kimchi memang belum makan sejak semalam. Dia sangat menginginkan Tiram King Coffin Bay.
Tiram King Coffin Bay, Tiram yang dipanen berukuran panjang 18cm dan beratnya mencapai 1kg, menjadikannya tiram yang terbesar di dunia. Tiram jenis ini secara tradisional disajikan mentah dengan irisan lemon.
Tiram Coffin Bay dihargai senilai 100 dollar Amerika Serikat atau Rp 1,5 juta-an per potong. Ternyata Simba adalah baby sultan.
"Aku ingin makan itu!" keluh Kimchi dengan menjilati bibirnya sendiri.
Kimchi duduk termenung setelah menyelesaikan jemuran bajunya sampai ada seorang pelayan menghampirinya.
"Kak singa, eh maksudku tuan Leo sudah pulang?" tanya Kimchi memastikan.
"Iya dan sekarang dia memanggilmu!"
Tanpa ba bi bu lagi, Kimchi segera mendatangi Leo ke kamarnya. Gadis itu mengetuk pintu kamar Leo dahulu sebelum masuk. Saat terdengar sahutan dari dalam, barulah dia membuka pintu.
__ADS_1
Leo sudah duduk di sofa kamarnya dengan hidangan di atas meja. Kimchi mendekat dan dia sangat tahu makanan itu.
"Tiram King Coffin Bay!" Kimchi refleks menyebutkan nama makanan itu.
"Kau tahu namanya?" tanya Leo semakin keheranan. Bisa-bisanya seorang pelayan seperti Kimchi tahu makanan mahal itu.
"Tiram King Coffin Bay adalah tiram yang berasal dari Australia. Saya mempelajari itu, Tuan!" sahut Kimchi yang tatapannya terus ke arah tiram itu dengan terus menjilati bibirnya sendiri.
"Makanlah, aku membelinya untukmu!" ucap Leo kemudian.
"Benarkah? Untukku?" tanya Kimchi tidak percaya, bagaimana mungkin Leo tahu apa yang dia inginkan.
"Entahlah, saat melihat tiram itu di buku menu restaurant aku jadi ingin membelinya untukmu dan ingin melihatmu memakannya!" jelas Leo dengan mendengus sebal. Dia sebal karena dirinya yang terus memikirkan pelayan pribadinya.
Kimchi mengulum senyumnya sambil mengusap perutnya, pasti ini adalah ikatan batin antara Simba dan Leo.
__ADS_1
Akhirnya Kimchi duduk di depan Leo dan memakan tiram itu dengan lahap sementara Leo dengan setia melihat Kimchi makan seperti menonton vlogger mukbang.
"Ini sangat aneh tapi aku suka!" batin Leo yang terus memandangi wajah keenakan Kimchi.