Wonderful Wedding

Wonderful Wedding
Inem Sultan


__ADS_3

Beaufort Company


Leo termenung di meja kerjanya, dia memikirkan pelayan pribadinya karena penasaran. Bagi Leo, Kimchi sangat misterius dan unik. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat mengusir bayangan Kimchi sang pelayan yang suka bergoyang di depannya.


Bahkan tadi sempat-sempatnya Kimchi bergoyang dan menunjukkan goyangan barunya.


Ini namanya goyang dumang, Tuan


Begitulah kata Kimchi menjelaskan. Leo mengulum senyumnya sampai dia teringat sesuatu. Lelaki itu segera keluar ruangannya dan menuju departmen IT.


"Bos Leo!" sapa karyawannya yang berada di departemen tersebut.


"Aku mau melihat rekaman cctv beberapa hari yang lalu!" ucap Leo mengutarakan niatnya. "Kalian pasti mendengar desas desus itu, 'kan? Ada gadis yang mendatangiku dan mengaku menjadi istriku!"


Semua mengangguk paham karena memang berita itu sempat menjadi berita hangat di kantor. Seorang ahli IT sedang memeriksa rekaman yang diinginkan oleh bosnya dan tidak membutuhkan waktu lama, dia mendapatkan yang Leo mau.


"Kak, ini aku Kimchi, istrimu. Kita menikah sudah satu bulan lebih lamanya, memang belum ada bukti karena kita belum mendaftarkan pernikahan. Tapi pernikahan kita sudah diberkati!"


"Bahkan kau sudah menerkamku tidak terhitung, Kak!"


Begitulah suara Kimchi yang terdengar, membuat seluruh orang yang berada di departemen IT itu menahan tawanya. Sama seperti Leo pertama kali melihat Kimchi, mereka berpikir Kimchi gadis gila yang terobsesi pada Leo.


"Ehem!" Leo berdehem supaya suara cekikikan karyawannya berhenti. Matanya dia fokuskan untuk melihat wajah Kimchi lebih lekat.


Deg!


Wajah itu mengingatkan dia pada Kimchi pemberi kodok Samyang.


"Apa jangan-jangan?" gumam Leo sembari mengacak rambutnya kasar. Waktu itu dia terlalu kesal karena melihat Kimchi yang menendang bokong Francis.

__ADS_1


Leo segera berlalu ke ruangan Francis berada, dia ingin menanyakan perihal Kimchi.


Saat itu Francis sedang sibuk melihat data keuangan perusahaan, atensinya tiba-tiba teralihkan karena pintu ruangannya yang terbuka tanpa diketuk dahulu.


"Leo!" pekik Francis yang kaget. Buru-buru dia mengalihkan layar komputernya di menu utama.


Leo duduk di kursi yang berada di depan meja Francis. "Apa kau mengenal, Kimchi?" tanyanya tanpa basa-basi.


Sebenarnya Francis terkejut atas pertanyaan Leo itu. Apa ingatan Leo sudah kembali? Tapi dia buru-buru bersikap santai.


"Kimchi siapa?" tanya Francis sembari menyilangkan tangan ke dada.


"Kau benar-benar tidak tahu? Gadis yang tempo hari mengaku menjadi istriku!" jelas Leo lambat-lambat.


"Oh gadis itu, aku baru pertama kali bertemu dengannya dan dia langsung menendang bokongku! Bukankah itu menyebalkan!" respon Francis dengan gusar. "Apa kau mengingat sesuatu?"


Leo menggeleng. "Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Bisa kah kau cari dia?"


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja, jadi tolonglah aku!" pinta Leo.


Untuk saat ini Francis harapan satu-satunya bagi Leo karena saat sadar pasca operasi, Leo merasa dunianya langsung berubah 180℅. Dia masih tidak percaya jika ayah kandungnya mau mengakui dirinya dan memberikan seluruh harta dan perusahaan padanya.


"Aku pasti membantumu, Brother!" ucap Francis dengan menyeringai lebar.



Sementara di mansion, Kimchi menunggu kedatangan Gaga di gerbang mansion. Sesuai permintaannya, Gaga akan membawa beberapa orang yang membantu Kimchi untuk melakukan pekerjaannya.


Tak lama ada sebuah mobil van berhenti dan Gaga langsung turun dari mobil itu dengan membawa beberapa orang wanita.

__ADS_1


"Nona, apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Gaga.


Bayangkan saja Kimchi yang seorang pelayan tapi justru membayar pelayan lain untuk melakukan pekerjaannya. Itu karena tantangan dari Susan dan pelayan lainnya tadi malam.


"Bagaimana kau sudah menyelidiki obat itu?" tanya Kimchi yang seolah tidak mendengar pertanyaan Gaga sebelumnya.


"Charles yang menyelidikinya, Nona!" jawab Gaga.


Kimchi mengangguk. "Kabari aku jika hasilnya sudah ada!"


Lalu Kimchi menggiring para wanita yang dia bayar untuk memasuki mansion.


"Kalian semua kerjakan ini!" perintah Kimchi dengan memberi kertas yang sudah tertulis pekerjaan apa-apa saja yang harus mereka kerjakan.


"Baik, Nona!" sahut mereka bergegas dan membagi tugas mereka.


Disisi lain, Susan dan para pelayan lain sedang menertawakan keadaan Kimchi yang melakukan tugas mereka.


"Si buruk rupa itu pasti tidak akan mampu! Dia pasti akan segera ditendang dari mansion ini!" ucap Susan kemenangan.


Salah satu pelayan lari tergopoh mendatangi mereka karena ingin memberi laporan.


"Mimi membayar banyak orang untuk melakukan pekerjaan kita!"


"Apa?"


Susan tidak terima, dia segera mendatangi Kimchi yang justru duduk santai dengan mempercantik kukunya.


"Hei, jelek! Apa yang kau lakukan!" bentak Susan yang kakinya berhenti persis di depan Kimchi. "Seharusnya kau sendiri yang melakukan pekerjaanmu!"

__ADS_1


Kimchi masih memainkan kuku-kukunya. "Aku kan banyak uang jadi tidak perlu repot-repot, yang penting pekerjaan selesai, 'kan?"


"Tugasku di sini cuma satu, memuaskan tuan Leo!"


__ADS_2